UNISMA Bekasi, UMS, dan MGBK SMK Kota Bekasi Gelar Workshop Terapi Konseling “Mengobati Luka Batin”

Bekasi — Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang sedang berproses menuju Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMK Kota Bekasi menggelar Workshop Terapi Konseling bertema “Mengobati Luka Batin”, Kamis (18/12/2025), di lantai 3 Gedung Pascasarjana UNISMA Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 guru BK SMK se-Kota Bekasi.

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi psikologi, yakni Dr. Siti Nurhidayah, M.Psi. (Psikolog UNISMA Bekasi/UM ID), Fajar Ruddin, S.Psi., M.Sc., M.A. (Dosen dan Praktisi Psikologi UMS), serta Faqih Nugroho Effendi, S.Psi., Cht (Human Capital Trainer & Clinical Hypnotherapist). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru BK dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis peserta didik yang semakin kompleks.

UNISMA Universitas Islam 45 bekasi UMID Universitsa Muhammadiyah Indonesia Mengobati Luka Batin MGK SMK Kota Bekasin

Acara dibuka oleh Prof. Latipun, Ph.D., Wakil Rektor II UNISMA Bekasi – UM ID Bidang Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Usaha. Ia menyampaikan pentingnya penguatan pendekatan psikologi positif dalam layanan BK.

“Mengobati luka batin memang tidak mudah, namun inilah tantangan besar bagi guru BK. BK tidak hanya hadir untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga menumbuhkan dan mengembangkan potensi psikologis siswa melalui pendekatan psikologi positif dalam kerangka kesejahteraan,”

Ia juga menyampaikan refleksi bahwa peran membantu tidak terbatas pada profesi tertentu.

“Setiap orang, dalam keadaan apa pun, sebenarnya memiliki kemampuan untuk membantu orang lain. Bahkan seseorang yang sedang terluka pun masih bisa menjadi penolong bagi sesamanya,” tambahnya.

UNISMA Universitas Islam 45 bekasi UMID Universitsa Muhammadiyah Indonesia Mengobati Luka Batin MGK SMK Kota Bekasi2

Senada dengan hal tersebut, Dr. Triyono, M.Si., Direktur DAA (Direktorat Admisi & Akademik) UMS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru BK saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, workshop ini diadakan sebagai ruang belajar dan berbagi agar guru BK memiliki bekal yang lebih kuat dalam mendampingi siswa.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Siti Nurhidayah, M.Psi., menyampaikan bahwa luka batin pada siswa tidak dapat dipahami semata sebagai persoalan perilaku. Ia menjelaskan bahwa luka batin merupakan pengalaman emosional menyakitkan yang tidak terselesaikan, tersimpan dalam sistem emosi, dan terus memengaruhi cara individu memaknai diri, orang lain, serta lingkungan sekitarnya.

Luka batin dapat muncul akibat pengalaman traumatis, emosi yang tidak tersalurkan, serta cara pandang negatif terhadap peristiwa yang dialami, sehingga berdampak langsung pada perilaku siswa di sekolah. Dalam konteks ini, guru BK memiliki peran penting sebagai pendamping awal, terlebih di tengah pengaruh media digital yang membuat tekanan emosional siswa semakin cepat dan kompleks.

UNISMA Universitas Islam 45 bekasi UMID Universitsa Muhammadiyah Indonesia Mengobati Luka Batin MGK SMK Kota Bekasi4

Narasumber berikutnya, Fajar Ruddin, memaparkan materi dari perspektif neuropsikologi. Ia menjelaskan bahwa luka batin pada remaja berkaitan erat dengan perkembangan otak yang belum matang sepenuhnya. Pada fase remaja, bagian otak yang berfungsi mengendalikan emosi dan berpikir rasional masih berkembang, sementara pusat emosi dan rasa ancaman justru sangat aktif.

Kondisi ini menyebabkan remaja dengan luka batin cenderung lebih impulsif, mudah tersinggung, salah menafsirkan teguran, serta kesulitan menenangkan diri. Perilaku seperti agresif, menarik diri secara ekstrem, sinis, tidak percaya kepada guru, hingga penurunan prestasi akademik bukanlah bentuk kemalasan, melainkan tanda kelelahan psikologis. Oleh karena itu, guru BK diharapkan mampu menghadirkan rasa aman, memvalidasi emosi siswa, membantu regulasi emosi sederhana, serta melakukan rujukan ke tenaga profesional bila diperlukan.

UNISMA Universitas Islam 45 bekasi UMID Universitsa Muhammadiyah Indonesia Mengobati Luka Batin MGK SMK Kota Bekasin5

Narasumber selanjutnya, Faqih Nugroho Effendi memperkenalkan pendekatan hipnokonseling melalui berbagai teknik relaksasi dan permainan sederhana. Pendekatan ini dinilai menjadi kunci penting agar konselor dapat membantu siswa mengakses perasaan dan pikiran terdalam secara aman. Hipnokonseling bertujuan mendukung proses konseling agar lebih efektif, humanis, dan sesuai dengan kondisi psikologis siswa.

Melalui workshop ini, diharapkan para guru BK memperoleh pemahaman yang lebih utuh, baik secara teoritis maupun praktis, dalam mendampingi peserta didik yang mengalami luka batin, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjawab tantangan kesehatan mental generasi muda. (Humas UNISMA Bekasi)

 

UNISMA Universitas Islam 45 bekasi UMID Universitsa Muhammadiyah Indonesia Mengobati Luka Batin MGK SMK Kota Bekasi6