Mengapa Kesehatan Mental Guru Penting dalam Pendidikan Vokasi?
Bekasi - Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi
menjadi tuan rumah pentingnya diskusi mengenai kesehatan mental guru dalam seminar dan Focus Group Discussion (FGD). Acara kolaboratif antara UNISMA
Bekasi dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Bekasi ini
diadakan pada 31 Juli 2025 di Kampus UNISMA
Bekasi.
Acara ini secara
khusus membahas tema "Kesehatan
Mental Guru dalam Penerapan Deep Learning untuk Memperkuat Karakter Budaya
Industri dan Attitude Lulusan SMK". Fokus acara adalah meningkatkan
kualitas pendidikan vokasi
dengan memastikan kesejahteraan mental para pendidik.
Mendorong Kualitas Lulusan SMK Lewat Deep Learning
Acara dibuka oleh Dr. H. Abdul Khoir HS, Wakil Rektor 3 UNISMA Bekasi, dan Heri Purnomo, S.Psi.,M.M., Ketua MGBK SMK Kota Bekasi, yang keduanya menekankan peran vital kesehatan mental guru sebagai fondasi pendidikan.
Narasumber utama, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., pakar entrepreneur dan akademisi, memaparkan bagaimana kondisi psikologis guru SMK berdampak pada efektivitas pembelajaran. Ia juga menyoroti penerapan deep learning sebagai metode untuk membentuk karakter, kemampuan berpikir kritis, serta sikap profesional (attitude) siswa. Ia menekankan bahwa bekal ini sangat krusial bagi lulusan SMK saat memasuki dunia kerja.
Dalam sesi FGD, para peserta yang terdiri dari guru, akademisi, dan perwakilan industri berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti stres, beban administrasi, dan minimnya pelatihan deep learning. Hasilnya, dirumuskanlah berbagai solusi, antara lain penguatan layanan psikososial dan pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan industri.
Acara ini tidak hanya menyediakan pengetahuan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental bagi para pendidik. Dengan kegiatan ini, Psikologi UNISMA Bekasi menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan kesejahteraan tenaga pengajar. Komitmen ini selaras dengan upaya pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan siap bersaing di era modern. (humasunismabekasi)












