Bekasi- Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang saat ini dalam proses transformasi menuju Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID)
kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan
Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UNISMA Bekasi/UM.ID, Prasojo, Boy Arnes A, dan Hendra Kurniawan,
berhasil meraih medali perak pada ajang
33rd SEA Games 2025 di Thailand pada cabang olahraga bolavoli.
Keberhasilan mahasiswa PJKR menembus
kompetisi olahraga internasional tidak hanya mengharumkan nama daerah dan
bangsa, tetapi juga mengangkat reputasi UNISMA Bekasi sebagai perguruan tinggi
yang konsisten mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara optimal. Menanggapi
capaian tersebut, Kaprodi PJKR UNISMA Bekasi, Dr. Aridhotul Haqiyah, M.Pd.,
menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mahasiswa.
“Alhamdulillah, mahasiswa Program
Studi PJKR UNISMA Bekasi/UM.ID berhasil meraih medali perak pada ajang 33rd SEA
Games 2025 di Thailand cabang olahraga bolavoli. Prestasi ini menjadi
kebanggaan bersama, sekaligus mendapatkan pengakuan akademik melalui kebijakan
penyelesaian tugas akhir tanpa skripsi bagi mahasiswa peraih medali SEA Games,”
ujarnya.
Sejalan dengan capaian tersebut,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menerapkan kebijakan tugas akhir
yang fleksibel dan berbasis capaian prestasi mahasiswa. Kebijakan ini
memberikan beberapa alternatif penyelesaian tugas akhir selain skripsi, sesuai
dengan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.
Berdasarkan Surat Keputusan Dekan FKIP
Universitas Islam 45 Nomor L.001/UNISMA.FKIP/KD/IX/2024 tentang Penetapan Tugas
Akhir Mahasiswa FKIP, bentuk tugas akhir mahasiswa dapat berupa skripsi
individu, publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA
3 sebagai penulis pertama dan korespondensi, pendanaan Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk semua skema, maupun capaian prestasi
akademik dan nonakademik lainnya.
Khusus bagi mahasiswa PJKR dengan
prestasi olahraga tingkat internasional, tugas akhir dapat diselesaikan melalui
perolehan medali (juara 1, 2, atau 3) pada kejuaraan internasional
multievent olahraga, baik individu maupun tim. Selain itu, prestasi
nasional seperti juara pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi
(Pilmapres) juga diakui sebagai bentuk capaian pembelajaran.
Tugas akhir non-skripsi tersebut
dilengkapi dengan penulisan autobiografi profil diri, proses latihan, serta
prestasi olahraga yang disusun secara sistematis dan memenuhi kaidah
akademik. Melalui mekanisme ini, mahasiswa tetap memenuhi standar akademik
sekaligus menghasilkan dokumentasi reflektif yang edukatif dan bernilai ilmiah.
Melalui kebijakan ini, FKIP UNISMA
Bekasi berharap dapat terus meningkatkan mutu lulusan, serta meningkatkan daya saing institusi
sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap prestasi mahasiswa di tingkat
nasional maupun internasional. (Humas UNISMA Bekasi)


