Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Fatah UM Indonesia, Sekretaris PP Muhammadiyah Serukan Persatuan dan Kolaborasi

BEKASI – Ratusan jamaah Muhammadiyah dan ’Aisyiyah memadati Masjid Al-Fatah Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia)/UNISMA Bekasi dalam kegiatan Silaturahim dan Tabligh Akbar Muhammadiyah–’Aisyiyah Bekasi Timur II. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat ukhuwah tersebut menjadi ajang mempererat silaturahim sekaligus memperkuat sinergi antara Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah, pendidikan, serta pelayanan kepada masyarakat.


Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai ranting dan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Bekasi Timur mulai berdatangan memenuhi area masjid. Suasana kebersamaan tampak begitu terasa saat para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan silaturahim, sambutan pimpinan organisasi, hingga tausiyah kebangsaan dan keumatan yang disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.I.P.


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah, tokoh masyarakat, civitas akademika UM Indonesia, serta warga Persyarikatan. Turut hadir Dekan Fakultas Agama Islam UM Indonesia Dr. Akmal Rizki Gunawan Hasibuan, S.Th.I., M.A., perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi H. Ahmad Sugandi, S.H., M.H., M.Ag., serta perwakilan Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Kota Bekasi Nur Rukminingrum, S.Ag.


Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bekasi Timur II Dadang Syuhada dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan UM Indonesia merupakan wujud nyata semangat ta’awun yang selama ini menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.


Menurutnya, kerja sama yang terjalin tidak lahir secara instan, melainkan melalui berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan bersama, termasuk penyelenggaraan Shalat Idulfitri dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya yang melibatkan masyarakat luas.


“Kami bersyukur karena sinergi antara Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan UM Indonesia terus berkembang. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam UM Indonesia Dr. Akmal Rizki Gunawan Hasibuan menegaskan bahwa kampus memiliki komitmen kuat untuk menjadi bagian dari gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Muhammadiyah.


Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan melalui berbagai aktivitas akademik dan sosial kemasyarakatan.


“UM Indonesia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan dakwah Islam dan aktivitas persyarikatan. Kampus harus hadir memberikan kontribusi nyata bagi umat, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Dr. Akmal juga mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada putra-putrinya menempuh pendidikan tinggi di UM Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.


Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah M. Izzul Muslimin, S.I.P. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas organisasi di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia.


Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah yang kini telah berkembang menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia harus mampu menjaga kekuatan internalnya dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan mengurangi berbagai bentuk ego sektoral.


“Kebesaran Muhammadiyah hari ini bukan untuk dibanggakan-banggakan, tetapi untuk dijaga eksistensinya. Kita harus mengikis ego sektoral, mengedepankan musyawarah, serta menaati kaidah persyarikatan dengan semangat sami’na wa atha’na,” tegasnya.


Menurut Izzul Muslimin, tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini tidak hanya berasal dari luar organisasi, tetapi juga bagaimana seluruh unsur Persyarikatan mampu menjaga kesatuan langkah dan visi perjuangan. Karena itu, budaya musyawarah dan kepatuhan terhadap keputusan organisasi harus terus diperkuat agar Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam yang kokoh dan relevan dengan perkembangan zaman.


Pesan tersebut mendapat perhatian besar dari jamaah yang hadir. Beberapa kali peserta tampak menganggukkan kepala dan memberikan respons positif terhadap berbagai pesan yang disampaikan. Tausiyah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme hingga akhir acara.


Selain menjadi forum silaturahim, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dalam memperkuat peran strategisnya di bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan pelayanan masyarakat. Kehadiran UM Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan eratnya hubungan antara Persyarikatan dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang berkemajuan.


Ketua Pimpinan Cabang ’Aisyiyah Bekasi Timur II Hartini menyampaikan harapan agar semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Semoga semangat ta’awun antara Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan UM Indonesia terus berlanjut sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi, program pemberdayaan, dan pelayanan yang semakin berkemajuan bagi umat,” ungkapnya.


Melalui Silaturahim dan Tabligh Akbar ini, Muhammadiyah, ’Aisyiyah, dan UM Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi yang kuat dalam mewujudkan dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang berkualitas, dan pelayanan sosial yang berdampak luas. Semangat persatuan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap umat yang digaungkan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi energi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan masa depan serta memperkuat kontribusi Muhammadiyah bagi kemajuan bangsa dan negara.

Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)