Temu Alumni Fakultas Ekonomi Jadi Katalisator Pengembangan UM Indonesia

BEKASI – Alumni bukan sekadar bagian dari sejarah sebuah perguruan tinggi. Lebih dari itu, alumni merupakan aset strategis yang mampu menjadi penghubung antara dunia akademik dan dunia profesional. Semangat tersebut menjadi benang merah dalam Temu Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang kini telah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia).

 

Kegiatan yang dihadiri sekitar 80 alumni dari berbagai angkatan ini tidak hanya menjadi ajang melepas rindu, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara alumni dan kampus. Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi menegaskan bahwa alumni memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.

 

Ketua Pelaksana Temu Alumni Fakultas Ekonomi, Dr. Ari Dewi Cahyati, S.E., M.SA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk membangun sinergi yang lebih erat antara alumni dan fakultas. Menurutnya, para alumni merupakan bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi yang memiliki pengalaman, kompetensi, serta jejaring yang dapat menjadi modal besar bagi kemajuan kampus.

 

"Alumni merupakan bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi. Kami ingin membangun sinergi, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Banyak alumni yang telah menjadi praktisi maupun melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor. Pengalaman mereka dapat dibagikan kepada adik-adik mahasiswa, mulai dari wawasan dunia kerja hingga membuka jejaring magang dengan dunia industri," ujar Ari.

 

Menurut Ari, kolaborasi dengan alumni menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang saat ini dituntut semakin selaras dengan kebutuhan industri. Kehadiran alumni sebagai praktisi di berbagai bidang diharapkan mampu memperkuat pembelajaran di kelas, menghadirkan pengalaman nyata bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara kampus dan dunia usaha.

 

Sebagai wujud nyata dari sinergi tersebut, Fakultas Ekonomi juga tengah menggagas pembentukan Career Center yang akan menjadi jembatan antara alumni, mahasiswa, dan dunia industri. Ari mengungkapkan bahwa selama ini banyak perusahaan yang menyampaikan kebutuhan tenaga kerja melalui para alumni, namun informasi tersebut masih berjalan secara informal dan belum terkoordinasi dengan baik.

 

"Selama ini banyak permintaan tenaga kerja dari perusahaan yang disampaikan melalui alumni, tetapi belum terwadahi dengan baik. Melalui Temu Alumni ini, salah satu tujuan yang ingin kami capai adalah membangun Career Center agar kebutuhan dunia industri dapat terhubung dengan mahasiswa dan lulusan Fakultas Ekonomi secara lebih terstruktur," jelasnya.

 

Ia berharap, keberadaan Career Center nantinya tidak hanya menjadi pusat informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan program magang, kuliah praktisi, pengembangan kompetensi, hingga pendampingan karier bagi mahasiswa dan lulusan. Dengan demikian, kontribusi alumni tidak berhenti setelah menyelesaikan studi, tetapi terus berlanjut dalam mempersiapkan generasi penerus Fakultas Ekonomi agar semakin siap menghadapi dunia kerja.

 

Selain memperkuat jejaring alumni, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan transformasi UNISMA Bekasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia. Ari berharap perubahan tersebut mampu membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra, serta mendorong UM Indonesia menjadi perguruan tinggi yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Sementara itu, salah satu alumni Fakultas Ekonomi, Julian, menilai bahwa kualitas lulusan Fakultas Ekonomi sejatinya mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

6251454672224849535

Menurutnya, transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia menjadi momentum untuk semakin memperkuat reputasi kampus di mata dunia industri.

 

"Secara kualitas kita mampu bersaing dengan lulusan dari kampus lain. Harapannya, setelah menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia, kampus ini semakin dikenal dan mendapat perhatian dari dunia industri sehingga lulusannya semakin dipercaya," ungkap Julian.

 

Julian juga berpesan kepada mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi di luar materi perkuliahan. Menurutnya, perkembangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga memiliki kemampuan pendukung seperti penguasaan Artificial Intelligence (AI), bahasa Inggris, serta keterampilan digital lainnya yang menjadi kebutuhan dunia industri saat ini.

 

"Jangan hanya fokus pada apa yang diajarkan di kampus. Sekarang kemampuan AI, bahasa Inggris, dan berbagai keterampilan lainnya justru menjadi nilai tambah yang banyak dicari perusahaan," pesannya.

 

Melalui Temu Alumni ini, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia menegaskan bahwa hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti pada prosesi wisuda. Sebaliknya, alumni merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan, memperluas jejaring profesional, serta membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan lulusan. Dengan semangat kolaborasi tersebut, transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia diharapkan tidak hanya menghadirkan identitas baru, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong antara kampus dan alumninya untuk mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. *

Ratih Firdiyah - Nasywa Fadya
Humas UM Indonesia