Krisis Mental Health 2026 Jadi Sorotan, UM Indonesia Hadirkan “Tenda Curhat” Gratis di Muhammadiyah Day

World Health Organization (WHO) pada 2026 menyoroti kesehatan mental sebagai krisis global yang mendesak. Secara global, 1 dari 8 hingga 1 dari 10 penduduk dunia berpotensi mengalami gangguan kesehatan jiwa, sementara di Indonesia diperkirakan sekitar 28 juta masyarakat menghadapi persoalan kesehatan mental, terutama kecemasan dan depresi pada remaja serta usia produktif. Menjawab kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Indonesia melalui Fakultas Psikologi menghadirkan layanan konsultasi psikologis gratis bertajuk “Tenda Curhat” dalam rangkaian Muhammadiyah Day 2026 di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Bekasi Timur, Minggu (10/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 13.00 WIB tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Dikdasmen PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Fakultas Psikologi UM Indonesia, PUSPAGA Kota Bekasi, Penggiat Keluarga Indonesia, serta Satgas MRBS OPSM MAM 03 Bekasi. Sebanyak 50 masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia, memanfaatkan layanan konsultasi yang disediakan oleh konselor dan psikolog selama kegiatan berlangsung.


Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan asesmen singkat sebelum mengikuti sesi konsultasi secara privat di ruang yang telah disiapkan panitia. Untuk menjaga kenyamanan dan kerahasiaan peserta, layanan konsultasi dilakukan di ruang kelas TK Aisyiyah yang difungsikan khusus sebagai ruang pendampingan psikologis selama acara berlangsung.


Selain layanan konsultasi, Fakultas Psikologi UM Indonesia juga menghadirkan booth edukatif bertema “Stop Normalisasi” dan “Ayo Normalisasi”. Booth tersebut menjadi ruang partisipatif bagi masyarakat untuk menyampaikan pesan sosial terkait kesehatan mental, perlindungan anak, penguatan keluarga, hingga pentingnya membangun lingkungan sosial yang sehat dan suportif.


Salah satu peserta Muhammadiyah Day 2026, Tiara yang merupakan alumni SMA Muhammadiyah 09 Bekasi, menilai kegiatan “Tenda Curhat” cukup menarik dan dekat dengan anak muda. Menurutnya, layanan seperti ini bisa menjadi tempat bagi generasi muda untuk berbagi cerita dan menyampaikan apa yang dirasakan.


“Seru sih, banyak aktivitas juga dari anak-anak sekolah. Menurut aku kegiatan kayak gini bagus buat gen Z yang kadang bingung mau cerita atau mencurahkan isi pikiran dan perasaannya,” kata Tiara.


Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Fakultas Psikologi UM Indonesia dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan mental di tengah masyarakat. Kehadiran layanan psikologis di ruang publik dinilai penting karena mampu mendekatkan akses konsultasi kepada masyarakat yang selama ini masih merasa ragu atau kesulitan mendapatkan layanan pendampingan psikologis.


Melalui kegiatan “Tenda Curhat” di Muhammadiyah Day 2026, UM Indonesia menunjukkan peran aktif perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menghadirkan program edukatif dan layanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka dalam mencari bantuan profesional serta memperkuat budaya peduli terhadap kesehatan mental dan ketahanan keluarga di lingkungan sosial.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)