Dari Tanah Papua, Aljim Rumatan Ukir Prestasi Bersama UM Indonesia di Muhammadiyah Games 2026

BEKASI – Ribuan kilometer memisahkan Papua dan Bekasi. Namun jarak itu tidak menghalangi langkah Aljim Rumatan untuk mengejar pendidikan sekaligus prestasi. Merantau dari Tanah Papua ke Kota Bekasi untuk menempuh studi di Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UM Indonesia, Aljim kini menjadi salah satu sosok di balik keberhasilan tim voli kampus meraih gelar juara pada 1st Muhammadiyah Games 2026.


Bagi Aljim, perjalanan menuju pencapaian tersebut bukanlah cerita tentang kemenangan semata. Di balik trofi yang berhasil dibawa pulang, tersimpan kisah seorang mahasiswa perantau yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalani perkuliahan, menyelesaikan tugas akademik, sekaligus berlatih keras demi menjaga mimpinya sebagai atlet.


"Kemenangan ini bukan cuma buat kami yang berada di lapangan, tetapi juga untuk semua yang sudah mendukung dan mendoakan kami," ujar Aljim.


Menjadi mahasiswa sekaligus atlet menuntut disiplin yang tidak sedikit. Setelah menjalani aktivitas perkuliahan, Aljim bersama rekan-rekannya masih harus meluangkan waktu untuk latihan rutin yang kerap berlangsung hingga malam hari. Rutinitas itu dijalani berbulan-bulan sebagai persiapan menghadapi Muhammadiyah Games 2026.


"Perjuangannya sama sekali enggak mudah. Kami harus membagi waktu antara jadwal kuliah yang padat, tugas, dan latihan keras setiap sore bahkan sampai malam," katanya.


Menurut Aljim, tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya soal teknik permainan di lapangan. Menjaga konsistensi dan mengelola tekanan mental selama turnamen menjadi ujian yang harus dilewati seluruh anggota tim.


"Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan mental," ungkapnya.


Puncak ketegangan terjadi pada laga final. Saat skor berlangsung ketat dan tensi pertandingan meningkat, tim voli UM Indonesia sempat berada dalam tekanan. Namun, semangat pantang menyerah membuat mereka mampu membalikkan keadaan.


"Momen paling menentukan adalah di babak kedua pertandingan final. Waktu itu skor sangat ketat dan tensi pertandingan meninggi. Tapi ada satu momen ketika kami berhasil melakukan epic comeback lewat kerja sama tim yang rapi," kenangnya.


Keberhasilan tersebut, menurut Aljim, lahir dari kekompakan yang terus dibangun selama proses latihan. Ia menilai komunikasi yang baik dan kemampuan mengesampingkan ego pribadi menjadi fondasi utama kesuksesan tim.


"Komunikasi dan menurunkan ego masing-masing menjadi kunci kami," ujarnya.


Di tengah perjalanan meraih prestasi, Aljim tidak melupakan sosok-sosok yang selalu memberikan dukungan. Jauh dari keluarga yang berada di Papua, doa orang tua menjadi sumber kekuatan yang terus menyertainya. Sementara di lapangan, kehadiran pelatih menjadi inspirasi yang mendorong tim untuk terus berkembang.


"Selain orang tua yang selalu mendoakan, pelatih adalah inspirasi terbesar kami," tuturnya.


Meski telah berhasil mengukir prestasi di Muhammadiyah Games 2026, Aljim memilih untuk tidak cepat berpuas diri. Baginya, kemenangan tersebut adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang.


"Harapannya kami tidak cepat puas dengan pencapaian ini. Semoga kemenangan ini menjadi batu loncatan untuk turnamen yang lebih besar lagi," katanya.


Dari Tanah Papua hingga kampus UM Indonesia di Bekasi, perjalanan Aljim Rumatan menunjukkan bahwa mimpi tidak mengenal batas geografis. Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang, mahasiswa perantau itu berhasil membuktikan bahwa prestasi dapat tumbuh di mana saja, bahkan jauh dari kampung halaman.

Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)