Teliti Lagu Rossa untuk Skripsi, Alumni PAI UM Indonesia Justru Berakhir Bertemu Sang Penyanyi

Bekasi — Kecintaan terhadap sebuah lagu membawa Alya Novia Irvani, alumni Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID), pada sebuah perjalanan akademik yang unik. Lagu “Takkan Berpaling DariMu” yang dipopulerkan Rossa tidak hanya menjadi lagu yang hampir setiap hari didengarkannya, tetapi juga menjadi objek penelitian skripsi hingga mempertemukannya secara langsung dengan sang penyanyi.

Ketertarikan Alya terhadap lagu tersebut kemudian ia kembangkan melalui skripsi berjudul “Konstruksi Makna Spiritual dan Nilai Keislaman: Studi terhadap Pendengar Lagu ‘Takkan Berpaling DariMu’.” Penelitian tersebut mengkaji bagaimana nilai-nilai keislaman dalam sebuah lagu religi dapat dimaknai secara berbeda oleh setiap pendengarnya serta bagaimana musik dapat menghadirkan pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Alya, lagu tidak selalu sekadar menjadi sarana hiburan. Di balik sebuah karya musik, terdapat pesan yang dapat memberikan refleksi dan makna bagi pendengarnya.

“Menurut aku, lagu ini memiliki pesan yang sangat dalam, yaitu rasa syukur kita kepada Allah. Lagu sering kali hanya didengarkan sebagai hiburan, padahal sebenarnya ada pesan-pesan positif yang ingin disampaikan, terutama pada lagu religi,” ungkap Alya. Mengkaji Nilai Keislaman dan Makna Spiritual

Dalam penelitiannya, Alya membedakan nilai keislaman yang terkandung dalam lirik lagu dengan makna spiritual yang dibangun oleh para pendengarnya. Dari kajian terhadap lagu “Takkan Berpaling DariMu”, ia menemukan sejumlah nilai keislaman, di antaranya rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan, kesadaran untuk selalu mengingat Allah, serta keyakinan bahwa Allah merupakan tempat kembali dan tempat bergantung.

Sementara itu, pengalaman spiritual yang muncul pada setiap pendengar tidak selalu sama. Sebagian pendengar menjadikan lagu tersebut sebagai pengingat untuk senantiasa bersyukur, sedangkan pendengar lainnya merasakan ketenangan ketika mendengarkan lagu tersebut.

Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengalaman tersebut, Alya melakukan wawancara dengan sejumlah penggemar Rossa yang tergabung dalam komunitas Pecinta Rossa. Pendekatan tersebut membantunya melihat bagaimana sebuah karya musik dapat memiliki makna personal sekaligus spiritual bagi pendengarnya.

“Aku ingin mengetahui bagaimana lagu religi bisa memiliki makna yang berbeda dari setiap pendengarnya dan bagaimana lagu itu bisa memberikan pengalaman spiritual kepada pendengarnya,” jelas Alya.

FB_IMG_1787132266800.jpg

Penelitian yang Mempertemukan dengan Rossa

Perjalanan penelitian Alya kemudian menghadirkan pengalaman yang tidak kalah berkesan. Lagu yang menjadi objek skripsinya justru membawanya bertemu langsung dengan Rossa.

Momen tersebut terjadi ketika Alya menghadiri Festival Pahlawan Anak yang diselenggarakan Save the Children di Gandaria City. Dalam kegiatan tersebut, Rossa hadir sebagai salah satu bintang tamu.

Datang bersama teman-teman dari komunitas Pecinta Rossa, Alya membawa skripsinya dengan harapan dapat meminta tanda tangan dari penyanyi yang lagunya menjadi objek penelitian. Di tengah suasana acara yang ramai, kesempatan tersebut akhirnya datang. Rossa mengetahui keberadaan Alya dan memberikan tanda tangan pada skripsinya.

Bagi Alya, pertemuan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Terlebih, keinginannya untuk bertemu dengan Rossa telah muncul sejak dirinya masih kecil.

“Rasanya sudah pasti senang banget, karena memang impian aku dari kecil ingin bisa bertemu sama Rossa, tapi ternyata Allah kasih sampai sejauh ini,” ujar Alya.

Hobi sebagai Sumber Inspirasi Akademik

Setelah menyelesaikan penelitian, lagu “Takkan Berpaling DariMu” memiliki makna yang semakin personal bagi Alya. Lagu tersebut tidak lagi sekadar menjadi karya musik yang disukai, tetapi juga menjadi pengingat untuk selalu bersyukur kepada Allah dan mencari ketenangan dalam berbagai keadaan.

Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ide penelitian dapat berasal dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Minat, kebiasaan, dan hobi yang dimiliki seseorang dapat dikembangkan menjadi gagasan akademik ketika mampu dikaitkan dengan bidang keilmuan yang dipelajari.

Alya pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak menganggap hobi sebagai sesuatu yang terpisah dari dunia pendidikan.

“Apapun hobi kalian, apapun hal yang kalian suka, cobalah untuk kalian selaraskan dengan pendidikan. Jangan pernah berpikir bahwa hobi itu adalah hal yang buruk atau sesuatu yang tidak ada artinya,” pesannya.

Kisah Alya menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ketertarikan personal menjadi sebuah karya akademik. Dari lagu yang didengarkan hampir setiap hari, lahir sebuah penelitian tentang makna spiritual dan nilai keislaman, sekaligus pengalaman berharga yang mempertemukan Alya dengan sosok yang menjadi inspirasi dari objek penelitiannya.

Bagi Program Studi PAI dan UM Indonesia (UM.ID), perjalanan tersebut menjadi contoh bahwa karya akademik dapat tumbuh dari persoalan dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Ke depan, semangat untuk mengembangkan minat, kreativitas, dan gagasan akademik diharapkan terus tumbuh sehingga mahasiswa dan alumni mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga memberikan makna bagi kehidupan. (*) Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah Humas UM Indonesia