Ratusan Mahasiswa PGSD UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Tampilkan Tari dan Angklung dalam Grand Concert “Senandung Tiga Harmoni”

Bekasi — Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Indonesia/UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menampilkan seni tari dan seni musik angklung dalam pagelaran Grand Concert bertajuk “Senandung Tiga Harmoni (Natya Swara Saundarya)” di Aula Suyati UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester 3 dan 7 dari mata kuliah Seni Tari dan Seni Angklung. Dalam pertunjukan tersebut, tampil 12 kelompok tari dan 3 kelompok angklung, serta dimeriahkan kolaborasi dengan Band Padjadjaran dari Universitas Padjadjaran. Pagelaran ini juga berhasil menarik minat masyarakat dengan terjualnya sekitar 250 tiket kepada penonton umum.

Mahasiswa semester 7, Ade Rusmania, mengatakan bahwa persiapan Grand Concert dilakukan selama satu semester penuh sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Kami mempersiapkan acara ini sejak awal perkuliahan, mulai dari latihan rutin, penguatan konsep, hingga teknis pertunjukan. Semua dijalani bersama selama satu semester,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-02-07 at 17.34.08

Ketua pelaksana kegiatan, Saaiiqull Muktafi, semester 7,  menjelaskan bahwa Grand Concert Senandung Tiga Harmoni bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa di bidang seni tari dan musik, sekaligus membangun karakter dan kepercayaan diri sebagai calon pendidik.

“Tujuan utama kami adalah mengembangkan kemampuan seni mahasiswa. Tahun ini konsep acara lebih ditonjolkan pada seni tari dan musik, dengan modifikasi agar lebih menarik bagi masyarakat Bekasi yang selama ini minatnya masih terbatas,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Band Padjadjaran menjadi salah satu strategi untuk memeriahkan acara sekaligus meningkatkan daya tarik pertunjukan.

“Kami mulai persiapan sejak September 2025. Tantangan terbesar adalah menyelaraskan para pengisi acara. Namun hal ini bisa kita atasi dengan koordinasi bersama hingga seluruh rangkaian acara berjalan maksimal,” jelasnya.

Saaiiqull berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pelestarian budaya, khususnya seni tari kreasi, di kalangan generasi muda.

“Sebagai mahasiswa PGSD, kami nantinya akan mengajar anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana mengenalkan tari kreasi yang dibuat sendiri, sehingga budaya tradisional tetap lestari,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-02-07 at 17.37.41

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD, Arrahim,S.Pd.,M.Pd menilai praktik seni tari dan musik memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan dan karakter mahasiswa.

“Mata kuliah seni tari wajib di semester 3. Mahasiswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga dilatih menjadi tutor tari. Ini penting untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan mengajar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran seni di PGSD juga mencakup angklung dan karawitan, serta telah menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam mengelola pertunjukan, bekerja sama, dan mengekspresikan budaya. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai guru di masa depan,” tambahnya.

Ke depan, panitia berencana menjadikan Grand Concert Senandung Tiga Harmoni (Natya Swara Saundarya) sebagai agenda rutin tahunan, dengan konsep yang terus dikembangkan untuk menjaring lebih banyak peminat seni tari dan musik, sekaligus memperkuat peran mahasiswa PGSD dalam pelestarian budaya lokal dan nasional.

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)