BEKASI – Anggota MPR RI/DPD RI Jihan Fahira mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) untuk tidak hanya memahami Empat Pilar MPR RI sebagai konsep kebangsaan, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Gedung Pascasarjana UM Indonesia, Rabu (7/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Jihan Fahira menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI memuat nilai-nilai penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Jihan, pemahaman terhadap Empat Pilar tidak cukup berhenti pada pengetahuan maupun slogan. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, sekolah, kampus, maupun organisasi.
“Karena Empat Pilar itu mengandung banyak ideologi yang baik, yang bagus. Kita punya Pancasila, kita punya Bhinneka Tunggal Ika, kita punya UUD 45, kita punya NKRI. Jadi itu tidak hanya jadi slogan, tapi juga harus dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari, di manapun kita berada, di rumah, bersama teman, di sekolah, di kampus, di organisasi manapun, diterapkan dengan baik. Insya Allah semuanya akan menjadi damai,” ujar Jihan Fahira.
Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa UM Indonesia agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki integritas dan dedikasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pesan saya untuk UM Indonesia, jadilah penerus bangsa yang baik, yang soleh dan solehah, yang berdedikasi tinggi, yang berintegritas untuk agama, bangsa, dan negara.” katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Indonesia, Dr. Mohammad Harun Al Rasyid, M.Si., menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di lingkungan kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting bagi masyarakat akademik untuk kembali mendapatkan penyegaran mengenai nilai-nilai kebangsaan dalam konteks kehidupan saat ini.
Ia menilai masyarakat secara umum telah mengenal nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Namun, tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Kegiatan hari ini adalah kita mendapatkan tamu dari anggota DPD berkait dengan sosialisasi Empat Pilar. Tentu sebagai bagian dari akademisi, bagian masyarakat akademisi, kita sangat menyambut baik. Karena Empat Pilar kan terdiri dari Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sama Undang-Undang 45,” ujar Dr. Mohammad Harun Al Rasyid, M.Si
Ia menambahkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata pada pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut, melainkan pada implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak masyarakat kita sudah memahami nilai-nilai itu, nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI. Problemnya adalah di implementasinya, di pelaksanaannya. Nah, karena itulah dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan kita bisa diberikan penyegaran, penyegaran nilai-nilai seperti apa sih dalam konteks kekinian,” katanya.
Sebagai bagian dari masyarakat akademik, ia juga menekankan pentingnya mahasiswa melihat persoalan kebangsaan dan kenegaraan secara kritis. Kampus, menurutnya, memiliki ruang untuk mendorong mahasiswa menyampaikan pandangan serta mengembangkan pemikiran terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Dr. Mohammad Harun Al Rasyid, M.Si. berharap kegiatan sosialisasi seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Menurutnya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dalam mengekspresikan pemikiran, mengembangkan diri, serta menyampaikan pandangan terkait persoalan kebangsaan dan kenegaraan.
“Tentu saya berharap juga bahwa kegiatan ini tidak hanya sekali, tentu akan banyak kegiatan-kegiatan yang serupa untuk memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berekspresi, mengembangkan dirinya, kepentingannya, pandangannya tentang persoalan-persoalan kebangsaan dan kenegaraan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak terhadap perkembangan cara berpikir dan bertindak mahasiswa agar tetap berlandaskan nilai-nilai yang telah disepakati sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.
“Kita berharap banyak bahwa kegiatan ini memberikan dampak kepada kemajuan berpikir mahasiswa, kemajuan bertindak mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai yang sudah kita sepakati sejak zaman dulu. Jadi itu adalah nilai-nilai yang disepakati sebagai sebuah bangsa,” jelasnya.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, UM Indonesia diharapkan terus menjadi ruang akademik yang mendorong mahasiswa memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan generasi yang mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Humas UM Indonesia




