Lulusan Akuntansi UM Indonesia Tak Hanya Berhitung, Bani Safari Kini Kuasai Bisnis Ekspor Internasional

BEKASI – Dari ruang kelas Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) di Bekasi, langkah Bani Safari, S.E., M.Si. kini telah menembus pasar internasional. Alumni Program Studi Akuntansi angkatan tahun 2005 tersebut membuktikan bahwa lulusan akuntansi tidak hanya identik dengan angka dan laporan keuangan, tetapi juga mampu menjadi pelaku bisnis global yang membawa komoditas Indonesia menuju pasar dunia.


Saat ini, Bani menekuni bidang bisnis internasional dengan fokus pada ekspor komoditas agro industri berupa organic resin dari Indonesia ke India. Produk tersebut memiliki peranan penting sebagai bahan baku berbagai kebutuhan manufaktur, seperti industri perekat, tinta, cat, dan kertas. Selain itu, sebagian organic resin juga dimanfaatkan sebagai bahan sintetis dalam kebutuhan proses persembahyangan umat Hindu di India.


“Saya Bani Safari, alumni UM Indonesia tahun 2005 dari Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi S1. Saat ini saya berkarier di bidang bisnis internasional, khususnya ekspor impor komoditas agro industri berupa organic resin dari Indonesia ke India,” ungkap Bani saat menceritakan perjalanan kariernya.


Perjalanan Bani menuju dunia perdagangan internasional dimulai sejak ia mengawali karier sebagai Sales Internasional di PT Perhutani Anugrah pada tahun 2005. Pengalaman tersebut menjadi pintu awal baginya untuk memahami dinamika pasar global, membangun kepercayaan dengan mitra luar negeri, serta memperluas jejaring bisnis lintas negara.


“Pengalaman tersebut membuat saya semakin tertarik mendalami dunia ekspor impor dan membangun relasi bisnis global,” tutur Bani.


Kesuksesan tersebut juga mengantarkan Bani untuk kembali berbagi pengalaman dengan almamaternya melalui kuliah umum bertajuk “Peluang dan Strategi Bisnis Export Import di Era Digital”. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peluang besar perdagangan internasional di tengah perkembangan teknologi digital.


Menurut Bani, pasar global memberikan peluang yang jauh lebih besar dibandingkan pasar domestik. Aktivitas ekspor tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memiliki dampak luas dalam meningkatkan devisa negara, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan industri nasional.


Dalam materi yang disampaikannya, Bani juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah dan posisi geografis strategis di jalur perdagangan Asia Pasifik. Berbagai komoditas seperti kelapa, kopi, kakao, produk turunan kelapa sawit, produk halal, hingga produk ramah lingkungan memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional, terutama dalam tren perdagangan global tahun 2026–2030.


Tidak hanya memahami peluang pasar, Bani juga membekali mahasiswa dengan strategi menjadi eksportir, mulai dari melakukan riset pasar, memilih produk yang memiliki daya saing, membangun jaringan dengan pemasok dan pembeli internasional, memahami prosedur ekspor, hingga memanfaatkan platform digital seperti marketplace B2B, media sosial, dan jejaring profesional global untuk menemukan calon pembeli.


Bagi Bani, keberhasilan dalam bisnis ekspor bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan pasar, menjaga konsistensi kualitas, serta membangun kepercayaan jangka panjang dengan mitra bisnis di berbagai negara.


Kisah perjalanan Bani Safari menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi titik awal lahirnya sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Bekal ilmu akuntansi yang diperoleh di UM Indonesia membentuk kemampuan analisis, pengelolaan bisnis, serta pola pikir strategis yang membantunya dalam mengambil keputusan di dunia perdagangan internasional.


Kini, dari seorang mahasiswa Akuntansi di UM Indonesia, Bani Safari menjelma menjadi praktisi bisnis global yang tidak hanya membawa produk Indonesia menembus pasar India, tetapi juga kembali ke kampus untuk menginspirasi generasi penerus agar berani mengambil peluang di pasar internasional.


Perjalanan Bani memberikan pesan bahwa batas karier tidak ditentukan oleh jurusan pendidikan semata. Dengan kemauan untuk terus belajar, membangun jaringan, dan berani menghadapi tantangan, mahasiswa Indonesia memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari rantai pasok dan perdagangan dunia.

Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)