Berkarir di Auto2000, Alumnus UM Indonesia ini Bongkar Rahasia Prospecting dan Promosi Digital

BEKASI – Banyak orang bisa menjual produk, tetapi tidak semua tahu bagaimana menemukan pelanggan. Padahal, kemampuan mencari calon pelanggan atau prospecting menjadi fondasi utama dalam dunia pemasaran. Tanpa pelanggan potensial, strategi penjualan yang baik sekalipun akan sulit menghasilkan transaksi. Pengalaman inilah yang dibagikan Jejen, alumni Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) angkatan 2012 yang kini berkarier sebagai Senior Account Executive Auto2000, kepada mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Dosen Praktisi yang digelar di Ruang D101.


Kegiatan bertema “Strategi Promosi di Era Digital: Membangun Komunikasi Pemasaran yang Efektif dan Berdaya Saing” tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang telah berpengalaman di dunia industri. Selain memahami teori pemasaran yang dipelajari di ruang kuliah, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana strategi pemasaran diterapkan secara nyata di lapangan, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen di era digital.


Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi), Dr. Kurniawati Mulyanti, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan dunia industri agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.


Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek bisnis, termasuk cara perusahaan melakukan promosi dan membangun hubungan dengan pelanggan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori pemasaran, tetapi juga harus mampu menguasai berbagai keterampilan praktis yang dibutuhkan industri saat ini.


“Semoga kegiatan ini dapat memberikan relevansi yang kuat antara materi perkuliahan dengan kebutuhan dunia kerja. Saat ini promosi tidak lagi hanya mengandalkan media cetak, tetapi harus mampu memanfaatkan berbagai platform digital yang terus berkembang. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Dr. Kurniawati.


Dalam sesi pemaparan materi, Jejen membagikan perjalanan kariernya sejak lulus dari Program Studi Manajemen hingga berhasil meniti karier di salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dunia pemasaran tidak hanya berbicara tentang kemampuan menawarkan produk kepada calon pelanggan, tetapi juga tentang bagaimana membangun jaringan dan menemukan peluang pasar yang tepat.


Menurut Jejen, kesalahan yang sering dilakukan oleh tenaga pemasaran pemula adalah terlalu fokus pada produk yang akan dijual, tetapi kurang memperhatikan sumber calon pelanggan. Padahal, langkah pertama yang harus dilakukan seorang marketing adalah membangun database pelanggan yang berkualitas.


“Hari ini saya ingin berbagi pengalaman pribadi. Awal mula marketing itu adalah prospecting. Kalau bingung mau menjual ke siapa setelah keluar dari dealer, maka yang dibutuhkan adalah database pelanggan. Semakin banyak dan semakin berkualitas data yang dimiliki, maka peluang untuk menghasilkan penjualan juga semakin besar,” ungkapnya.


Ia menjelaskan bahwa prospecting merupakan aktivitas untuk mendapatkan data pelanggan yang akurat sekaligus merencanakan pertemuan awal dengan calon pelanggan. Dalam praktiknya, sumber data dapat diperoleh melalui berbagai cara, baik dari sumber internal maupun eksternal.


Untuk sumber internal, seorang tenaga pemasaran dapat memanfaatkan database pribadi, pelanggan lama, data layanan purnajual, relasi keluarga, teman sekolah, komunitas, hingga jaringan alumni. Sementara itu, sumber eksternal dapat diperoleh melalui sektor perbankan, properti, leasing, asuransi, showroom mobil bekas, maupun berbagai platform digital yang kini mudah diakses. Salah satu cara sederhana yang menurutnya efektif adalah memanfaatkan Google Maps untuk mencari data dan informasi calon pelanggan potensial di wilayah tertentu.


Selain membahas prospecting, Jejen juga menjelaskan tahapan dasar dalam proses penjualan yang harus dipahami oleh setiap tenaga pemasaran. Tahapan tersebut meliputi prospecting, greeting, qualifying, presentation, negotiation, closing, delivery, hingga after sales service. Menurutnya, seluruh tahapan tersebut saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan proses yang menentukan keberhasilan penjualan.


Dalam kesempatan tersebut, Jejen juga mengajak mahasiswa untuk memahami perubahan pola pemasaran yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya promosi lebih banyak dilakukan melalui brosur, spanduk, flyering, maupun kunjungan langsung ke pelanggan, kini dunia bisnis bergerak menuju pemasaran berbasis digital yang lebih cepat, luas, dan terukur.


Ia menjelaskan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp, YouTube, hingga website perusahaan kini menjadi sarana utama dalam membangun komunikasi pemasaran. Melalui platform tersebut, perusahaan dapat menjangkau pelanggan secara lebih luas dengan biaya yang relatif lebih efisien dibandingkan metode pemasaran konvensional.


Tidak hanya itu, Jejen juga memperkenalkan berbagai aplikasi pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk membuat konten promosi yang menarik, seperti Canva, Adobe Express, CapCut, InShot, VivaVideo, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk membantu proses pembuatan konten dan copywriting pemasaran. Menurutnya, kemampuan mengelola konten digital saat ini menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai sektor industri.


Suasana kuliah berlangsung interaktif. Mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan dunia pemasaran, mulai dari cara membangun kepercayaan pelanggan, teknik komunikasi yang efektif, hingga strategi memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan.


Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh wawasan langsung dari alumni yang telah berhasil membangun karier di dunia profesional. Pengalaman nyata yang dibagikan Jejen memberikan gambaran bahwa kesuksesan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memahami kebutuhan pasar.


Kegiatan dosen praktisi ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan alumni dan praktisi, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif serta memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.


Ke depan, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) akan terus menghadirkan berbagai program yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dari berbagai bidang profesi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan, memperluas wawasan mahasiswa terhadap dinamika industri, serta menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era transformasi digital.

Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)