Upaya
meningkatkan daya saing dosen Indonesia di tingkat global terus didorong
melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi.
Publikasi pada jurnal bereputasi tinggi, khususnya jurnal Q1, dinilai menjadi
salah satu indikator penting dalam pengembangan karier akademik, termasuk
percepatan jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar.
Akademisi
sekaligus Wakil Rektor 3 Universitas Muhammadiyah Indonesia/UM Indonesia (UNISMA
Bekasi) Prof. Ir. Sri Atmaja P. Rosyidi,
Ph.D., membagikan sejumlah strategi agar artikel ilmiah mampu menembus jurnal
internasional bereputasi. Menurutnya, keberhasilan publikasi tidak selalu
ditentukan oleh kecanggihan topik, tetapi oleh kemampuan peneliti dalam
menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis.
Sebagai Guru Besar dan akademisi senior, Prof. Sri Atmaja dikenal aktif
mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional bereputasi.
Ia juga telah menulis berbagai artikel ilmiah serta buku rujukan di bidang
teknik sipil dan transportasi. Pengalaman panjangnya dalam riset, publikasi,
dan kolaborasi internasional menjadikan beliau sosok yang kompeten dalam
membimbing dosen meningkatkan kualitas karya ilmiah hingga mampu bersaing di
tingkat global.
Salah
satu prinsip utama yang ditekankan adalah Keep It Simple and Short
(KISS). Prinsip ini mendorong penulis untuk menyampaikan ide secara sederhana,
ringkas, dan langsung pada inti persoalan.
“Artikel
yang terlalu rumit justru menyulitkan editor dan reviewer memahami kontribusi
utama penelitian. Penulis perlu fokus pada pesan utama yang ingin disampaikan,”
ujarnya.
Selain
kesederhanaan dalam penulisan, Prof. Sri Atmaja menekankan pentingnya
menonjolkan unsur kebaruan atau kemanfaatan penelitian. Menurutnya, terdapat
dua kriteria utama agar artikel dapat diterima di jurnal bereputasi tinggi.
Pertama,
unsur kebaruan, yakni temuan yang benar-benar belum pernah dipublikasikan
sebelumnya. Kedua, aspek kemanfaatan, yaitu penelitian yang memiliki kontribusi
nyata, dapat dikembangkan, atau diaplikasikan untuk menyelesaikan persoalan
tertentu.
“Penulis
cukup menonjolkan salah satu dari dua aspek tersebut secara tegas dan
konsisten. Tidak harus semuanya baru, tetapi harus jelas nilai tambahnya,”
jelasnya.
Ia
juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan membaca jurnal ilmiah secara
rutin. Dengan membaca artikel dari jurnal bereputasi, peneliti dapat memahami
pola penulisan, metode penelitian, serta cara menyajikan kebaruan yang sesuai
dengan standar internasional.
Menurutnya,
penulis yang ingin menembus jurnal Q1 perlu membiasakan diri mengikuti
perkembangan riset global agar tidak tertinggal dari tren dan isu mutakhir di
bidangnya.
Selain
aspek teknis, kejujuran ilmiah juga menjadi perhatian utama. Prof. Sri Atmaja
menegaskan bahwa menyampaikan keterbatasan penelitian bukanlah kelemahan,
melainkan bagian dari integritas akademik.
“Kejujuran
dalam menyampaikan data dan keterbatasan justru meningkatkan kredibilitas
artikel di mata reviewer,” katanya.
Dalam
kesempatan tersebut, ia juga membahas pentingnya mengikuti konferensi
internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan karier akademik.
Konferensi tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil riset, tetapi juga sarana
membangun jejaring, berdiskusi, dan membuka peluang kolaborasi penelitian
lintas negara.
Melalui
interaksi langsung dengan peneliti dari berbagai negara, dosen diharapkan dapat
memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kualitas riset dan publikasinya.
Strategi
tersebut disampaikan dalam Webinar Coaching Clinic bertajuk “Kiat Sukses Tembus
Jurnal Internasional Bereputasi untuk Percepatan Jabatan Akademik Lektor Kepala
dan Guru Besar” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat (LPPM) UM Indonesia (UNISMA Bekasi) pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang
akademik. LPPM berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia
di lingkungan perguruan tinggi agar mampu bersaing di tingkat global melalui
publikasi ilmiah yang berkualitas.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
