Lawan Krisis Percaya Diri, Mahasiswa Sastra Inggris UM Indonesia Jadi Duta Pembicara Muda Indonesia

Bekasi — Di tengah masih banyaknya generasi muda yang merasa ragu menyampaikan pendapat di ruang publik, kemampuan public speaking menjadi keterampilan penting yang perlu terus dilatih. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi yang saat ini tengah berproses transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia), Sin Syifa Auliya, berhasil terpilih sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia 2026.


Program Duta Pembicara Muda Indonesia merupakan wadah pengembangan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta keberanian menyampaikan ide secara terbuka dan inspiratif.


Sin Syifa menjelaskan bahwa proses seleksi dalam program tersebut melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran hingga penilaian kemampuan komunikasi dan penyampaian gagasan.


“Prosesnya dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi, kemudian dilanjutkan dengan penilaian kemampuan komunikasi, pemikiran, serta kontribusi dalam bidang public speaking. Melalui beberapa tahapan tersebut, peserta dinilai berdasarkan kemampuan menyampaikan ide, kepercayaan diri, dan komitmen untuk menginspirasi generasi muda. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk terpilih sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia 2026,” ujarnya.


Bagi Sin Syifa, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi sebuah prestasi pribadi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus belajar serta mendorong generasi muda agar lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan.


Duta pembicara muda indonesia 2026 sin syifa sastra inggris um indonesia unisma bekasi (3)

Dokumentasi saat menghadiri kegiatan diskusi bersama tim Duta Pembicara Muda Indonesia di Gedung DPR RI

“Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya sebuah gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk terus belajar dan berkembang. Sebagai mahasiswa, saya merasa ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi, berbagi inspirasi, serta membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.


Ia juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk tidak takut berbicara dan menyampaikan pendapat.


“Jangan takut untuk mencoba dan berbicara. Public speaking adalah kemampuan yang bisa dilatih melalui pengalaman, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar. Mulailah dari hal kecil, seperti berani menyampaikan pendapat di kelas atau mengikuti kegiatan diskusi, karena setiap kesempatan berbicara adalah proses untuk berkembang,” tuturnya.

Duta pembicara muda indonesia 2026 sin syifa sastra inggris um indonesia unisma bekasi (2)

Dokumentasi saat mengikuti sesi wawancara di kantor Duta Pembicara Muda Indonesia terkait pentingnya public speaking dan pengembangan diri bagi generasi muda

Duta Pembicara Muda Indonesia, Founder ILA Education (English Language and Arabic Lesson) dan Content Creator

Selain menjalankan perannya sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia, Sin Syifa juga dipercaya sebagai Brand Ambassador Duta Pembicara Muda Indonesia yang turut merepresentasikan berbagai program pengembangan public speaking melalui kegiatan edukasi dan pembuatan konten di media sosial resmi organisasi tersebut.


Di bidang pengembangan diri, ia juga aktif sebagai Founder ILA Education (English Language and Arabic Lesson), sebuah komunitas pembelajaran yang ia dirikan untuk mengajarkan bahasa Arab dan bahasa Inggris kepada masyarakat serta generasi muda.


Tak hanya itu, melalui aktivitasnya sebagai content creator, Sin Syifa juga membangun saluran edukasi pengembangan diri melalui Saluran WhatsApp yang membagikan berbagai tips mengenai personal branding, growth mindset, serta langkah awal menjadi content creator bagi generasi muda.


Duta pembicara muda indonesia 2026 sin syifa sastra inggris um indonesia unisma bekasi (1)

Dokumentasi saat menjadi narasumber dalam podcast Duta Pembicara Muda Indonesia dengan tema “Berani Membangun Personal Branding melalui Media Sosial”

Beberapa karya konten edukasi yang ia buat di media sosial bahkan telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap karya kreatif yang ia kembangkan.


Ke depan, Sin Syifa berharap dapat terus aktif dalam berbagai kegiatan edukatif yang berkaitan dengan pengembangan diri, khususnya dalam bidang public speaking. Ia juga berencana berbagi pengalaman melalui diskusi, sharing session, maupun konten edukatif yang dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan ide dan gagasan.


Melalui perannya sebagai Duta Pembicara Muda Indonesia 2026, ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani menyampaikan gagasan serta berkontribusi positif bagi masyarakat. (*) Humas Tiaran Rosita / Ratih Firdiyah