Bekasi-Di tengah meningkatnya persoalan kesehatan generasi
muda—mulai dari minimnya aktivitas fisik hingga gaya hidup yang makin
pasif—peran guru olahraga kembali mendapat perhatian. Bukan semata sebagai
pengajar di lapangan, tetapi sebagai figur penting yang membentuk kebiasaan
hidup sehat sejak usia sekolah. Semangat inilah yang mengemuka dalam Pelatihan
Senam Bugar Sepanjang Usia (SBSU) Seri 1 yang diselenggarakan melalui kerja
sama UM Indonesia (UNISMA Bekasi) dan Penggemar Olahraga Senam Indonesia
(PORSI) Kota Bekasi di Aula Suyati UM Indonesia, Selasa (10/2/2026).
Sebanyak 140 guru olahraga SD dan SMP se-Kota Bekasi
mengikuti pelatihan ini. Dalam kegiatan yang memadukan ruang kampus dan
komunitas olahraga tersebut, peserta tidak hanya mempelajari rangkaian gerakan
senam, tetapi juga cara mengajarkannya agar aktivitas fisik di sekolah
benar-benar berdampak bagi siswa—mulai dari kebugaran hingga pembentukan
kebiasaan hidup aktif.
Ketua PORSI Kota Bekasi, Dr. Hj. Ekowati, S.Pd., yang juga
merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia), menegaskan
bahwa kualitas pendidikan jasmani sangat bergantung pada kesiapan guru.
“Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Kalau
gurunya aktif dan paham cara mengajarkan senam dengan benar, budaya hidup sehat
akan terbentuk dengan sendirinya,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, kampus tidak hanya menjadi tempat
kegiatan, tetapi juga ruang penguatan kapasitas guru. Pelatihan memperkenalkan
gerakan senam khas PORSI yang dikembangkan secara mandiri. Secara struktur,
rangkaiannya tetap melalui tahapan pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan,
namun dikemas lebih dinamis agar bisa diterapkan di lingkungan sekolah dengan
beragam kondisi.
Menurut Ketua PORSI Kota Bekasi, Dr. Hj. Ekowati, S.Pd.,
pendekatan senam SBSU dirancang agar mudah diterima semua kalangan. “Gerakannya
ringan tapi tetap bikin semangat. Peserta tetap aktif dan merasa lebih
bertenaga. Tua-muda bisa ikut,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan gerakan sendiri dilakukan agar
PORSI memiliki standar yang jelas dan mudah diterapkan oleh guru di lapangan.
Dengan satu acuan yang sama membuat para guru lebih percaya diri mengajarkannya
ke siswa.
Isu kebugaran anak sekolah kian menguat seiring perubahan
pola hidup generasi muda. Para guru melihat perbedaan mencolok dibandingkan
beberapa tahun lalu. “Dulu anak lari dua putaran masih kuat. Sekarang cepat
lelah dan malas bergerak. Pengaruh gawai dan gim terasa sekali,” ungkap Ibu
Diah dari SDN Atawa Kranggan peserta tersebut.
Di sisi lain, Kementerian Pendidikan telah mendorong
pelaksanaan senam bersama minimal satu kali dalam sepekan melalui program Senam
Anak Indonesia Hebat. Dalam konteks ini, kerja sama antara UM Indonesia dan
PORSI menjadi bagian dari upaya menyiapkan guru agar lebih siap menerapkan
kebijakan tersebut di sekolah. Sebagai organisasi di bawah naungan KORMI, PORSI
juga rutin mengembangkan program lanjutan, mulai dari pelatihan hingga
kompetisi. Program SBSU sendiri dirancang berkelanjutan. Pada Rabu (11/2/2026),
pelatihan akan dilanjutkan dengan melibatkan guru SMA se-Kota Bekasi dalam sesi
penuh hingga sore hari.
Melalui kerja sama ini, kampus hadir bukan sekadar sebagai
tuan rumah, melainkan mitra strategis dalam menjembatani isu besar kesehatan
generasi dengan praktik nyata di ruang kelas. Sebab, membangun generasi yang
bugar tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari guru yang
bergerak, mengajar, dan memberi teladan hidup aktif setiap hari. (*)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)


