Bekasi – Transformasi digital di sektor konstruksi
terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam perencanaan
infrastruktur. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknik Sipil Fakultas
Teknik UM Indonesia menyelenggarakan webinar bertajuk "Desain Geometrik
Jalan dengan Menggunakan Building Information Modelling (BIM)" pada Jumat
(10/7) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Chairul Amin, ST,
Konsultan Perencana Geometri Jalan, sebagai narasumber utama.
Webinar dibuka oleh Eko Darma, ST., MT., selaku
Kaprodi Teknik Sipil UM Indonesia, dan dimoderatori oleh Ninik Paryati, ST.,
MT. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, dosen, praktisi, hingga
masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya
manusia di bidang perencanaan infrastruktur berbasis teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Chairul Amin menjelaskan bahwa
perkembangan teknologi telah mengubah cara perencanaan jalan dari metode
konvensional menuju sistem yang lebih terintegrasi melalui Building Information
Modelling (BIM). Teknologi ini tidak hanya menghasilkan model tiga dimensi,
tetapi juga mampu mengintegrasikan data perencanaan sehingga proses desain
menjadi lebih efektif, efisien, dan akurat.
Menurutnya, penerapan BIM memberikan berbagai
kemudahan dalam proses perencanaan geometrik jalan, mulai dari penyusunan
desain awal, visualisasi trase jalan, analisis kondisi lapangan, hingga penyusunan
gambar kerja yang saling terhubung dalam satu model digital. Pendekatan ini
dinilai mampu meminimalkan kesalahan desain sekaligus meningkatkan kualitas
hasil perencanaan.
Selain membahas konsep dasar desain geometrik
jalan, webinar juga mengulas penerapan BIM menggunakan perangkat lunak Autodesk
InfraWorks dan Civil 3D. Peserta diperkenalkan pada proses pemodelan jalan
berbasis digital yang memungkinkan perencana melakukan simulasi desain,
analisis geometrik, serta evaluasi berbagai alternatif sebelum proyek memasuki
tahap konstruksi.
Tidak hanya itu, narasumber turut menyampaikan
studi kasus dan praktik terbaik (best practice) dalam penerapan BIM pada proyek
infrastruktur jalan. Melalui contoh implementasi tersebut, peserta memperoleh
gambaran mengenai bagaimana teknologi digital mampu mendukung proses
pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.
Eko Darma menyampaikan bahwa penyelenggaraan
webinar ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Teknik Sipil UM Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri
konstruksi. Menurutnya, penguasaan teknologi seperti BIM menjadi kompetensi
yang semakin dibutuhkan oleh lulusan Teknik Sipil di tengah percepatan
transformasi digital pada sektor infrastruktur.
Melalui webinar ini, Program Studi Teknik Sipil
UM Indonesia berharap peserta semakin memahami pentingnya penerapan Building
Information Modelling dalam perencanaan geometrik jalan. Di tengah pembangunan
infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia, penguasaan teknologi digital
diharapkan menjadi bekal bagi calon insinyur untuk menghasilkan perencanaan
yang lebih efisien, akurat, dan berkelanjutan.*
Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia
