Kuatkan Kualitas SDM, UM Indonesia Kaji Pedoman Hidup Islami

Bekasi – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) kembali menggelar Pengajian Bulanan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini menghadirkan Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhammad Da'i, M.Si., Apt. sebagai pemateri dengan mengangkat tema "Memahami Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)."

 

Pengajian bulanan tersebut menjadi bagian dari komitmen UM Indonesia dalam memperkuat pembinaan ideologi, akhlak, dan karakter sivitas akademika. Melalui kajian ini, dosen dan tenaga kependidikan diajak untuk memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang menjadi pedoman dalam menjalankan amanah sebagai insan akademik di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Da'i menjelaskan bahwa Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) merupakan seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah sebagai panduan perilaku warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Pedoman tersebut tidak hanya mengatur kehidupan pribadi, tetapi juga mencakup kehidupan dalam keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, menjalankan profesi, berbangsa dan bernegara, hingga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Beliau menegaskan bahwa pengamalan PHIWM harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Seorang warga Muhammadiyah dituntut memiliki akhlak mulia, bekerja dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi amanah, serta menjadikan profesinya sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang profesional sekaligus berlandaskan nilai-nilai keislaman.

 

Dalam konteks pendidikan tinggi, penerapan PHIWM dinilai sangat relevan untuk memperkuat integritas dosen dan tenaga kependidikan. Materi tersebut menekankan pentingnya etos kerja Islami yang diwujudkan melalui sikap disiplin, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, serta menjauhkan diri dari praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti korupsi, kolusi, maupun penyalahgunaan amanah. Selain itu, warga Muhammadiyah juga didorong untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Pengajian ini juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menjadi teladan melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

 

Melalui pengajian bulanan ini, UM Indonesia terus memperkuat budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah. Dengan pemahaman yang semakin mendalam terhadap Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan mampu menjalankan tugasnya secara profesional, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kampus yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan sesuai dengan cita-cita Persyarikatan Muhammadiyah. (*)

Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia