Berita – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) | Kuliah, Kampus & Universitas di Bekasi https://umindonesia.ac.id Kuliah Dekat Karier Cepat Mon, 03 Aug 2026 09:39:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.3 https://umindonesia.ac.id/wp-content/uploads/2026/08/um-indonesia-favicon-150x150.png Berita – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) | Kuliah, Kampus & Universitas di Bekasi https://umindonesia.ac.id 32 32 Usai Dalami Pembinaan Atlet dan Anti-Doping, Mahasiswa PJKR UM Indonesia Ditempa Praktisi Nasional https://umindonesia.ac.id/usai-dalami-pembinaan-atlet-dan-anti-doping-mahasiswa-pjkr-um-indonesia-ditempa-praktisi-nasional/ Mon, 03 Aug 2026 09:39:51 +0000 https://umindonesia.ac.id/usai-dalami-pembinaan-atlet-dan-anti-doping-mahasiswa-pjkr-um-indonesia-ditempa-praktisi-nasional/ Bekasi – Setelah mempelajari sistem pembinaan atlet di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta dan mendalami edukasi anti-doping bersama Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) menutup rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026 melalui Stadium General bertajuk Shaping the Future of Sport: Prestasi, Integritas, dan Profesionalisme. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia olahraga nasional.

Rangkaian KKL diawali dengan kunjungan akademik ke PPOP DKI Jakarta, tempat mahasiswa mempelajari secara langsung sistem pembinaan atlet usia muda, mulai dari proses pencarian bakat (talent scouting), metode pembinaan prestasi, hingga tata kelola pusat pelatihan yang berkelanjutan. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti edukasi anti-doping bersama IADO untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya olahraga yang bersih, jujur, dan berintegritas sesuai standar internasional.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Stadium General menghadirkan tiga narasumber yang merupakan praktisi nasional di bidang olahraga, yakni Muhammad Islah Shalihudin, S.Or., Pelatih SC Karate, Gatot S. Dewa Broto, Ketua Umum Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), serta Suharyanto, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IADO. Ketiganya membahas tantangan sekaligus peluang pengembangan olahraga Indonesia, mulai dari sistem pembinaan atlet, tata kelola organisasi olahraga yang profesional, hingga pentingnya membangun budaya sportivitas melalui penerapan prinsip-prinsip anti-doping.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Dai, M.Si., Apt. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dunia olahraga modern tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme.

“Prestasi olahraga harus dibangun di atas fondasi karakter yang kuat. Integritas, sportivitas, dan semangat kolaborasi menjadi modal utama dalam mencetak sumber daya manusia olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter serta kesiapan menghadapi dinamika industri olahraga yang terus berkembang. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menumbuhkan semangat team sports sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas olahraga Indonesia.

Dalam paparannya, Gatot S. Dewa Broto menegaskan bahwa masa depan olahraga Indonesia harus dibangun di atas komitmen terhadap nilai kejujuran dan kompetisi yang bersih.

“Prestasi yang diraih tanpa pelanggaran doping akan memberikan kebanggaan yang sesungguhnya, baik bagi atlet maupun bangsa. Budaya clean sport harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Islah Shalihudin membagikan pengalaman sebagai pelatih dalam membina atlet hingga mampu meraih prestasi melalui proses latihan yang disiplin, konsisten, serta berlandaskan nilai-nilai sportivitas. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan praktik agar siap menjadi sumber daya manusia olahraga yang unggul.

Di sisi lain, Suharyanto menyoroti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, organisasi olahraga, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, profesional, dan berdaya saing. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi bagi kemajuan olahraga Indonesia.

Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai tantangan dunia kerja, perkembangan industri olahraga, hingga peluang berkarier sebagai tenaga pendidik, pelatih, pengelola organisasi olahraga, maupun praktisi di bidang sport science.

Ketua Program Studi PJKR FKIP UM Indonesia Dr. Aridhotul Haqiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan KKL tahun ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif melalui pendekatan experiential learning. Mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat secara langsung implementasi pembinaan atlet, mempelajari tata kelola organisasi olahraga, serta memperoleh wawasan dari para praktisi yang selama ini terlibat langsung dalam pengembangan olahraga nasional.

