Generasi Muda Bicara: Pengalaman Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP UNISMA Bekasi Sebagai Delegasi di Konvensi Iklim UNFCCC Mock COP28

Jakarta – Hai, namaku Khalida Alifia Ramadhina, Program studi S1 Ilmu Pemerintahan (IP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi. Aku bersama dengan keempat mahasiswa IP lainnya yaitu Ega Danar Ekayana, Dhea Melani Fitri dan Auf Naufal Kosasih pada tanggal 24-26 November 2023, tim kami terpilih menjadi Delegasi negara Jerman untuk UNFCCC Mock COP28 yang diselenggarakan oleh The Climate Reality Project Indonesia.

Pada simulasi UNFCCC Mock COP28, kami mendapatkan pengalaman berupa diplomasi, negosiasi, dan pentingnya kolaborasi dan tindakan bersama dalam menghadapi tantangan global ini. Dalam simulasi ini, kami telah berperan sebagai perwakilan negara dan organisasi untuk menyusun kebijakan dan tindakan konkret dalam merespons krisis perubahan iklim. Tidak hanya belajar tentang kompleksitas isu pendanaanperubahan iklim, tetapi juga mengasah keterampilan diplomasi, negosiasi, dan advokasi.

Kami bersimulasi mewakili atau menjadi delegasi negara Jerman dalam sidang tersebut dan menyampaikan isu yang sesuai dengan posisi riil negara yang diwakili. Semua itu merupakan bekal berharga dalam menjalani peran sebagai agen perubahan di dunia nyata.

WhatsApp Image 2023-12-05 at 09.56.19

Sekilas tentang UNFCCC COP28

Apa itu UNFCCC COP28? Mungkin sebagian masih ada yang ‘asing’ dengan UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) dan COP (Conference Of Parties) 28, tapi pasti kalian familiar dengan istilah Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca bukan?

Yap, Pemanasan Global terjadi akibat efek rumah kaca (yaitu peristiwa terperangkapnya panas di atmosfer bumi karena adanya gas rumah kaca). Panas matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa malah terperangkap di atmosfer karena gas-gas tertentu yang menghalangi mereka keluar. Gas-gas itu  seperti H2O, CO2, CH4, NO2, dan CFC.

Aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil atau asap pembakaran yang massif akan meningkatkan kosentrasi gas buangan CO2 di atmosfer. Makin banyak gas buangan CO2 di atmosfer makin banyak pula panas matahari yang terperangkap di atmosfer bumi. Alhasil, pemanasan global ini menyebabkan perubahan iklim yang tidak alami. Jangka panjangnya mengakibatkan resiko terhadap ketahanan pangan, keamanan pangan dan kesehatan manusia.

Seriusnya dampak tersebut, maka perlu ada solusi untuk meminimalisir terjadinya perubahan iklim. Salah satunya adalah dibentuk UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) atau Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Dalam UNFCCC ada COP (Conference Of Parties). COP adalah lembaga pembuat keputusan tertinggi dalam konvensi UNFCCC. Konvensi COP diadakan setiap tahun, untuk tahun ini sendiri COP 28 diselenggarakan di Dubai UEA.

 


WhatsApp Image 2023-12-05 at 10.05.09

UNFCCC Mock COP28 Oleh The Climate Reality Project Indonesia

The Climate Reality Indonesia merupakan cabang dari The Climate Reality Project, yaitu organisasi sukarelawan tentang perubahan iklim. Tiap tahunnya, The Climate Reality Indonesia ikut mengadakan MOCK COP28. Simulasi sidang yang dilakukan oleh para mahasiswa se-Indonesia. Mahasiswa sebagai generasi muda perubahan dapat memberikan pendapat, berdiskusi, serta memberikan opsi-opsi solusi untuk permasalahan perubahan iklim. Pada UNFCCC Mock Up COP28 ini diadakan di ruang Auditorium Indonesia Banking School.