Bekasi – Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, salah satu kampus Bekasi terkemuka, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Program ini diselenggarakan secara langsung oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) UNISMA Bekasi. Mengusung tema "Desa Tangguh, Mandiri, Berdaulat dan Berdaya Berbasis Digital", program ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah Bekasi. Pembekalan KKN yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Agustus 2025, Gedung L lantai 2, menjadi langkah awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke desa-desa di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Acara pembekalan ini dibuka langsung oleh Rektor UNISMA Bekasi Dr. Amin, S.Pd., M.Si.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA.
Sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah daerah, program KKN UNISMA Bekasi pun melibatkan tokoh-tokoh penting. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA, hadir memberikan sambutan. Dalam sambutannya ia menyampaikan beberapa pesan semangat dan optimis kepada mahasiswa peserta KKN UNISMA Bekasi.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam pembangunan desa. Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang perlu digali dan dikembangkan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia berpesan agar mahasiswa KKN tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga menjadi fasilitator dan inisiator yang mampu membawa inovasi, sehingga desa bisa menjadi lebih mandiri, maju, dan berdaya saing di era digital saat ini.
Rangkaian Materi Pembekalan Bappeda Kabupaten Bekasi, Kepala DPPA, Camat Cabangbungin, Camat Sukakarya
Selain itu, perwakilan dari Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly
Marissatrio, S.E., M.IP., turut hadir untuk memaparkan materi "Arah Baru
Pembangunan Desa." Kehadirannya memberikan perspektif langsung mengenai
kebijakan dan kebutuhan desa di wilayah Bekasi. Kolaborasi ini menegaskan
komitmen pendidikan tinggi Bekasi yang tidak hanya berfokus pada akademik,
tetapi juga berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
Kemudian, materi dilanjutkan dengan pembahasan "Dampak
Informasi Digital dalam Pemasaran Produk dan Peran Anak-anak" yang
disampaikan oleh Kepala DPPPA. Program yang diselenggarakan oleh LPPM ini
secara aktif berupaya menjawab tantangan era digital dengan melatih mahasiswa untuk
menjadi fasilitator digital di desa. Selain materi tersebut, Camat Cabangbungin
dan Camat Sukakarya juga menyampaikan langsung analisis mengenai potensi dan
permasalahan yang ada di desa mereka.
Setelah mendengarkan paparan dari sejumlah perwakilan pemerintah daerah,
mahasiswa menerima materi lanjutan mengenai mekanisme pelaksanaan KKN. Sesi
pembekalan juga mencakup pelatihan inovatif seperti pendampingan budidaya
jangkrik di era Revolusi 5.0, sebuah topik yang sangat relevan untuk mendorong
pemberdayaan ekonomi lokal.
Acara pembekalan yang diinisiasi oleh LPPM ini diharapkan
dapat membekali seluruh mahasiswa KKN dengan pengetahuan dan kesiapan mental
yang mumpuni. Melalui KKN, UNISMA
terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara
keilmuan, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian tinggi, serta mampu menjadi
motor penggerak pembangunan di wilayah Bekasi
dan sekitarnya.
Program KKN Mahasiswa
ini menjadi bukti nyata peran strategis kampus Bekasi dalam memajukan daerah. Mahasiswa UNISMA Bekasi tidak hanya dididik
secara akademis, tetapi juga ditempa menjadi individu yang peka terhadap
masalah sosial dan siap memberikan solusi praktis. (humasunismabekasi)









