Bekasi—Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) membuka peluang nyata bagi mahasiswa untuk kuliah di Korea Selatan melalui program beasiswa dan pertukaran pelajar. Inisiatif ini dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion and Sharing Session bertajuk Global Synergy for Education, Innovation, and Cultural Connectivity” bersama Keimyung College University, Daegu.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama internasional yang telah terjalin melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan diperkuat dengan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi, sebagai dasar implementasi program kolaborasi di bidang pendidikan dan riset.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah program prioritas, antara lain student exchange, peluang beasiswa kuliah di Korea Selatan, kolaborasi riset, serta pengembangan kurikulum berbasis internasional. Materi FGD juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi akademik, mobilitas mahasiswa, dan program budaya sebagai bagian dari peningkatan kompetensi global sivitas akademika.
Selain itu, dirancang pula berbagai program konkret seperti kuliah tamu internasional, workshop teknologi dan digital, program magang industri, serta kegiatan pertukaran budaya Indonesia–Korea.
Ria Marginingsih, S.E., M.B.A., selaku perwakilan UM Indonesia, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya strategis kampus dalam menghadirkan peluang global bagi mahasiswa.
“Melalui kerja sama ini, mahasiswa UM Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri, termasuk melalui program pertukaran pelajar dan beasiswa ke Korea Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, Mikyung Kim, dosen dari Keimyung College University, menilai kolaborasi ini sebagai bagian penting dalam memperkuat konektivitas global di bidang pendidikan.
“Kerja sama ini tidak hanya membuka peluang akademik, tetapi juga memperkuat pertukaran budaya dan inovasi antara kedua negara,” katanya.
Kegiatan FGD ini menjadi langkah konkret UM Indonesia dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh akses pendidikan internasional, tetapi juga pengalaman lintas budaya dan jejaring global yang lebih luas.
Ke depan, kedua institusi menargetkan implementasi program secara bertahap, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, hingga pembukaan akses beasiswa studi di Korea Selatan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran UM Indonesia dalam mencetak lulusan berdaya saing global.
Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)



