Kukuhkan Visi Baru, UM Indonesia Siapkan Lompatan Strategis Menuju Kampus Berdampak dan Berdaya Saing

BEKASI– Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) resmi memulai langkah konsolidasi strategis dalam rangka menyelaraskan visi, misi, dan budaya organisasi baru. Langkah penting ini ditegaskan dalam agenda Sosialisasi Visi Misi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, serta kepala lembaga di lingkungan kampus UM Indonesia, Bekasi, Selasa/20 Oktober 2026


Pertemuan strategis ini menjadi tonggak penting perjalanan institusi yang sebelumnya dikenal sebagai Universitas Islam 45 (Unisma 45) dan kini bertransformasi di bawah naungan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Transformasi ini diarahkan untuk membangun tata kelola modern, peningkatan mutu berkelanjutan, serta penguatan tradisi fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sebagaimana karakter Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.


Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Indonesia, Prof. Dr. Fauzan M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa babak baru ini menuntut kesiapan seluruh sivitas akademika untuk beradaptasi dengan budaya organisasi yang baru. Menurutnya, konsolidasi tidak sekadar menyatukan bagan struktur organisasi, melainkan menyatukan niat, cara berpikir, dan komitmen bersama untuk melangkah maju.


“Hal mendasar yang harus ditata pertama kali adalah niat dan keteguhan sikap istiqamah (konsisten). Perubahan memerlukan komitmen moral dan kesediaan bekerja bersama. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki posisi strategis dan besar di Bekasi, UM Indonesia harus mampu membalik persepsi publik dan membuktikan kualitas melalui pembenahan tata kelola serta keunggulan mutu layanan,” ujar Prof. Fauzan.


Lebih lanjut, Prof. Fauzan menggarisbawahi bahwa program akademik harus menjawab ekspektasi nyata mahasiswa dan orang tua. Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut mengantarkan mahasiswa lulus tepat waktu dan meraih pekerjaan layak, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi praktis, jejaring kerja sama yang luas, serta karakter dan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia profesional.


Mengutip pesan tokoh pendidikan Prof. Malik Fadjar, beliau menegaskan pentingnya menghadirkan layanan prima yang proaktif. “Layanan kampus harus hadir menjemput kebutuhan mahasiswa, bukan sekadar menunggu permintaan. Dosen pun harus mengedepankan kematangan profesional dan menjadikan mahasiswa sebagai cerminan mutu institusi,” tambahnya.



Menghadapi kompetisi pendidikan tinggi yang kian dinamis, institusi didorong untuk terus menghadirkan kebaruan di setiap semester, baik dalam program, layanan, maupun fasilitas belajar. Prof. Fauzan mengenalkan dua pendekatan perubahan: pembenahan horizontal (mengadopsi praktik baik dari kampus lain) dan lompatan strategi zero to one (menciptakan pembeda unik yang orisinal).


“UM Indonesia harus berani mengeksplorasi ruang inovasi baru yang menjadi identitas khas kita. Reputasi dibangun dengan sikap inklusif, terbuka, dan kemampuan memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” paparnya.


Senada dengan hal tersebut, Rektor UM Indonesia, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa transformasi yang tengah berjalan harus terwujud secara substantif, bukan sekadar pergantian nama atau perubahan administratif belaka.


“Transformasi menuntut stamina panjang, konsistensi, dan keberanian mengambil tindakan. Kita tidak sedang mengubah tampilan luar, melainkan menata ulang fondasi keunggulan institusi,” tegas Rektor. Ia menambahkan bahwa seluruh rumusan strategis dan peta jalan transformasi akan dimatangkan secara komprehensif dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim).


Agenda ini juga diwarnai dialog interaktif mengenai arah riset dan publikasi institusi. Merespons perhatian peserta terkait target publikasi dan hilirisasi riset di lingkungan kementerian, pimpinan BPH menekankan pentingnya dosen memetakan peluang hibah riset dan pengabdian masyarakat secara cermat sesuai dengan klasterisasi dan keunggulan spesifik kampus.


Ke depan, para dosen didorong untuk memperkuat branding kepakaran di ruang publik, sehingga kepakaran individu tersebut turut memperkokoh reputasi keilmuan UM Indonesia. Melalui model pembelajaran transformatif dan kolaborasi yang solid, UM Indonesia optimistis melangkah sebagai kampus unggul, adaptif, dan berdaya saing global dari jantung Kota Bekasi