Bandung— Universitas
Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang sedang bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia
kembali mencatatkan kebanggaan akademik. Salah satu alumninya, Prof. Dindin
Abidin, M.Si., resmi menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar di
lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Bandung, Selasa, 20 Januari 2026.
Penyerahan SK
tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Rektor UNISMA Bekasi, Prof. Sri
Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, Ph.D., sebagai bentuk dukungan
institusi terhadap capaian akademik sivitas akademika dan alumni.
Prof. Dindin
mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penerimaan SK Guru
Besar ini sebagai momen penting dalam perjalanan panjangnya di dunia
pendidikan.
“Alhamdulillah, SK sudah sah diterima. Saya bangga sebagai alumni UNISMA
Bekasi bisa sampai pada tahap ini,” ujarnya.
Prof. Dindin menuturkan, perjalanan akademiknya dimulai saat menempuh pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) jenjang Sarjana (S1) di UNISMA Bekasi sejak 1988 hingga lulus pada 1993. Setelah menyelesaikan studi, ia langsung mengabdikan diri sebagai dosen dan secara konsisten menekuni bidang keilmuan yang sama.
“Saya masuk tahun 1988, lulus 1993, dan langsung mengajar. Terima kasih UNISMA Bekasi yang menjadi bagian penting dalam perjalanan saya hingga sekarang menjadi profesor,” kata Prof. Dindin Abidin.
Untuk memperkuat kapasitas akademik, Prof. Dindin Abidin melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) di Universitas Indonesia (UI) dan jenjang Doktor (S3) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Hingga kini, Prof. Dindin aktif mengajar pada Program Studi PJKR jenjang Sarjana (S1) serta Pendidikan Jasmani jenjang Magister (S2) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA Bekasi.
Di luar aktivitas akademik, Prof. Dindin juga dikenal aktif berkiprah dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di tingkat daerah hingga nasional. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain sebagai Ketua Umum Perkumpulan Terapis Olahraga Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bekasi, serta anggota Komisi Bidang Sport Biomechanic PB PERSANI. Berbagai amanah tersebut mencerminkan peran Prof. Dindin sebagai akademisi yang secara konsisten menghubungkan keilmuan pendidikan jasmani dengan praktik kepelatihan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia olahraga.
Pengukuhan Guru Besar ini menandai perjalanan panjang pengabdian Prof.
Dindin Abidin di dunia pendidikan, sekaligus
menjadi penegasan bahwa dedikasi yang dijalani secara konsisten mampu membawa
seorang pendidik mencapai puncak prestasi akademik. (humasunismabekasi)