Melalui rangkaian KKL yang ditutup dengan Stadium General ini, mahasiswa PJKR UM Indonesia memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai sistem olahraga nasional, pentingnya integritas dalam meraih prestasi, serta tantangan profesionalisme di era industri olahraga modern. Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan daya saing untuk berkontribusi dalam memajukan olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi PJKR FKIP Universitas Muhammadiyah Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri olahraga. Melalui kolaborasi dengan institusi pembinaan atlet dan organisasi olahraga nasional, UM Indonesia terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi pendidik, pelatih, dan praktisi olahraga yang berprestasi, profesional, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. (*)

Humas UM Indonesia (UM.ID)

]]>
Pernah Jadi Ojol, Dua Alumni UM Indonesia Ini Sukses Berkarir di Jepang https://umindonesia.ac.id/pernah-jadi-ojol-dua-alumni-um-indonesia-ini-sukses-berkarir-di-jepang/ Wed, 13 May 2026 09:11:29 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9880 BEKASI — Mimpi bekerja di luar negeri kerap dianggap sulit dijangkau, terutama bagi mereka yang memulai dari keterbatasan. Hal itu pula yang sempat dialami Muhamad Aldi Wijaya. Saat masih menjadi driver ojek online, keinginannya untuk bekerja di Jepang bahkan pernah ditertawakan oleh penumpangnya.


Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik. Alih-alih menyerah, Aldi menjadikannya sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa mimpinya bukan sekadar angan. Kini, alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) angkatan 2019–2023 itu telah bekerja sebagai staf administrasi di Kujukuri Package Center Agricultural Corp, Chiba, Jepang.


“Dulu saya bilang ingin ke Jepang, malah ditertawakan penumpang. Tapi dari situ saya semakin yakin harus membuktikan,” ujar Aldi.


Perjalanan Aldi menuju Jepang tidaklah instan. Ia menempuh proses panjang yang dipenuhi ketidakpastian, mulai dari mencari informasi peluang kerja, meningkatkan kemampuan diri, hingga mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan. Dukungan keluarga, terutama doa ibu, menjadi kekuatan utama yang membuatnya tetap bertahan dalam proses tersebut.


Ia menilai, bekal yang diperoleh selama kuliah, khususnya dalam bidang komunikasi, memiliki peran penting dalam proses adaptasi di dunia kerja. Kemampuan public speaking, keberanian menyampaikan pendapat, serta keterbukaan dalam menerima evaluasi menjadi modal dasar yang membantunya bertahan di lingkungan kerja yang baru.


Kemampuan komunikasi tersebut kemudian menjadi bekal penting bagi Aldi saat mulai beradaptasi dengan budaya kerja di Jepang yang dikenal memiliki standar tinggi dalam kedisiplinan dan profesionalitas.


Di lingkungan kerjanya, Aldi menerapkan budaya kerja Hōrensō, yakni melapor (hokoku), menginformasikan (renraku), dan berkonsultasi (sodan). Prinsip ini menekankan pentingnya komunikasi yang cepat, jelas, dan bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan.


“Di sini kita tidak boleh menunggu masalah menjadi besar. Setiap kendala harus segera dilaporkan, perkembangan pekerjaan harus terus dikomunikasikan, dan kalau ragu harus langsung konsultasi,” jelasnya.


Menurut Aldi, budaya tersebut membentuk kebiasaan kerja yang transparan sekaligus mendorong karyawan untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah.


Selain kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa Jepang menjadi faktor krusial yang tidak dapat diabaikan. Ia menyarankan calon pekerja untuk memiliki setidaknya sertifikat Japanese Language Proficiency Test (JLPT) level N3 sebagai dasar, serta terus meningkatkan kemampuan hingga level N2 agar memiliki peluang karier yang lebih luas.


Dalam proses belajarnya, Aldi tidak hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital. Ia menggunakan aplikasi pertukaran bahasa seperti HelloTalk untuk melatih kemampuan berbicara dengan penutur asli, sekaligus membiasakan diri dengan penggunaan bahasa sehari-hari.


“Belajar bahasa itu tidak bisa instan. Harus konsisten dan berani mencoba, termasuk saat salah,” ujarnya.


Tak hanya Aldi, kisah inspiratif juga datang dari alumni Sastra Inggris UM Indonesia, Lulu Nur Fadilah, S.S., yang kini berkarier di Fuji Holdings Co., Ltd., Yokohama, Jepang sebagai staf Human Resources (HR).


