Bekasi – UM
Indonesia menerima kunjungan silaturahmi
dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi dalam rangka memperkuat
sinergi sekaligus membahas pembaruan nota kesepahaman (MoU) terkait program
beasiswa dan pengembangan kolaborasi di berbagai bidang. Pertemuan yang
berlangsung di Kampus UM Indonesia tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi
program yang telah berjalan sekaligus merancang langkah strategis ke depan demi
meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang
mampu.
Hadir
dalam pertemuan tersebut Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DIKA) UM
Indonesia, Dr. Hasan Basri, M.PA., bersama Wakil Rektor III UM Indonesia, Prof.
Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, S.T., M.Sc.Eng.,
PG-Certf., Ph.D., P.Eng., IPU., ASEAN.Eng., CPPM., APRM., Dip. Project
Management., Ketua Pusat Pengembangan Penerimaan Mahasiswa Baru (KP3MB) A.
Mayang H., Retna Dyah M. dari Bidang Kerja Sama dan Kesejahteraan Mahasiswa
(Kerjakesma), serta Dr. Akmal dari Fakultas Agama Islam (FAI). Sementara itu,
dari BAZNAS Kota Bekasi hadir Ahmad Tosari, Syamsul B.I., dan M. Fauzi Amar.
Dalam
kesempatan tersebut, Dr. Hasan Basri menyampaikan bahwa UM Indonesia menyambut
baik pembaruan kerja sama dengan BAZNAS sebagai bentuk komitmen bersama dalam
mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama ini tidak hanya perlu
dipertahankan, tetapi juga dikembangkan melalui berbagai program yang
memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Dari
pihak BAZNAS Kota Bekasi disampaikan bahwa program beasiswa merupakan salah
satu bentuk komitmen lembaga dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan
sedekah untuk mendukung pendidikan generasi muda. Saat ini program beasiswa
telah memasuki angkatan ke-11, dengan konsep pemerataan melalui program Satu
Beasiswa Satu Kecamatan, sehingga memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari
berbagai wilayah di Kota Bekasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam
waktu dekat, BAZNAS juga akan membuka kembali pendaftaran beasiswa angkatan
terbaru. Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui penilaian akademik,
wawasan keislaman, wawasan kebangsaan, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi
calon penerima. Mahasiswa yang lolos seleksi diharapkan memiliki prestasi
akademik dan diutamakan berasal dari keluarga dhuafa.
BAZNAS
menjelaskan bahwa setiap tahun jumlah pendaftar beasiswa cukup tinggi. Dari
sekitar 50 calon penerima yang mengikuti proses seleksi, hanya sekitar 12
mahasiswa yang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
Setelah dinyatakan lolos, para penerima diberikan kebebasan untuk memilih salah
satu perguruan tinggi mitra BAZNAS di Kota Bekasi. Pada periode sebelumnya,
dari 12 penerima beasiswa tersebut, delapan mahasiswa memilih melanjutkan
pendidikan di UM Indonesia, sementara sisanya memilih perguruan tinggi mitra
lainnya. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan penerima beasiswa terhadap
UM Indonesia sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
Selain
proses seleksi, evaluasi terhadap mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi
perhatian utama. BAZNAS menilai monitoring dan pendampingan mahasiswa masih
menjadi tantangan, terutama dalam menjaga komunikasi aktif dengan para penerima
beasiswa. Oleh karena itu, pelaporan perkembangan studi, kehadiran dalam
kegiatan pembinaan, serta capaian akademik menjadi bagian penting dalam proses
evaluasi. Mahasiswa juga diwajibkan menjaga Indeks Prestasi (IP) sesuai
ketentuan program sebagai bentuk tanggung jawab terhadap beasiswa yang
diterima.
Pada
kesempatan yang sama, BAZNAS Kota Bekasi turut memberikan apresiasi kepada
Fakultas Agama Islam UM Indonesia yang secara konsisten menyalurkan zakat dan
infak melalui BAZNAS. Komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi
fakultas-fakultas lain dalam membangun budaya berbagi dan memperkuat
pengelolaan zakat secara terstruktur.
Selain membahas
pembaruan MoU dan program beasiswa, kedua belah pihak juga mendiskusikan
peluang kerja sama di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu
gagasan yang mengemuka adalah pengembangan program pendampingan usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), termasuk potensi sinergi dengan pelaku usaha di
lingkungan kampus sebagai upaya menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Melalui
silaturahmi ini, UM Indonesia dan BAZNAS Kota Bekasi menegaskan komitmen untuk
terus memperkuat kemitraan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan,
pengembangan karakter mahasiswa, serta pemberdayaan masyarakat. Diharapkan
pembaruan kerja sama yang segera direalisasikan mampu menghadirkan lebih banyak
peluang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengenyam pendidikan tinggi sekaligus
memperluas kontribusi kedua institusi dalam membangun sumber daya manusia yang
unggul dan berdaya saing. *
Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia




