UM Indonesia/UNISMA Bekasi Cetak Mahasiswa Berprestasi, Beri Tips Jitu Lolos Pilmapres

Mahasiswa yang ingin mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di UM Indonesia/UNISMA Bekasi perlu menyiapkan lebih dari sekadar nilai akademik. Ide yang orisinal, kemampuan membaca masalah di sekitar, hingga komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi bekal penting untuk bisa bersaing. Hal ini dibagikan langsung oleh tim penilai dan finalis Pilmapres dalam diskusi daring bersama calon peserta tingkat universitas.


Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III, Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, S.T., M.Sc.Eng., PG-Certf., Ph.D., P.Eng., IPU., ASEAN.Eng., CPPM., APRM., Dip. Project Management, yang menekankan bahwa Pilmapres merupakan ajang untuk menunjukkan kualitas mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kepemimpinan, kreativitas, dan kontribusi sosial. Ia menyampaikan, “Mahasiswa adalah individu berusia 18–30 tahun yang memiliki peran penting sebagai agent of change, pengontrol sosial di masyarakat, sekaligus iron stock atau calon penerus bangsa. Gagasan dalam Pilmapres bukan seperti tugas kuliah biasa. Ide harus benar-benar genuine, melihat peluang atau masalah yang ada di masyarakat.”


Prof. Sri Atmaja juga mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bijak. “Jangan sampai karya ilmiahnya murni dari AI tetapi penulisnya tidak memahami isi tulisannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus memperluas wawasan dan aktif berdiskusi. “Bacaannya sudah bukan hanya media sosial lagi. Mahasiswa Pilmapres harus punya wawasan yang luas, bahkan di luar bidang ilmunya. Mahasiswa yang berprestasi bukan hanya dilihat dari IPK, tetapi juga dari keaktifan organisasi, prestasi kokurikuler, dan kontribusi sosial, serta kemampuan komunikasi yang baik.”

WhatsApp Image 2026-03-09 at 15.07.00

Tim penilai Dr. Aridhotul Haqiyah, M.Pd. menjelaskan komponen penilaian Pilmapres yang perlu diperhatikan. “Penilaian Pilmapres terdiri dari capaian unggulan, gagasan kreatif, serta kemampuan bahasa Inggris. Komposisinya capaian unggulan 35 persen, gagasan kreatif 35 persen, dan kemampuan bahasa Inggris 30 persen. Gagasan kreatif harus karya ilmiah yang orisinal dengan konsep atau strategi pemecahan masalah berdasarkan data akurat. Pastikan gagasan memiliki kebaruan, relevansi dengan masalah nyata, solusinya jelas, dan bersifat aplikatif.”


Sementara itu, tim penilai Irnie Victorynie, M.Pd., Ph.D. menekankan bahwa banyak peserta Pilmapres gagal menonjolkan gagasannya karena ide yang diajukan tidak didukung data yang kuat atau solusinya terlalu umum. “Cari masalah yang nyata, real, dan aktual. Dari situ baru dikembangkan gagasan yang inovatif dan solutif. Jangan hanya mengambil ide yang sudah umum, tapi lihat persoalan yang belum banyak disentuh. Target harus jelas dan bisa dievaluasi,” jelasnya.


Dalam aspek bahasa Inggris, penilai Syabaningrum Prihartini, M.Hum. menekankan kemampuan berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. “Pada tahap seleksi, peserta akan mengikuti wawancara one-on-one dan presentasi. Banyak peserta menjawab terlalu singkat, padahal jawaban yang detail menunjukkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa yang baik. Contohnya, menceritakan diri sendiri, kegiatan saat waktu luang, atau menjelaskan gagasan secara runtut. Suara juga harus jelas, jangan pelan.”


Selain itu, Sya’baningrum juga memberikan catatan positif. “Banyak peserta memiliki wawasan yang baik dan kemampuan bahasa Inggris yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Ada yang sangat percaya diri ketika mempresentasikan gagasan, dan terlihat bahwa mereka benar-benar memahami ide yang dibuat. Ini menjadi nilai plus yang menonjol bagi peserta yang siap bersaing ke tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.


Finalis Pilmapres 2025, Yasmin Fathimah Farid, membagikan pengalaman dan tips praktisnya. “Untuk mengikuti Pilmapres, perlu mempersiapkan berkas yang mendukung untuk maju ke tingkat nasional, seperti sertifikat, pengalaman organisasi, dan karya tulis ilmiah sesuai tema yang ditentukan. Jangan gunakan karya lama. Buat folder khusus untuk sertifikat nasional, internasional, dan provinsi supaya rapi dan mudah dicari. Persiapan sejak awal sangat membantu supaya saat seleksi semua berkas lengkap dan tersusun dengan baik.”


Dengan berbagai tips ini, UM Indonesia/UNISMA Bekasi berharap lahirnya mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, komunikatif, dan siap menjadi agen perubahan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Humas
Abidin Nurfarizi/ Ratih Firdiyah