Jika Aldi menempuh jalur komunikasi dan adaptasi budaya kerja, Lulu justru memperkuat kariernya melalui kompetensi bahasa inggris yang ia bangun sejak masa perkuliahan. Lulusan tahun 2018 ini menilai bahwa kemampuan interpreting yang ia pelajari tidak hanya terbatas pada komunikasi lisan, tetapi juga mencakup keterampilan menulis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja Jepang.


Dalam praktiknya, ia kerap menyusun laporan kerja atau kiroku, yakni dokumentasi detail mengenai aktivitas dan kejadian dalam pekerjaan. Kemampuan menulis laporan ini menjadi salah satu aspek penting dalam sistem kerja perusahaan Jepang yang menekankan ketelitian dan akurasi.


“Di Sastra Inggris, kami terbiasa menulis esai dan laporan. Ternyata itu sangat relevan saat bekerja di Jepang, terutama untuk membuat kiroku atau laporan kerja,” ungkap Lulu.


Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang membantunya dipercaya untuk menangani berbagai tugas di bidang sumber daya manusia. Saat ini, Lulu telah bekerja secara profesional di Jepang dengan penghasilan yang stabil, serta kesempatan pengembangan karier yang terbuka.


Ia juga menyoroti pentingnya memiliki minat dan tujuan hidup sebagai fondasi untuk bertahan di lingkungan kerja luar negeri yang penuh tantangan.


“Kita harus tahu apa yang kita sukai. Ketika menghadapi tekanan kerja, kita punya alasan untuk bertahan. Itu yang penting agar tidak menyerah di tengah jalan,” ujarnya.


Lulu menambahkan, bagi yang ingin meniti karier di Jepang, penguasaan bahasa hingga level JLPT N2 menjadi salah satu syarat penting, termasuk dalam proses pengajuan visa kerja profesional seperti gijinkoku.


Kisah Aldi dan Lulu menunjukkan bahwa tidak ada jalur tunggal untuk mencapai karier global. Latar belakang pendidikan yang berbeda justru dapat menjadi kekuatan, selama diimbangi dengan kemauan belajar, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi.


Dari driver ojek hingga staf administrasi, serta dari mahasiswa Sastra Inggris hingga profesional HR di Jepang, keduanya membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan.


“Tidak ada kata terlambat. Yang penting punya target, berani memulai, dan konsisten menjalaninya,” tutup Aldi.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)

]]>
O2SN dibuka di UM Indonesia, Ratusan Siswa Berebut Juara https://umindonesia.ac.id/o2sn-2026-resmi-dibuka-di-um-indonesia-237-siswa-sma-ma-kota-bekasi-siap-adu-prestasi/ Mon, 11 May 2026 09:36:20 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9708 Bekasi - UM Indonesia resmi menjadi tuan rumah pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA/MA Kota Bekasi Tahun 2026 yang digelar pada Senin (11/5/2026). Opening ceremony berlangsung meriah di Gedung UM Indonesia dengan diikuti sebanyak 237 siswa dari 59 SMA dan MA se-Kota Bekasi.


Ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan prestasi olahraga pelajar ini mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, di antaranya atletik, pencak silat, renang, bulu tangkis, dan panjat tebing yang diikuti para siswa terbaik dari masing-masing sekolah. Dalam pelaksanaan O2SN tahun ini, UM Indonesia dipercaya menjadi lokasi pertandingan untuk cabang olahraga panjat tebing dan pencak silat. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dengan kehadiran peserta, guru pendamping, serta official sekolah yang turut memeriahkan pembukaan kompetisi tersebut.


Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan program tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat olahraga bagi para pelajar di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat sekaligus membentuk karakter siswa melalui nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan semangat kompetitif yang sehat.


Selain menjadi ajang kompetisi, O2SN juga berperan sebagai sarana mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai sekolah serta meningkatkan semangat generasi muda dalam dunia olahraga. Para peserta yang berhasil meraih prestasi nantinya akan berkesempatan melaju ke tingkat provinsi hingga nasional untuk mewakili daerah masing-masing.


Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat KCD Wilayah III Kota Bekasi, Meilina H. Sania, menyampaikan bahwa pelaksanaan O2SN secara offline yang kembali berjalan dalam dua tahun terakhir mendapat respons dan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta maupun sekolah.


“Antusias pelaksanaan O2SN tahun ini sangat luar biasa. Terlihat dari semangat para peserta dan dukungan sekolah yang begitu besar. Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, tidak hanya dalam prestasi olahraga tetapi juga sportivitas,” ujarnya.


