Bekasi - Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 Bekasi menyelenggarakan Kuliah Umum berjudul “Communication and Language Competencies in The Disruptive Era” pada Kamis, 16 Oktober 2025 bertempat di Gedung Pascasarjana lantai 3 UNISMA Bekasi. Kegiatan akademik ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKSB UNISMA Bekasi.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berlangsung khidmat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FKSB, Saepudin, M.Soc.Sc., yang menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu memperkuat kompetensi komunikasi dan bahasa di tengah tantangan era digital yang penuh dengan disrupsi teknologi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UNISMA Bekasi, Yudha Asmara Dwi Aksa, S.Sos., M.I.Kom., yang menekankan pentingnya adaptasi akademik terhadap perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan tinggi. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis di era transformasi digital.
Memasuki sesi pertama kuliah umum, Siti Khadijah, M.Si. bertugas sebagai moderator dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. dosen Universitas Padjadjaran. Dalam paparannya yang berjudul “Komunikasi yang Tidak Sekadar Bicara: Mengemban Kompetensi Bahasa di Era Disrupsi” Prof. Atwar menjelaskan bahwa masyarakat saat ini hidup dalam era epistemic, di mana komunikasi manusia telah berada dalam logika algoritma. Menurutnya, kemajuan teknologi ditandai dengan kehadiran machine learning dan artificial intelligence (AI) yang berperan besar dalam aktivitas manusia sehari-hari.
Meski memiliki kekuatan pada akurasi dan kreativitas, AI tetap tidak memiliki kepekaan dan empati sebagaimana manusia. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa lulusan komunikasi masa kini perlu memiliki pendekatan multidisiplin, salah satunya kemampuan analisis data, agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.
Mengutip pemikiran
Erving
Goffman, Prof. Atwar menyampaikan bahwa komunikasi bukan sekadar
penyampaian pesan, tetapi juga proses membangun makna dan relasi sosial.
Ia menyinggung fenomena media darling atau afeksi publik, di
mana sosok publik seperti Menteri Purbaya menjadi contoh figur yang memperoleh
kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang beretika, berintegritas, dan adaptif terhadap
perubahan zaman. Prof. Atwar menutup materinya dengan ajakan
agar mahasiswa menjadi komunikator yang beretika, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan
zaman. Selain memberikan penjelasan pembicara memberikan sesi tanya jawab untuk
lebih interaktif kepada mahasiswa.
Setelah sesi pertama, pihak Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa UNISMA Bekasi menyerahkan cendera mata berupa karya mahasiswa FKSB kepada Prof. Dr. Atwar Bajari sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu komunikasi.
Sebelum sesi kedua kuliah umum dimulai, terdapat sesi games edukatif menggunakan aplikasi Kahoot bersama peserta yang dipandu oleh Heri Yusup, M.A., Ph.D. Pada sesi kuliah umum kedua ini dimoderatori oleh Dr. Novita Puspahaty, M.Hum., dengan narasumber Heri Yusup, M.A., Ph.D. dan Dr. Winda Primasari, M.Si. sebagai dosen FKSB UNISMA menyoroti pentingnya sinergi antara kemampuan berbahasa dan komunikasi untuk menghadapi tantangan global di era digital.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada mahasiswa yang aktif selama sesi kuliah umum. Acara diakhiri dengan penutupan dan sesi foto bersama antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa UNISMA Bekasi berharap dapat menumbuhkan generasi akademik yang unggul, adaptif, dan beretika dalam menghadapi perubahan komunikasi di era disrupsi teknologi. (humasunismabekasi)













