Inovasi Energi Surya, Dosen Teknik UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Raih Pendanaan Riset LPDP

Bekasi — Di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih, inovasi datang dari dunia kampus. Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, yang tengah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia), berhasil meraih pendanaan riset nasional melalui program RISPRO Invitasi Berkemajuan LPDP untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya yang sekaligus menjadi ruang belajar ramah lingkungan di sekolah.


RISPRO Invitasi Berkemajuan merupakan program pendanaan riset yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bekerja sama dengan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendorong lahirnya inovasi dan penelitian unggulan di perguruan tinggi Muhammadiyah.


Riset tersebut mengangkat judul “PLTS Carport Multifungsi untuk Green School SMA Muhammadiyah 9 Bekasi” yang dipimpin oleh Dr. Setyo Supratno, S.Pd., M.T dari UM Indonesia (UNISMA Bekasi). Penelitian ini melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Dr. Izza Anshory, S.T., M.T dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Hasyim Asyari, S.T., M.T dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta Aeri Sujadmiko, S.T., M.T dan Fajar Prihesnanto, S.T., M.T dari UM Indonesia (UNISMA Bekasi.


Melalui riset ini, tim peneliti mengembangkan konsep PLTS Carport, yaitu pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di area parkir sekolah dan dirancang sebagai ruang multifungsi berbasis energi terbarukan. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber listrik ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang interaktif bagi siswa.


Ketua tim peneliti, Dr. Setyo Supratno, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar teknologi energi terbarukan dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.


“Melalui fasilitas ini, siswa tidak hanya belajar teori tentang energi terbarukan di kelas, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana energi matahari diubah menjadi listrik dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Carport tenaga surya tersebut dirancang memiliki beberapa fungsi sekaligus. Selain sebagai area parkir yang teduh, fasilitas ini juga akan dimanfaatkan sebagai ruang belajar terbuka berbasis energi terbarukan, area istirahat siswa, serta stasiun pengisian kendaraan listrik yang memanfaatkan energi matahari. 


Sistem pembangkit listrik ini juga akan dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan produksi energi dari panel surya dipantau secara real-time melalui dashboard digital. Dengan teknologi tersebut, siswa dan guru dapat mempelajari data produksi energi, efisiensi penggunaan listrik, hingga proses kerja sistem energi surya secara langsung.


Pengembangan riset ini direncanakan berlangsung secara bertahap, mulai dari pembangunan prototipe hingga implementasi sistem PLTS secara penuh di lingkungan sekolah. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan Green School Muhammadiyah, sekaligus model pemanfaatan energi terbarukan yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya. 


Selain mendukung pembelajaran, sistem energi surya ini juga berpotensi membantu sekolah mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional sekaligus menanamkan kesadaran penggunaan energi bersih sejak dini. Riset ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya model Green School Muhammadiyah berbasis energi terbarukan yang dapat diterapkan di berbagai sekolah lainnya. (*)

Humas 
Tiaran Rosita/ Ratih Firdiyah