Bekasi – Suasana sore di Panti Asuhan Arrahman, Aren Jaya, terasa lebih hidup dari biasanya. Anak-anak duduk melingkar sambil memegang kanvas kosong, sementara cat warna-warni mulai menghiasi permukaannya. Di samping mereka, mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS dari Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) / Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi mendampingi dengan penuh antusias, membantu menggambar sekaligus memberi semangat.
Sekitar 20-an anak yatim mengikuti kegiatan kreatif bersama para mahasiswa yang merupakan awardee Beasiswa Cendekia BAZNAS angkatan ke-7 sekaligus angkatan pertama dari UM Indonesia/UNISMA Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pesantren 1000 Cahaya yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Bagi anak-anak panti, kegiatan ini bukan sekadar melukis. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang kebersamaan yang hangat bersama kakak-kakak mahasiswa yang hadir untuk berbagi cerita dan keceriaan Ramadan.
Tawa kecil terdengar ketika beberapa anak mencoba mencampur warna cat untuk pertama kalinya. Ada yang menggambar bunga, ada pula yang menuliskan pesan sederhana tentang Ramadan. Dalam kegiatan kreatif tersebut, anak-anak diajak melukis di media kanvas, sebuah aktivitas yang memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas
Program ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS RI bagi para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS di berbagai perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mentor mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS UM Indonesia/UNISMA Bekasi, Retna Dyah Marlangen, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyemarakkan Ramadan dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.
“Pesantren 1000 Cahaya merupakan program yang diinisiasi BAZNAS RI untuk mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia. Tujuannya menyemarakkan Ramadan melalui kegiatan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan dan sambutan dari koordinator beasiswa serta pihak panti asuhan. Setelah itu, anak-anak mengikuti aktivitas kreasi melukis, dilanjutkan dengan sharing kebaikan Ramadan serta tadarus Al-Qur’an bersama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama, yang diakhiri dengan salat Maghrib berjamaah. Pada penutup acara, para mahasiswa juga menyalurkan santunan kepada anak-anak panti.
Sebagai bentuk kepedulian, para mahasiswa memberikan santunan kepada anak-anak berupa uang, alat tulis, serta perlengkapan melukis dasar yang dapat digunakan untuk belajar dan berkreasi. Anak-anak juga menerima bingkisan berupa makanan ringan dan makanan berat. Sementara itu, pihak panti asuhan turut menerima bantuan berupa sembako dan santunan dana.
Salah satu penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS angkatan ke-7, Jia, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna mendalam bagi para awardee.
“Sebagai awardee kegiatan ini sangat bermakna karena kami tidak hanya diberikan kesempatan melanjutkan kuliah dengan bantuan dana yang diberikan, namun juga diberikan kesempatan menjadi perpanjangan tangan para muzakki dan BAZNAS dalam menyebarkan kebaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, momen yang paling berkesan adalah ketika para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak panti dan mendengarkan cerita serta cita-cita mereka.
“Yang paling berkesan adalah saat kami bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti, mendengarkan cita-cita mereka. Bahkan kami juga didoakan secara langsung oleh mereka agar kegiatan perkuliahan kami bisa terus lancar dan dimudahkan sehingga nantinya kami bisa terus bersilaturahmi kembali ke panti,” katanya.
Melalui kegiatan Pesantren 1000 Cahaya tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026), para awardee berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus menumbuhkan kepedulian sosial. Dengan begitu, manfaat beasiswa yang mereka terima tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menebarkan kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)
Humas
Abidin Nurfarizi/ Ratih Firdiyah


