Kembangkan Pakan Ikan Otomatis dan Wisata Perairan, Dosen Teknik Mesin dan Elektro UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Raih Pendanaan

Bekasi — Upaya memperkuat sektor perikanan sebagai penopang ketahanan pangan nasional kini bergerak ke arah digitalisasi. Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Elektro UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Taufiqur Rokhman, S.T., M.T., dan Aeri sujatmiko, M.T., berhasil meraih Hibah Program Dana Padanan (PDP) Tahun 2025 atau Matching Fund untuk mengembangkan sistem Autonomous Fish Feeding terintegrasi yang mendukung swasembada pangan dan penguatan aquatourism di Malang.

 

Hibah tersebut merupakan skema kolaboratif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui platform Kedaireka yang mendorong hilirisasi riset perguruan tinggi agar berdampak langsung pada masyarakat dan mitra pemerintah. Dalam proyek ini, Taufiqur bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kota Malang sebagai mitra implementasi.

 

Penelitian bertajuk “Autonomous Fish Feeding Terintegrasi Mendukung Swasembada Pangan dan Aquatourism Malang” lahir dari persoalan klasik yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan, yakni pemberian pakan di kolam berukuran besar yang masih dilakukan secara manual. Cara tersebut dinilai menyita waktu dan tenaga, sekaligus berpotensi menurunkan efisiensi produksi.

 

Melalui riset pengabdian kepada masyarakat ini, Taufiqur merancang sistem pemberian pakan berbasis sensor yang mampu bekerja sepenuhnya otonom tanpa campur tangan manusia. Sistem ini dapat mengatur waktu dan jumlah pakan secara otomatis, menyalakan serta mematikan mesin sesuai kebutuhan, hingga menghindari tabrakan saat beroperasi di kolam.

 

“Selama ini sistem yang digunakan masih bersifat semi otomatis. Dengan teknologi ini, seluruh proses berjalan secara otonom sehingga lebih efisien dan konsisten,” ujar Taufiqur dalam kegiatan pemaparan hasil penelitian.

 

WhatsApp Image 2026-02-12 at 16.27.55

Teknologi tersebut dikemas dalam bentuk satu unit speedboat mini yang bergerak di permukaan kolam. Meski jumlahnya masih terbatas karena menyesuaikan dengan pendanaan, alat dirancang agar dapat digunakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hasil uji coba menunjukkan sistem pakan otomatis ini telah berfungsi optimal dan mendapat respons positif dari pihak mitra. Setelah dinyatakan layak, alat hibah tersebut resmi diserahkan kepada Dinas Perikanan Kota Malang untuk mendukung operasional budidaya ikan.

Selain meningkatkan produktivitas, inovasi ini juga diarahkan untuk memperkuat konsep aquatourism atau wisata perairan. Kehadiran teknologi modern di lokasi budidaya diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi tentang perikanan berbasis teknologi.

Namun, dalam pelaksanaannya, penelitian ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan bahan dan komponen di dalam negeri sehingga sebagian harus didatangkan dari luar negeri. Selain itu, proses alih teknologi kepada mitra juga membutuhkan waktu karena penggunaan sistem otomatis memerlukan pemahaman teknis yang memadai.

“Teknologi ini tidak hanya soal alat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Edukasi menjadi bagian penting agar sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, proyek ini didukung melalui skema Program Dana Padanan (PDP) dengan komposisi pembiayaan 70 persen dari pemerintah dan 30 persen dari perguruan tinggi serta mitra. Skema tersebut memungkinkan riset terapan berjalan lebih optimal melalui kolaborasi pembiayaan dan implementasi bersama.

WhatsApp Image 2026-02-12 at 16.27.54 (1)

Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi dengan dukungan dosen dari UM Indonesia (UNISMA Bekasi) dan universitas lain. Kolaborasi eksternal melibatkan HJ. Lis Setyowati dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda dan M. Husen Hutagalung dari Institut Pariwisata Trisakti. Selain itu, mahasiswa juga turut berpartisipasi aktif dalam proses perancangan dan pengujian alat.

Melalui inovasi ini, Taufiqur berharap teknologi pakan ikan otonom dapat menjadi solusi nyata bagi pembudidaya ikan, khususnya di wilayah Malang dan sekitarnya. Lebih dari itu, riset ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus membuka peluang baru di sektor wisata berbasis perairan.

“Jika teknologi ini dikembangkan lebih luas, bukan hanya efisiensi yang meningkat, tetapi kesejahteraan pembudidaya dan daya tarik wisata daerah juga ikut tumbuh,” pungkasnya. (*)

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

WhatsApp Image 2026-02-11 at 13.21.23

Taufiqur Rokhman, S.T., M.T.,