Ketua Pelaksana O2SN Kota Bekasi 2026, Indra Heri Kusuma dari SMA Negeri 14 Bekasi, juga menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi peserta pada tahun ini.


“Partisipasi tahun ini sangat baik dengan keterlibatan 59 SMA dan MA se-Kota Bekasi. Antusias para siswa terlihat sejak pembukaan hingga pelaksanaan pertandingan. Kami berharap O2SN dapat terus menjadi ruang pembinaan atlet muda berbakat yang nantinya mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.


Sementara itu, perwakilan UM Indonesia yang mewakili Rektor UM Indonesia, Prof. Dr. Dindin Abidin, M.Si., menyampaikan dukungan penuh kampus terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga pelajar tersebut. Dalam sambutannya, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Program Studi PJKR UM Indonesia itu menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda, khususnya di bidang olahraga dan pendidikan karakter.


“Kami menyambut baik pelaksanaan O2SN di UM Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang positif bagi para siswa untuk mengembangkan bakat, sportivitas, dan semangat kompetitif yang sehat. Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama baik Kota Bekasi hingga tingkat nasional,” ujarnya.


Dengan partisipasi puluhan sekolah dan ratusan siswa, O2SN SMA/MA Kota Bekasi 2026 di UM Indonesia diharapkan menjadi momentum positif dalam meningkatkan semangat olahraga pelajar sekaligus mempererat kebersamaan antar sekolah di Kota Bekasi.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)

]]>
KRL Bekasi Timur 2026: Dosen UM Indonesia Kupas Tanggung Jawab Hukum https://umindonesia.ac.id/krl-bekasi-timur-2026-dosen-um-indonesia-kupas-tanggung-jawab-hukum/ Thu, 07 May 2026 07:57:54 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9515 Bekasi — Kecelakaan KRL di Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai sekitar 90 lainnya menjadi sorotan publik. Muhammad Tsaqib, dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Indonesia, menilai peristiwa tersebut harus dilihat sebagai rangkaian kejadian yang saling berkaitan.

Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur dan melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line yang sedang berhenti. Insiden ini didahului gangguan kendaraan di perlintasan sebidang Jalan Ampera yang memengaruhi perjalanan kereta hingga berujung tabrakan beruntun.

Menurut Tsaqib, dari sudut pandang hukum, tanggung jawab tidak dapat dibebankan pada satu pihak saja.
“Kasus ini tidak bisa disederhanakan sebagai kesalahan satu pihak, karena melibatkan banyak pihak yang harus diperiksa perannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tanggung jawab operator kereta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang mewajibkan penyelenggara menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

Di sisi lain, kewajiban pengguna jalan di perlintasan sebidang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengharuskan setiap pengendara mendahulukan perjalanan kereta api.

Sementara itu, pengelolaan dan pengamanan perlintasan sebidang menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai pemilik jalan, termasuk memastikan adanya sistem pengamanan yang memadai.

Tsaqib menambahkan, peran pengemudi kendaraan menjadi bagian awal dari rangkaian kejadian. Jika terbukti lalai, maka dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jika gangguan terjadi di luar kendali, maka penilaiannya akan berbeda.

Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s.

Selain aktif sebagai dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Indonesia, Muhammad Tsaqib juga merupakan praktisi hukum.


Selain itu, ia menyoroti masih adanya perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan memadai. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di wilayah dengan lalu lintas padat.

Kajian ini menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut merupakan rangkaian peristiwa yang saling terkait. Karena itu, penanganan kasus harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Melalui kajian ini, Universitas Muhammadiyah Indonesia menegaskan peran akademisi dalam memberi perspektif atas isu publik. Ke depan, analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penegakan hukum sekaligus mendorong perbaikan sistem keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Muhammad Tsaqib Idary - Abidin Nurfaizi 
Humas UM Indonesia 

]]>
Bukti Kampus Inklusif, UM Indonesia Tuan Rumah Dialog Lintas Iman Internasional https://umindonesia.ac.id/bukti-kampus-inklusif-um-indonesia-tuan-rumah-dialog-lintas-iman-internasional/ Mon, 04 May 2026 09:43:08 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9484 Bekasi — Universitas Muhammadiyah Indonesia menjadi wadah penyelenggaraan kegiatan International Youth Interfaith Dialogue 2026, sebuah forum dialog lintas iman yang digagas oleh Pemuda ICMI Kota Bekasi bekerja sama dengan Griya Moderasi Beragama Fakultas Agama Islam UM Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan lintas agama.


Forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat untuk membahas pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Kota Bekasi. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang mengangkat isu toleransi, potensi konflik sosial, serta cara memperkuat rasa kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.


Sebagai tuan rumah, UM Indonesia melalui Griya Moderasi Beragama Fakultas Agama Islam berperan dalam memfasilitasi jalannya dialog yang terbuka dan saling menghargai. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan ruang diskusi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.


Wakil Rektor II UM Indonesia, Prof. Latipun, menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Dengan adanya forum dialog seperti ini, kita tidak hanya mempertemukan berbagai perspektif, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga keharmonisan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa saling memahami dan menjadi kontribusi nyata dalam menambah perdamaian di Kota Bekasi,” ujarnya.


Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan kampus.

“Bekasi sebagai kota yang majemuk membutuhkan ruang-ruang dialog seperti ini agar nilai toleransi terus tumbuh. Peran kampus dan masyarakat sangat penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman,” katanya.


Dalam sesi dialog, para perwakilan lintas agama menyampaikan nilai-nilai universal yang memperkuat pesan perdamaian. Mewakili Islam, Musinin Mabrur menekankan konsep ta’aruf sebagai dasar membangun hubungan antar manusia. Menurutnya, keberagaman diciptakan agar manusia saling mengenal dan memahami, serta mendorong kerja sama sosial tanpa melanggar prinsip keyakinan. Ia juga mengingatkan bahwa Islam membawa misi sebagai rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.


Dari perspektif Kristen, Thony Ronaldo Nanlohi menegaskan pentingnya membangun perdamaian dengan semua orang melalui prinsip Golden Rule, yakni memperlakukan orang lain sebagaimana ingin diperlakukan. “Menghormati orang lain adalah syarat agar kita juga layak dihormati,” ujarnya.


Perwakilan Katolik, Mike Verawati, menekankan bahwa toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menolak segala bentuk kekerasan berbasis agama. Ia menilai perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan dalam kehidupan bersama.


Sementara itu, Ghanis Esa Manura dari Hindu menyampaikan nilai Ekam Sat Wiprah Bahudawitanti, bahwa kebenaran itu satu meski disebut dengan berbagai cara, serta konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.


Perwakilan Buddha, Rinto Supriadi, memperkenalkan ajaran Brahma Wihara seperti cinta kasih, welas asih, empati, dan keseimbangan batin sebagai fondasi hidup damai. Ia juga mengingatkan bahwa menghormati agama lain justru memperkuat nilai dalam agama sendiri.


Menutup sesi, Aldi Destian Satya dari Konghucu menekankan pentingnya nilai Satya (ketaatan pada Tuhan) dan Tepa Salira (tenggang rasa). Ia menyampaikan bahwa perdamaian dunia berawal dari kemampuan setiap individu untuk membangun kedamaian dalam dirinya sendiri.


Kegiatan ini dinilai penting karena membuka ruang komunikasi antar kelompok yang jarang terjadi, sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat hubungan antarwarga. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi langkah nyata dalam menjaga keharmonisan di masyarakat.


Melalui kegiatan ini, UM Indonesia berharap dapat terus menjadi tempat lahirnya dialog-dialog positif di tengah masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih luas berbagai kalangan, sehingga semangat toleransi dan persatuan semakin kuat di Kota Bekasi.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)

]]>
Atlet Mahasiswa Hadapi Dilema Latihan dan Akademik, Inovasi Mahasiswi UM Indonesia Tawarkan Solusi Sistemik https://umindonesia.ac.id/atlet-mahasiswa-hadapi-dilema-latihan-dan-akademik-inovasi-mahasiswi-um-indonesia-tawarkan-solusi-sistemik/ Thu, 30 Apr 2026 10:10:18 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9465 Bekasi — Dilema yang dihadapi atlet yang juga berstatus mahasiswa dalam menyeimbangkan tuntutan latihan dan kewajiban akademik masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, seorang mahasiswi UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Hanifah Aulia Rahmah, menghadirkan inovasi yang menawarkan pendekatan sistemik untuk menjawab tantangan tersebut.


Hanifah mengembangkan AULIA Model (Athlete–University–Industry Alignment), sebuah sistem pengelolaan karier ganda (dual-career) bagi atlet mahasiswa yang dirancang tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai mekanisme implementatif yang terstruktur.


Inovasi ini ia presentasikan dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas, yang menilai capaian akademik, kemampuan komunikasi, serta gagasan inovatif mahasiswa. Melalui gagasan tersebut, Hanifah berhasil meraih juara ketiga.


Menurut Hanifah, selama ini banyak atlet mahasiswa di Indonesia harus menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan prestasi olahraga atau menyelesaikan pendidikan tinggi, akibat belum adanya sistem dukungan yang terintegrasi.


“Ada banyak atlet yang akhirnya tertinggal secara akademik atau bahkan harus mengorbankan salah satu jalur kariernya, karena sistem yang ada belum sepenuhnya mendukung keduanya berjalan beriringan,” ujarnya.


Melalui AULIA Model, Hanifah merancang mekanisme implementasi berbasis kelembagaan melalui pembentukan Komite AULIA. Komite ini menjadi pusat koordinasi yang melibatkan lima pihak utama, yakni universitas, industri, pemerintah, komunitas olahraga, dan media.


Komite AULIA bertugas mengintegrasikan berbagai dukungan bagi atlet mahasiswa ke dalam satu sistem terpadu. Cakupannya meliputi penyusunan kebijakan akademik yang lebih fleksibel, penyediaan program beasiswa, pendampingan perencanaan karier, hingga fasilitasi program magang ke dunia industri.


Dengan pendekatan tersebut, AULIA Model tidak hanya menawarkan gagasan, tetapi juga menghadirkan tata kelola yang memungkinkan pengelolaan karier ganda atlet mahasiswa berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.


Program ini dirancang untuk diuji coba di Kota Bekasi dengan melibatkan UM Indonesia (UNISMA Bekasi) sebagai institusi awal. Ke depan, model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai perguruan tinggi lain serta menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan pembinaan atlet di tingkat daerah maupun nasional.


Sejumlah pihak menilai pendekatan kolaboratif seperti ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga, yang tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetitif berakhir.


Hanifah menyebut, partisipasinya dalam Pilmapres bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan gagasan yang berdampak.


“Menjadi mahasiswa adalah tentang memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Harapannya, ke depan tidak ada lagi atlet mahasiswa yang harus memilih antara pendidikan dan olahraga, karena sistem sudah mendukung keduanya,” tuturnya.


Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong inovasi mahasiswa dinilai menjadi faktor penting dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan strategis di masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan olahraga.


Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)

]]>
Lawan Bipolar, Mahasiswi UM Indonesia Sabet Juara Pilmapres lewat Inovasi Kesehatan Mental Anak https://umindonesia.ac.id/lawan-bipolar-mahasiswi-um-indonesia-sabet-juara-pilmapres-lewat-inovasi-kesehatan-mental-anak/ Wed, 29 Apr 2026 08:38:04 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9455 Isu kesehatan mental anak di era digital mendorong mahasiswi Universitas UM Indonesia, Dinda Fahriyatun Khusnaini, menciptakan inovasi “PROGRAM RASA” yang mengantarkannya meraih juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas.


Dalam kompetisi tersebut, Dinda dari Program Studi S-1 Psikologi menghadirkan “PROGRAM RASA: Inovasi Literasi Reflektif Berbasis Komunikasi dan Catatan Emosi Sederhana” yang dirancang sebagai media pendampingan emosional sekaligus stimulasi kognitif anak melalui aktivitas menulis atau menggambar perasaan.


Berbeda dari metode pembelajaran konvensional yang satu arah, program ini menempatkan anak sebagai pusat ekspresi. Anak didorong menyampaikan emosi secara bebas melalui coretan atau tulisan sederhana tanpa tekanan.


“Bukan sekadar metode mengajar konvensional, tetapi lebih tepat sebagai media pendampingan emosional dan stimulasi kognitif,” ujar Dinda.


Dalam implementasinya, PROGRAM RASA menjadikan anak sebagai sumber utama dalam proses komunikasi emosional. Anak menyampaikan apa yang dirasakan melalui coretan atau tulisan mikro tanpa standar benar atau salah, sehingga fokus utamanya terletak pada keberanian mengekspresikan emosi secara jujur.


Program ini juga bertujuan membangun kedekatan emosional (bonding) antara anak dengan orang tua maupun guru, bukan sekadar mengejar capaian akademik. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan generasi digital (Gen Alpha) yang rentan mengalami penurunan kualitas perhatian dan minim interaksi emosional.


“Outputnya bukan nilai akademik, tetapi kedekatan emosional antara anak dan orang dewasa. Ini lebih pada fasilitasi komunikasi,” tambah Dinda.


