Bekasi – Universitas
Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam
mencetak lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu
menjadi pencipta lapangan kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian
kegiatan Mata Kuliah Kewirausahaan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang
diawali dengan Gebyar Produk Kewirausahaan pada Rabu (15/7/2026) dan
dilanjutkan dengan Seminar Kewirausahaan (KWU 2026) pada Kamis (16/7/2026).
Rangkaian kegiatan ini
dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori kewirausahaan di ruang
kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam membangun usaha sekaligus
mendapatkan wawasan langsung dari pelaku bisnis yang telah sukses.
Pada hari pertama,
mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan hasil kreativitas mereka
melalui Gebyar Produk Kewirausahaan yang mengusung tema "Mendayagunakan
Kreativitas dan Kompetensi Digital untuk Memulai Usaha." Berbagai stan
bazar menghadirkan produk kuliner, fashion, kerajinan, hingga produk kreatif
lainnya sebagai implementasi pembelajaran kewirausahaan di kampus.
Kegiatan tersebut dibuka
secara resmi oleh Wakil Rektor I UM Indonesia, Prof. Dr. Muhammad Da'i, M.Si.,
Apt. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki
tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman
dan memiliki keberanian membangun usaha secara mandiri.
"Kalau lulusan kita
bisa menciptakan lapangan kerja dengan UMKM, maka mereka bukan hanya menjadi
pencari kerja, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat melalui
terbukanya peluang kerja baru," ujar Prof. Muhammad Da'i.
Sebagai penguatan materi,
pada keesokan harinya UM Indonesia menggelar Seminar Kewirausahaan (Seminar KWU
2026) di Gedung I Lantai III. Seminar bertema "Membangun Motivasi dan Kiat
Berwirausaha bagi Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Kewirausahaan" tersebut
menghadirkan Ira Diyah Loka, entrepreneur yang merupakan Owner Ledefia Cake
& Bakery, Owner Sinergi Indonesia Consulting, Ketua OlsaMart PaDi UMKM
Bekasi, Sekretaris APII DPC Kota Bekasi, serta Dewan Pembina Ikatan Muslimah
Inspiratif Indonesia (IMII).
Dalam pemaparannya, Ira
Diyah Loka mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memulai usaha sejak masih
kuliah. Menurutnya, kesuksesan dalam berwirausaha tidak ditentukan oleh
besarnya modal, melainkan oleh keberanian untuk memulai, kemauan belajar, dan
konsistensi dalam mengembangkan usaha.
"Jangan menunggu
semuanya sempurna untuk memulai usaha. Mulailah dari apa yang kita miliki hari
ini, terus belajar, dan jangan takut gagal karena setiap proses adalah
pengalaman yang akan membawa kita menjadi entrepreneur yang lebih baik,"
ujar Ira Diyah Loka.
Ia juga menekankan bahwa
perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang semakin luas bagi
generasi muda untuk membangun bisnis. Kreativitas, kemampuan membaca peluang
pasar, serta membangun jejaring menjadi modal penting agar mahasiswa mampu
bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.
"Di era digital,
peluang usaha terbuka untuk siapa saja. Yang membedakan adalah siapa yang
berani mengambil peluang, terus berinovasi, dan mampu memberikan nilai tambah
bagi masyarakat," tambahnya.
Melalui perpaduan antara
bazar produk dan seminar inspiratif, mahasiswa memperoleh pengalaman yang utuh,
mulai dari mengembangkan ide bisnis, memasarkan produk, melayani konsumen,
hingga mendapatkan motivasi dan strategi langsung dari praktisi yang telah berpengalaman
di dunia usaha.
Rangkaian kegiatan ini
menjadi wujud nyata komitmen UM Indonesia dalam membangun ekosistem
kewirausahaan di lingkungan kampus. Sejalan dengan semangat
#KuliahDekatKarirCepat, UM Indonesia terus menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan
teori, praktik, dan kolaborasi dengan dunia industri guna melahirkan lulusan
yang unggul, kreatif, inovatif, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi
melalui pengembangan usaha dan UMKM. (*)
Nasywa Fadya - Ratih Firdiyah
Humas UM Indonesia
