Baleg DPR Lepas Wisudawan FAI UM Indonesia, Tekankan Atasi Masalah Masyarakat

BEKASI – Pelepasan calon wisudawan dan wisudawati Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) berlangsung istimewa dengan kehadiran Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T. Dalam pembekalannya, ia mengingatkan para lulusan agar tidak kehilangan identitas sebagai kaum intelektual yang kritis dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.


“Mahasiswa itu aktivis. Jangan pernah hilang identitas itu meskipun nanti sudah lulus. Aktivis bukan sekadar turun ke jalan, tetapi mereka yang memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat, berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, dan ikut menghadirkan solusi,” tegas Ahmad Doli di hadapan para calon wisudawan.


Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Ahmad Doli dalam kegiatan pelepasan yang diikuti oleh 79 calon wisudawan dan wisudawati Fakultas Agama Islam UNISMA Bekasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan bangsa. Karena itu, semangat kritis, kepedulian sosial, dan keberanian menyampaikan gagasan harus tetap dijaga meskipun telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.


Selain menekankan pentingnya menjaga semangat aktivisme intelektual, Ahmad Doli juga mengingatkan para lulusan untuk terus belajar sepanjang hayat. Menurutnya, wisuda bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk mengembangkan kapasitas diri dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


“Jangan pernah bosan belajar. Wisuda bukan tanda berakhirnya proses pendidikan, tetapi awal dari perjalanan pembelajaran yang sesungguhnya. Dunia terus berubah dan mereka yang mampu bertahan adalah mereka yang terus belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.


Kegiatan pelepasan calon wisudawan dan wisudawati tersebut menjadi momentum penting menjelang prosesi wisuda. Selain menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi atas capaian akademik mahasiswa, acara ini juga menjadi wadah pembekalan agar para lulusan siap menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Kehadiran Ahmad Doli sebagai narasumber utama memberikan nilai tambah bagi kegiatan tersebut karena para peserta memperoleh wawasan langsung dari tokoh nasional mengenai kepemimpinan, integritas, dan peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.


Dalam paparannya, Ahmad Doli menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Menurutnya, bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat, integritas yang tinggi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi, berpikir terbuka, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Saudara-saudara adalah kelompok terdidik yang memiliki tanggung jawab lebih besar. Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa,” ujar Ahmad Doli.


Menurut Ahmad Doli, sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran mahasiswa. Berbagai perubahan besar yang terjadi di Indonesia lahir dari pemikiran kritis dan kepedulian para mahasiswa terhadap kondisi masyarakat. Karena itu, tradisi intelektual yang tumbuh selama berada di lingkungan kampus harus tetap dijaga dan dikembangkan setelah lulus.


Ia menegaskan bahwa berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi. Sikap kritis bukan berarti selalu menentang suatu kebijakan atau keadaan, melainkan kemampuan untuk melihat persoalan secara objektif, melakukan analisis secara mendalam, serta menghadirkan solusi yang konstruktif.


“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berpikir, berani menyampaikan gagasan, dan berani memberikan solusi. Sikap kritis harus menjadi bagian dari karakter mahasiswa dan intelektual,” katanya.


Ia menambahkan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga nilai-nilai moral dan keagamaan yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Perpaduan antara kompetensi, integritas, dan spiritualitas menjadi modal penting dalam mencetak pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman.


Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Doli juga mengingatkan pentingnya membangun kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai moral dan etika. Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas dan kompeten, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan komitmen untuk melayani masyarakat.


“Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang memiliki jabatan. Pemimpin adalah mereka yang mampu menjaga kepercayaan, memberikan keteladanan, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.


Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para calon wisudawan dan wisudawati tampak menyimak setiap materi yang disampaikan. Pembekalan dari tokoh nasional tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi para lulusan yang akan memasuki fase baru dalam kehidupan mereka setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.


Bagi Fakultas Agama Islam UNISMA Bekasi, kegiatan pelepasan calon wisudawan dan wisudawati bukan sekadar agenda seremonial menjelang wisuda. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.


Kehadiran Ahmad Doli sebagai Wakil Ketua Baleg DPR RI memberikan perspektif yang luas mengenai pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan bangsa. Pesan mengenai integritas, semangat belajar sepanjang hayat, serta pentingnya menjaga daya kritis mahasiswa menjadi bekal berharga bagi para calon lulusan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Melalui kegiatan ini, FAI UNISMA Bekasi berharap seluruh calon wisudawan dan wisudawati dapat menjadi lulusan yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing. Sebagaimana pesan yang disampaikan Ahmad Doli, lulusan perguruan tinggi harus terus belajar, menjaga idealisme, mempertahankan semangat aktivisme intelektual, serta hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.