Dinda mengungkapkan bahwa pencapaiannya memiliki makna personal karena ia tengah menjalani proses pemulihan kesehatan mental. “Kondisi Bipolar Afektif Disorder yang saya hadapi bukan penghalang untuk tetap berprestasi,” ujarnya. UM Indonesia pun menegaskan komitmennya sebagai kampus yang mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi dan berdaya saing global, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi isu-isu strategis, termasuk kesehatan mental.

Humas UM Indonesia 
Abidin Nurfarizi  - Ratih Firdiyah (ed)

]]>
Diterima Wamen Menteri ATR/BPN , UM Indonesia Bekasi Perkuat Kerja Sama dengan LavAni https://umindonesia.ac.id/diterima-wamen-atr-bpn-ossy-dermawan-um-indonesia-bekasi-perkuat-kerja-sama-dengan-lavani/ Tue, 28 Apr 2026 10:05:33 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9441 Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia Bekasi memperkuat langkah strategisnya dalam mendukung pendidikan atlet dengan melakukan kunjungan ke manajemen tim bola voli LavAni dan diterima langsung oleh Wakil Menteri ATR/BPN RI sekaligus manajer tim, Ossy Dermawan, di Artotel Suites Bianti.


Kunjungan ini dipimpin Wakil Rektor III, Prof. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, dalam rangka membahas perpanjangan kerja sama sekaligus implementasi program pendidikan bagi atlet LavAni yang menempuh studi di UM Indonesia Bekasi.


“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Indonesia Bekasi sebagai tempat untuk mengembangkan pendidikan para atlet,” kata Sri Atmaja.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya skema pembelajaran yang fleksibel dan berkelanjutan, agar atlet tetap mampu menjalankan pendidikan tanpa mengganggu performa profesional mereka. Apresiasi atas dukungan kampus terhadap tim LavAni pun turut disampaikan dalam kesempatan tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan secara langsung di pertandingan, sehingga menambah semangat anak-anak,” ujar Ossy.


Sebagai bentuk konkret dukungan, UM Indonesia Bekasi memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa yang juga merupakan atlet LavAni, yakni Prasojo, Musabikhan, Banin Rahastyo, Boy Arnez Arabi, Nanda Waliyu, dan Hendra Kurniawan.


Seluruh mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa penuh (Fullbright), yang menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara seimbang antara akademik dan olahraga prestasi.


Direktur DIKA, Dr. Hasan Basri, menegaskan bahwa kampus hadir tidak hanya sebagai penyedia pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perjalanan karier atlet.


“UM Indonesia Bekasi siap memfasilitasi para atlet yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister,” ujar Hasan Basri.


Sementara itu, Wakil Dekan FKIP, Dr. Tatang Iskandar, menyebut kolaborasi ini sebagai model ideal sinergi antara perguruan tinggi dan olahraga profesional.


“Ini bisa menjadi role model yang baik, di mana atlet berprestasi tetap mampu menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ujar Tatang.


Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk melanjutkan kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan, termasuk penguatan implementasi program pendidikan bagi atlet LavAni di lingkungan UM Indonesia Bekasi. (*)

Abidin Nurfarizi

]]>
Terus Cetak Atlet Nasional, Enam Mahasiswa UM Indonesia Bawa LavAni Juara Proliga 2026 https://umindonesia.ac.id/terus-cetak-atlet-nasional-enam-mahasiswa-um-indonesia-bawa-lavani-juara-proliga-2026/ Mon, 27 Apr 2026 06:41:26 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9433 Yogyakarta - Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) menjadi bagian penting di balik keberhasilan tim bola voli Jakarta LavAni meraih Juara 1 Proliga 2026, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) dalam kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia.


Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) tersebut kembali mencatatkan prestasi gemilang di level nasional. Enam mahasiswa yang tergabung dalam tim juara tersebut adalah Prasojo, Musabikhan, Banin Rahastyo, Boy Arnez Arabi, Nanda Waliyu, dan Hendra Kurniawan.


Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa UM Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi nyata di level profesional nasional. Kontribusi mereka tidak sekadar melengkapi tim. Boy Arnez Arabi tampil impresif hingga meraih penghargaan Best Outside Hitter sekaligus Most Valuable Player (MVP), sementara Hendra Kurniawan menunjukkan performa solid sebagai Middle Blocker. Keberhasilan ini semakin menegaskan kualitas pembinaan atlet di lingkungan PJKR UM Indonesia.


