Lawan Bipolar, Mahasiswi UM Indonesia Sabet Juara Pilmapres lewat Inovasi Kesehatan Mental Anak

Isu kesehatan mental anak di era digital mendorong mahasiswi Universitas UM Indonesia, Dinda Fahriyatun Khusnaini, menciptakan inovasi “PROGRAM RASA” yang mengantarkannya meraih juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas.


Dalam kompetisi tersebut, Dinda dari Program Studi S-1 Psikologi menghadirkan “PROGRAM RASA: Inovasi Literasi Reflektif Berbasis Komunikasi dan Catatan Emosi Sederhana” yang dirancang sebagai media pendampingan emosional sekaligus stimulasi kognitif anak melalui aktivitas menulis atau menggambar perasaan.


Berbeda dari metode pembelajaran konvensional yang satu arah, program ini menempatkan anak sebagai pusat ekspresi. Anak didorong menyampaikan emosi secara bebas melalui coretan atau tulisan sederhana tanpa tekanan.


“Bukan sekadar metode mengajar konvensional, tetapi lebih tepat sebagai media pendampingan emosional dan stimulasi kognitif,” ujar Dinda.


Dalam implementasinya, PROGRAM RASA menjadikan anak sebagai sumber utama dalam proses komunikasi emosional. Anak menyampaikan apa yang dirasakan melalui coretan atau tulisan mikro tanpa standar benar atau salah, sehingga fokus utamanya terletak pada keberanian mengekspresikan emosi secara jujur.


Program ini juga bertujuan membangun kedekatan emosional (bonding) antara anak dengan orang tua maupun guru, bukan sekadar mengejar capaian akademik. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan generasi digital (Gen Alpha) yang rentan mengalami penurunan kualitas perhatian dan minim interaksi emosional.


“Outputnya bukan nilai akademik, tetapi kedekatan emosional antara anak dan orang dewasa. Ini lebih pada fasilitasi komunikasi,” tambah Dinda.


Dinda mengungkapkan bahwa pencapaiannya memiliki makna personal karena ia tengah menjalani proses pemulihan kesehatan mental. “Kondisi Bipolar Afektif Disorder yang saya hadapi bukan penghalang untuk tetap berprestasi,” ujarnya. UM Indonesia pun menegaskan komitmennya sebagai kampus yang mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi dan berdaya saing global, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi isu-isu strategis, termasuk kesehatan mental.

Humas UM Indonesia 
Abidin Nurfarizi  - Ratih Firdiyah (ed)