Bekasi- Pemanfaatan tanaman liar seperti eceng gondok dan pelepah pisang menjadi produk kerajinan bernilai guna menjadi salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM Indonesia (UNISMA Bekasi) di Desa Muara Bakti. Subur, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, mengangkat kegiatan pengolahan bahan alami tersebut menjadi produk seperti paper bag dan tempat tisu.
Tanaman yang kerap dianggap sebagai limbah ini ternyata dapat diolah menjadi produk yang fungsional sekaligus memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan eceng gondok dan pelepah pisang juga tidak lepas dari kondisi lingkungan sekitar yang memiliki sumber bahan baku melimpah.
“Eceng gondok dan pelepah pisang di sini cukup melimpah, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya menjadi produk yang lebih bernilai. Selain membantu mengurangi limbah, kegiatan ini juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi warga,” ujar Subur.
Proses pembuatan produk tersebut masih dilakukan secara manual. Eceng gondok dan pelepah pisang terlebih dahulu dikumpulkan lalu dikeringkan. Setelah itu, bahan tersebut diblender hingga halus sebelum dicampurkan dengan bubur kertas dan lem sebagai perekat.
Campuran bahan tersebut kemudian dicetak menggunakan alat sederhana yang menyerupai alat sablon. Setelah dicetak, produk kembali melalui proses pengeringan hingga benar-benar siap digunakan.
Tahap pengeringan menjadi proses yang paling memakan waktu. Karena masih mengandalkan kondisi cuaca dan pengeringan alami, proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga tujuh hari hingga produk benar-benar kering.
Proses yang masih dilakukan secara manual menunjukkan bahwa pengolahan limbah menjadi produk kerajinan tetap dapat dilakukan dengan cara sederhana dan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Potensi pengembangannya sebenarnya ada. Tantangan terbesarnya ada di sumber daya manusia. Jika masyarakat sudah terbiasa dan mampu menjalankan prosesnya, bukan tidak mungkin produk ini bisa berkembang lebih besar,” ungkap Subur.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut mengangkat potensi lokal yang ada di desa. Pemanfaatan tanaman seperti eceng gondok dan pelepah pisang menjadi contoh bahwa limbah yang sering dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya pengelolaan sampah yang sebelumnya telah dijalankan di Desa Muara Bakti melalui program Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu (SIPANDU) yang diinisiasi oleh Karang Taruna setempat bersama mitra terkait. Program tersebut turut mendorong berbagai upaya pemanfaatan limbah agar lebih bernilai guna bagi masyarakat sekitar. (*)
Humas
Tiaran Rosita / Ratih Firdiyah