Seluruh mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa penuh (Fullbright), yang menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun olahraga prestasi. Sistem pembinaan yang terintegrasi ini menjadi salah satu kunci lahirnya atlet-atlet kompetitif di level nasional.

Dukungan kampus terhadap prestasi mahasiswa juga ditunjukkan dengan kehadiran langsung jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) saat laga final. Wakil Rektor III, pimpinan Program Studi PJKR, dosen, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) turut hadir memberikan dukungan langsung.


Wakil Rektor III UM Indonesia menyampaikan, “Kami mengucapkan selamat kepada mahasiswa PJKR yang telah meraih prestasi bersama LavAni. Kami turut bangga mahasiswa PJKR UM Indonesia mampu membawa tim LavAni meraih Juara 1 Proliga 2026. Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan prestasi di kampus berjalan optimal dan berdampak di tingkat nasional.”


Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini juga mencerminkan pendekatan pendidikan yang adaptif di UM Indonesia. Melalui kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Dekan FKIP, mahasiswa yang meraih prestasi olahraga di tingkat internasional multievent dapat menjadikan capaian tersebut sebagai bentuk penyelesaian tugas akhir, tanpa harus menempuh skripsi konvensional.


Kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi dan jalur prestasinya, tanpa mengesampingkan kualitas akademik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya didorong untuk lulus, tetapi juga untuk berprestasi secara nyata.


Ke depan, kolaborasi antara PJKR UM Indonesia dan LavAni diharapkan terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya dalam bidang kompetisi olahraga, tetapi juga dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan membawa nama UM Indonesia semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfaizi- Ratih Firdiyah (ed)

]]>
Aplikasi Anti Bullying Ciptaan Dosen UM Indonesia Sukses Raih Pendanaan Kementerian https://umindonesia.ac.id/aplikasi-anti-bullying-ciptaan-dosen-um-indonesia-sukses-raih-pendanaan-kementerian/ Thu, 23 Apr 2026 07:23:32 +0000 https://unismabekasi.ac.id/?p=9338 Bekasi — Di tengah maraknya kasus bullying di sekolah, dosen UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menghadirkan cara baru untuk membantu siswa melindungi diri. Melalui aplikasi Android berbasis pencak silat, siswa dapat mempelajari teknik perlindungan diri dengan cara yang aman serta lebih percaya diri menghadapi situasi berisiko.

Program ini kembali mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada tahun 2026 melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat. Menariknya, ini bukan kali pertama. Program ini merupakan kelanjutan dari hibah serupa yang telah diperoleh sebelumnya pada tahun 2024.

Ketua tim pengabdian, Dani Nur Riyadi, M.Pd, bersama tim yang terdiri dari Dr. Aridhotul Haqiyah dan Dr. Siti Nurhidayah, menghadirkan inovasi yang menggabungkan pendidikan karakter, bela diri, dan teknologi digital.

Menurut Dani, keberhasilan meraih pendanaan dua kali menunjukkan bahwa program ini dinilai memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

“Program ini kami kembangkan secara berkelanjutan. Dari pendanaan sebelumnya, kami lakukan penguatan konsep dan implementasi, hingga akhirnya kembali dipercaya untuk didanai pada 2026,” ujarnya.

Program ini tidak dirancang untuk mendorong siswa berkelahi, melainkan membekali mereka dengan kemampuan melindungi diri secara tepat, aman, dan bertanggung jawab. Aplikasi berbasis Android yang dikembangkan dapat diakses melalui ponsel, sehingga siswa dapat belajar kapan saja, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Melalui aplikasi tersebut, siswa akan mendapatkan materi teknik dasar perlindungan diri berbasis pencak silat, panduan gerakan yang aman, serta edukasi terkait pengendalian diri dan pencegahan kekerasan.

Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s.

Dani berharap, melalui pengembangan aplikasi ini, siswa dapat memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi situasi berisiko tanpa harus menggunakan kekerasan. Ia juga menilai, pemanfaatan teknologi yang dekat dengan kehidupan siswa dapat menjadi cara yang lebih efektif untuk menanamkan kesadaran anti-bullying sejak dini serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Dengan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada satu sekolah, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas. Pendekatan yang memadukan pencak silat dan teknologi digital ini dinilai membuka peluang baru dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.


Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfaizi/Ratih Firdiyah (ed)

]]>