Hadirkan Pakar Ekonomi Kreatif, UM Indonesia Pastikan Mahasiswa Punya Kompetensi Digital

Bekasi — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menggelar Kuliah Umum “EKRAF Gen-Z: Membangun Kreativitas, Kompetensi, dan Peluang di Era Digital” pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Restog Krisna Kusuma, S.H., M.Si.Ak., Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, sebagai narasumber.


Mengangkat isu ekonomi kreatif dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, kuliah umum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan peluang usaha, kebutuhan kompetensi, hingga pentingnya membangun kapasitas diri sejak berada di bangku perguruan tinggi.


Dekan FEB UM Indonesia, Dr. Husnul Khatimah, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat memiliki relevansi kuat dengan peran generasi Z dalam perkembangan ekonomi saat ini.


“Kompetensi dan kreativitas yang kalian miliki dapat menjadi modal untuk membuka berbagai peluang, baik peluang kerja maupun peluang usaha,” ujar Dr. Husnul.


Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum berbagi wawasan, tetapi juga menjadi pendukung bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sekaligus mengembangkan potensi di era digital.


Dalam pemaparannya, Restog Krisna Kusuma menyoroti besarnya peluang yang tersedia di sektor ekonomi kreatif. Namun, peluang tersebut berjalan beriringan dengan tantangan persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.


Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di kampus, tetapi juga mengembangkan keterampilan, pengalaman, kemampuan berorganisasi, serta jejaring.


Restog juga mengajak mahasiswa untuk mulai memikirkan dunia usaha sejak sekarang. Menurutnya, pengalaman membangun bisnis tidak harus dimulai dari skala besar.


“Dari bisnis kecil saja biasanya sudah bisa menghasilkan. Ketika Anda membuka bisnis, ilmu yang sudah dipelajari harus diterapkan,” ungkapnya.


Salah satu aspek yang turut ditekankan adalah pemahaman mengenai branding. Restog menjelaskan bahwa branding bukan sekadar persoalan identitas visual atau logo, melainkan berkaitan dengan janji dan pengalaman yang diberikan kepada konsumen.


“Branding bukan hanya sekadar logo yang ditempel, tetapi tentang apa yang Anda berikan kepada konsumen,” jelasnya.


Lebih lanjut, Restog mengingatkan mahasiswa agar tidak menunggu hingga lulus untuk mulai memikirkan rencana karier maupun bisnis. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan waktu yang tepat untuk mempelajari ilmu secara serius sekaligus mulai merancang langkah yang ingin ditempuh.


“Jangan berpikir bahwa ketika lulus baru mulai memikirkan untuk menjalankan bisnis. Mulailah memimpikan dan merencanakan tahapannya sejak sekarang,” katanya.


Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi akademik dengan kemampuan lain yang dibutuhkan dalam dunia profesional. Dalam materi yang disampaikan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman, kemampuan berorganisasi, jejaring, serta kualitas personal.


Hal tersebut mencakup tiga aspek yang menurutnya penting untuk dijaga ketika mahasiswa memasuki dunia kerja, yakni kompetensi, integritas, dan etika.


“Kalian bisa memiliki kemampuan yang baik dan IPK yang tinggi, tetapi kalau tidak memiliki etika, Anda bisa berhenti sampai di situ,” tutur Restog.


Melalui kuliah umum ini, mahasiswa FEB UM Indonesia diajak melihat bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak cukup dibangun melalui capaian akademik semata. Mahasiswa perlu memperkuat keterampilan, pengalaman, kreativitas, integritas, dan kemampuan membangun relasi sebagai bagian dari daya saing individu.


Restog menutup pemaparannya dengan pesan agar mahasiswa membangun kesuksesan melalui target-target yang realistis dan dicapai secara bertahap.


“Kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang dilakukan secara bertahap. Pastikan setiap target yang Anda tetapkan dapat tercapai.”


Kuliah Umum EKRAF Gen-Z menjadi bagian dari upaya FEB UM Indonesia memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan ekonomi kreatif sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja dan peluang usaha di era digital. (*)

Nasywa Fadya
Humas UM Indonesia