Bekasi – Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an Indonesia (LPQQ Indonesia) menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID) yang telah bersedia menyediakan fasilitas kampus sebagai lokasi pelaksanaan sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru ngaji. Dukungan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kompetensi para pendidik Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Audiensi yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 2 Ruang 202 tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan pengelola di lingkungan UM Indonesia. Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua lembaga, khususnya dalam bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor III UM Indonesia, Prof. Sri Atmaja P. Rosyidi, Ph.D., menyambut baik upaya membangun kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama antarlembaga menjadi langkah penting agar berbagai program dapat dijalankan secara lebih sistematis dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Upaya bersama ini tentu kita sambut dengan baik. Semakin kuat kerja sama yang kita bangun, semakin sistematis pula langkah yang dapat kita lakukan. Hal ini tentu akan jauh lebih baik dibandingkan jika kita bekerja sendiri-sendiri,” ujar Prof. Sri.
Ia menambahkan, ruang kolaborasi dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian dan studi, hingga pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
“Di Muhammadiyah sendiri, kami memiliki berbagai lembaga dan komunitas dakwah yang menjadi bagian penting dalam pengembangan dakwah. Karena itu, kerja sama ini juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat dan mengembangkan gerakan dakwah secara lebih terarah dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sementara itu, dari pihak LPQQ Indonesia, program yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga penguatan kapasitas para guru Al-Qur’an. Hal tersebut sejalan dengan tiga misi utama yang menjadi perhatian LPQQ, yakni menjadi wadah pementasan dan pengembangan Duta Aksara Al-Qur’an, menggalang kebersamaan para pegiat Aksara Al-Qur’an dari berbagai pihak, serta mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan guru Al-Qur’an.
Salah satu program yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pelaksanaan sertifikasi bagi guru PAI dan guru ngaji yang dijadwalkan pada tanggal 5. Dalam kesempatan tersebut, LPQQ Indonesia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada UM Indonesia yang telah bersedia menyediakan tempat untuk pelaksanaan sertifikasi tersebut. Dukungan fasilitas dari UM Indonesia dinilai sangat membantu dalam terselenggaranya program peningkatan kompetensi bagi para guru PAI dan guru ngaji.
Selain sertifikasi, peserta juga akan mendapatkan pelatihan atau training pembelajaran klasikal dengan jumlah peserta sekitar 20 hingga 50 orang. Melalui kegiatan ini, LPQQ Indonesia berharap para peserta tidak hanya memperoleh sertifikasi, tetapi juga mendapatkan bekal metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar Al-Qur’an di masyarakat.
LPQQ Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dengan para peserta dan rekan-rekan yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat keberadaan para guru dan pegiat Al-Qur’an di masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi UM Indonesia dan LPQQ Indonesia untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru PAI dan guru ngaji serta penguatan pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat. (*) Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah Humas UM Indonesia


