Bekasi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) membekali calon lulusannya dengan wawasan menghadapi dunia kerja melalui kegiatan yudisium Program Studi Akuntansi dan Manajemen, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan alumni yang telah berkarier di bidang keuangan dan sumber daya manusia untuk berbagi pengalaman serta strategi menghadapi proses rekrutmen.
Dalam kegiatan tersebut, FEB UM Indonesia (UM.ID) menghadirkan Istiqomah Fiddin, alumni Program Studi Akuntansi angkatan 2013 yang saat ini berkarier di PT Chengtian Weiye Indonesia sebagai Assistant Manager FAT serta Assistant Manager HR sejak 2024 hingga sekarang. Kehadiran alumni sebagai narasumber menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran nyata kepada calon lulusan mengenai tantangan serta kesiapan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.
Bekal Memasuki Dunia Kerja
Dalam pemaparannya, Istiqomah menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, lulusan tidak perlu merasa rendah diri ketika mulai mencari pekerjaan karena jaringan alumni dapat menjadi salah satu pintu untuk memperoleh informasi maupun peluang karier.
“Jangan berkecil hati ketika memasuki dunia kerja. Kalian harus percaya diri, karena alumni UM Indonesia tentu bisa membantu membuka channel dan memberikan peluang. Jadi, yang paling penting adalah membangun rasa percaya diri dan memastikan diri benar-benar siap memasuki dunia kerja,” ujar Istiqomah.
Ia juga mengingatkan calon lulusan untuk memperhatikan personal branding sejak proses awal rekrutmen. Sikap, penampilan, dan cara membawa diri menjadi bagian yang turut dinilai oleh perusahaan.
“Tunjukkan pribadi yang bersih, sopan, dan memiliki pembawaan yang baik. Dalam proses rekrutmen, penampilan juga perlu diperhatikan. Tidak perlu berdandan atau berpenampilan secara berlebihan, karena HR biasanya lebih menghargai penampilan yang rapi, profesional, dan sesuai dengan lingkungan kerja,” lanjutnya.
Selain kesiapan personal, Istiqomah juga memberikan gambaran mengenai pentingnya menyiapkan dokumen lamaran secara profesional. Berdasarkan materi yang disampaikan, pelamar perlu memastikan pekerjaan yang dituju sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta kemampuan yang dimiliki.
Calon pelamar juga perlu menyusun Curriculum Vitae (CV) yang menarik dan profesional dengan menampilkan informasi penting, seperti pengalaman kerja, keterampilan, serta pencapaian secara singkat dan relevan. Kelengkapan dokumen seperti CV, portofolio, dan sertifikat juga perlu diperhatikan serta dikirimkan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
CV dan Kompetensi Jadi Bagian Penting
Sementara itu, moderator kegiatan, Ria Marginingsih, S.E., M.B.A.,, menegaskan bahwa mahasiswa perlu mampu menunjukkan potensi yang dimiliki melalui CV dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Seperti yang disampaikan oleh narasumber, kalian perlu menunjukkan diri dan potensi yang kalian miliki. Hal tersebut dapat dituangkan melalui CV, sehingga perusahaan dapat melihat kemampuan, pengalaman, dan keterampilan yang kalian miliki. Nilai akademik memang penting, tetapi bukan satu-satunya poin utama yang menjadi pertimbangan dalam dunia kerja,” jelas Ria Marginingsih, S.E., M.B.A.,.
Menurutnya, peluang karier saat ini terbuka luas bagi lulusan dari berbagai perguruan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kompetensi dan keterampilan yang dapat menjadi nilai tambah ketika bersaing di dunia kerja.
“Saat ini, peluang kerja tidak hanya terbuka bagi lulusan perguruan tinggi negeri. Yang terpenting adalah bagaimana kalian memiliki skill dan kompetensi yang dapat ditawarkan. Jangan sampai ketika memasuki dunia kerja kita tidak memiliki bekal apa-apa,” tambahnya.
Yudisium sebagai Awal Perjalanan Profesional
Pembekalan tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang berada di fase transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional. Setelah menyelesaikan proses pendidikan, lulusan tidak hanya dituntut memiliki capaian akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, keterampilan teknis, pengalaman, sikap profesional, serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen.
Melalui kegiatan yudisium ini, FEB UM Indonesia (UM.ID) tidak hanya merayakan pencapaian mahasiswa selama menempuh pendidikan, tetapi juga mendorong para calon lulusan agar lebih siap mengambil langkah berikutnya. Pengalaman alumni yang telah terjun langsung ke dunia kerja diharapkan dapat menjadi referensi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk membangun karier sesuai kompetensi yang dimiliki.
Melalui pembekalan tersebut, FEB UM Indonesia (UM.ID) mendorong para calon lulusan untuk tidak hanya membawa capaian akademik, tetapi juga kesiapan, kompetensi, dan kepercayaan diri dalam memasuki dunia profesional. (*) Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah Humas UM Indonesia




