Bekasi – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bekasi menggelar Seminar Keuangan Syariah bertajuk “Keuangan Syariah Tangguh, Keluarga Utuh” pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung L UM Indonesia ini menghadirkan Direktur Utama BPRS Patriot Kota Bekasi sekaligus alumni UM Indonesia, Fasihul Islam, S.E.Sy., M.M., sebagai narasumber.
Seminar ini turut dihadiri oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bekasi, Hj. Tati Arianigsih, S.Sos., M.Pd., serta Wuri Handayani, Ibu Wakil Wali Kota Bekasi. Kehadiran keduanya bersama para anggota organisasi wanita dan peserta lainnya semakin memperkuat semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia perbankan, dan organisasi perempuan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Pada seminar tersebut, Fasihul Islam menyampaikan pentingnya membangun ketahanan keuangan keluarga berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Peserta diajak untuk melihat pengelolaan keuangan tidak hanya dari aspek jumlah pendapatan, tetapi juga dari sumber, cara memperoleh, pembelanjaan, hingga pengelolaan harta yang sesuai dengan prinsip halal.
Dalam pemaparannya, Fasihul juga mengajak peserta untuk mengevaluasi kesehatan keuangan keluarga. Ia menyoroti sejumlah kondisi yang perlu dihindari, seperti pengeluaran yang lebih besar daripada pendapatan, pendapatan yang habis untuk membayar utang, tidak memiliki tabungan meski telah bekerja bertahun-tahun, hingga kebiasaan “gali lubang tutup lubang”. Ia juga menegaskan, pentinya memastikan halalnya rezeki yang didapatkan.
“Salah satu poin penting perlu diperhatikan adalah tentang kehalalan rezeki, yang mencakup cara memperoleh penghasilan, sumber rezeki, pembelanjaan, hingga pengelolaan keuangan secara halal. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi keluarga dalam mengambil berbagai keputusan finansial,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Kota Bekasi Hj. Tati Arianigsih, S.Sos., M.Pd., berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara GOW Kota Bekasi dan UM Indonesia.
“Mudah-mudahan kegiatan pada hari ini tidak hanya menjadi kegiatan perdana dan berhenti sampai di sini. Kami berharap ke depan akan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui peran ibu-ibu dan seluruh organisasi yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita Kota Bekasi, kami ingin bersama-sama memberikan kontribusi serta mendukung kebesaran UM Indonesia di Kota Bekasi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wuri Handayani, istri Wakil Wali Kota Bekasi, menilai bahwa perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di lingkungan keluarga dan masyarakat Kota Bekasi. Ibu-ibu yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita memiliki peran yang sangat strategis. Kita dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat,” tuturnya.
Melalui kegiatan iniDirektur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) UM Indonesia, Dr. Hasan Basri, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara UM Indonesia dan organisasi-organisasi wanita di Kota Bekasi.
“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat menjadi langkah awal untuk mendampingi dan mendukung berbagai kegiatan organisasi wanita, sekaligus membangun sinergi yang baik bersama UM Indonesia,” ujar Dr. Hasan Basri.
UM Indonesia (UM.ID) berharap literasi keuangan syariah dapat semakin dipahami dan diterapkan, khususnya dalam lingkungan keluarga. Kolaborasi bersama GOW Kota Bekasi diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Seminar “Keuangan Syariah Tangguh, Keluarga Utuh” menjadi salah satu langkah UM Indonesia (UM.ID) dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif menghadirkan edukasi dan kontribusi bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. (*) Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah Humas UM Indonesia









