Bekasi — Kawasan Saluran Irigasi Kalimalang yang berada tepat di sisi kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) disulap menjadi panggung pertunjukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Korek dalam sebuah kolaborasi seni lintas komunitas.
Pertunjukan ini mengangkat sejarah Kerajaan Tarumanagara melalui kisah Raja Purnawarman dan pembangunan kanal Candrabhaga serta Gomati. Konsep teater-tari berbasis lokasi (site-specific performance) membuat kawasan Kalimalang menjadi bagian langsung dari jalannya pertunjukan.
Rute pertunjukan dimulai dari Kalimalang hingga Panggung Luar Laboratorium Teater Korek UNISMA Bekasi. Adegan ditampilkan menyatu dengan ruang terbuka, sehingga penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengikuti alur cerita di lokasi yang memiliki keterkaitan dengan tema yang diangkat.
Dalam konteks saat ini, narasi tersebut juga dikaitkan dengan kondisi Bekasi, khususnya persoalan banjir yang kerap terjadi. Air yang pada masa Tarumanagara menjadi simbol kehidupan, kini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Sebagai penggagas utama, Artery Performa menggandeng UKM Teater Korek UM Indonesia serta berbagai komunitas seni, dengan melibatkan kekuatan seniman dan kelompok teater dari Bekasi dan sekitarnya. Kolaborasi ini menghadirkan UKM Mahasiswa Pecinta Alam Tapak Giri UM Indonesia, SvaraTheater SMK Bina Karya Mandiri, Teater Maji STBA JIA, Sanggar Noer Institut Attaqwa KH. Noer Alie, Sanggar Wayang Golek Chandra Komara, serta didukung komunitas kreatif lainnya seperti Karinding Laboratory, Koloni Semut, Kopi Yil, HIRPALA Indonesia. Kolaborasi ini memperlihatkan ekosistem seni Bekasi yang aktif, kolaboratif, dan terus berkembang.
Stage Manager dalam pertunjukan sekaligus perwakilan Teater Korek, Chiko Agesto, menyampaikan bahwa pertunjukan ini dirancang untuk menghubungkan cerita masa lalu dengan kondisi saat ini.
“Kami ingin menghadirkan kembali sejarah dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat. Kalimalang menjadi ruang yang relevan untuk melihat hubungan antara masa lalu, lingkungan, dan kehidupan hari ini,” ujarnya.
Pertunjukan ini menjadi bentuk edukasi kultural yang dikemas melalui seni pertunjukan. Selain menghadirkan karya kreatif, kegiatan ini juga mendorong kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.
Melalui keterlibatan dalam kolaborasi lintas komunitas ini, Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi di ruang publik. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekosistem seni dan budaya yang berdampak bagi masyarakat.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)
