Usai Juara Internasional, Metode Latihan Cricket Ciptaan Dosen UM Indonesia Didanai Kementerian

Bekasi — Dosen UM Indonesia (UNISMA Bekasi) mengembangkan metode latihan cricket berbasis situasi pertandingan nyata untuk membantu meningkatkan kemampuan atlet pemula, khususnya dalam teknik fielding dan pengambilan keputusan di lapangan.


Pengembangan metode latihan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program hibah penelitian dosen.


Pengembangan cricket di lingkungan UM Indonesia juga dibuktikan lewat prestasi tim UKM Cricket UM Indonesia yang berhasil meraih juara pada ajang  kategori Open Tournament. Turnamen internasional tersebut diikuti sejumlah tim dari berbagai daerah dan negara yang menjadi bagian dari kompetisi cricket tahunan di Bali.


Penelitian ini dipimpin Hasan Basri, M.Pd., bersama Aisya Kemala dan melibatkan mahasiswa pascasarjana. Menurut Hasan, selama ini latihan fielding cricket masih banyak berfokus pada teknik dasar dan belum banyak menyesuaikan dengan situasi pertandingan sebenarnya.


“Banyak atlet pemula bisa melakukan teknik dengan baik saat latihan, tetapi kesulitan ketika harus mengambil keputusan cepat di dalam pertandingan. Karena itu kami mencoba membuat model latihan yang lebih realistis,” ujar Hasan Basri.


Melalui metode ini, atlet akan dilatih menggunakan berbagai simulasi kondisi pertandingan, seperti tekanan waktu, pergerakan lawan, hingga situasi permainan yang berubah cepat. Dengan cara tersebut, atlet diharapkan tidak hanya terampil secara teknik, tetapi juga lebih sigap membaca permainan.


Hasan mengatakan pendekatan latihan seperti ini penting untuk membantu meningkatkan kualitas pembinaan atlet cricket, terutama bagi pemain pemula yang sedang membangun kemampuan dasar bermain.


Penelitian dilakukan bersama atlet cricket pemula yang tergabung dalam Persatuan Cricket Indonesia Kota Bekasi. Selain menghasilkan model latihan baru, penelitian ini juga ditargetkan melahirkan buku panduan latihan dan publikasi ilmiah.


Menurut Hasan, dukungan pendanaan dari kementerian menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk terus menghadirkan inovasi di bidang olahraga dan pengembangan sport science di Indonesia.


“Kami berharap hasil penelitian ini nantinya bisa digunakan lebih luas oleh pelatih maupun sekolah cricket dalam membina atlet muda,” katanya

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)