Cegah Bullying, UM Indonesia Bikin Aplikasi Self Defense Pencak Silat di Sekolah

Bekasi — Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak pada keamanan serta kenyamanan siswa. Melihat persoalan tersebut, Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menghadirkan inovasi berupa aplikasi Android self-defense pencak silat yang dirancang sebagai sarana edukasi dan upaya pencegahan bullying serta kekerasan di sekolah. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Bani Saleh 1 Bekasi, Kamis (24/9/2026). 


Kegiatan yang dibuka oleh Kepala SMP Bani Saleh 1 Bekasi, Mardhatullah, S.Kom., tersebut diikuti lebih dari 100 siswa dari SMP Bani Saleh 1, SD Bani Saleh 1, dan SD Bani Saleh 5. Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini memadukan teknologi digital, olahraga pencak silat, pendidikan karakter, dan psikologi sebagai pendekatan dalam mencegah bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.


Ketua Pelaksana, Dani Nur Riyadi, M.Pd., mengatakan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital, sehingga pencegahannya membutuhkan pendidikan, penguatan karakter, peningkatan kesadaran, serta keterampilan yang tepat. Melalui aplikasi Android Self-Defense Pencak Silat, peserta didik diperkenalkan pada media pembelajaran yang inovatif dan mudah diakses untuk memahami keselamatan diri serta teknik dasar pertahanan diri yang bersumber dari nilai luhur pencak silat.


Dani menegaskan, konsep self-defense yang diperkenalkan bukan untuk mengajarkan siswa melakukan kekerasan atau membalas tindakan kekerasan. Sebaliknya, program diarahkan untuk membangun rasa percaya diri, pengendalian diri, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan. Nilai-nilai pencak silat seperti sportivitas, penghormatan kepada sesama, pengendalian emosi, kedisiplinan, dan tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa memperoleh materi “Bukan Cari Lawan Tapi Kawan” dari Prof. Dr. Dindin Abidin, M.Si., materi pengenalan pencak silat dan contoh gerakan self-defense dari Imron Rosadi, S.E., serta sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Android Self-Defense dari Dr. Aridhotul Haqiyah, M.Pd. Selain itu, Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si. turut memberikan materi mengenai bullying di sekolah, sehingga peserta didik mendapatkan pemahaman tidak hanya mengenai keterampilan menjaga diri secara fisik, tetapi juga mengenai pentingnya mengenali dan mencegah perilaku bullying dari perspektif psikologis.


Kegiatan ini melibatkan tim lintas bidang keilmuan UM Indonesia, yakni Dani Nur Riyadi, M.Pd. sebagai Ketua Pelaksana, serta Dr. Aridhotul Haqiyah, M.Pd. dan Dr. Siti Nurhidayah, S.Psi., M.Si. sebagai anggota. Kolaborasi bidang Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi serta Psikologi tersebut memadukan aspek keterampilan fisik, teknologi pembelajaran, pendidikan karakter, dan pemahaman psikologis dalam upaya pencegahan bullying dan kekerasan di sekolah.


Tim pelaksana juga menyerahkan peralatan latihan dan plakat kepada SMP Bani Saleh 1 sebagai bagian dari pelaksanaan program. Di akhir kegiatan, Dani mengajak seluruh peserta didik menjadi generasi yang kuat, percaya diri, berkarakter, saling menghormati, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk bullying dan kekerasan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dan menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan bebas dari bullying serta kekerasan. (*) Humas UM Indonesia