UM Indonesia-IMA Bekasi Pastikan Mahasiswa Kembangkan Ide Bisnis Brilian

BEKASI – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) berkolaborasi dengan Indonesian Marketing Association (IMA) Chapter Bekasi dan Pegadaian melalui kegiatan “IMA Goes To Campus: Implementasi Ide Bisnis & Literasi Keuangan (IMPLIS 2026)” Kegiatan tersebut digelar di Gedung L UM Indonesia, sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan kewirausahaan, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta literasi keuangan,  Kamis (8/10). 


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku usaha sebagai narasumber. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bagaimana membangun ide bisnis, tetapi juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan ide, memahami strategi pemasaran, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta membangun karakter profesional yang mampu beradaptasi dengan dunia kerja dan bisnis yang semakin kompetitif.


Kepala Biro Administrasi dan Kemahasiswaan UM Indonesia, Dr. Hasan Basri, M.Pd., mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh agar dapat diterapkan dalam dunia nyata.

IMG_5828

BEKASI – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) berkolaborasi dengan Indonesian Marketing Association (IMA) Chapter Bekasi dan Pegadaian melalui kegiatan “IMA Goes To Campus: Implementasi Ide Bisnis & Literasi Keuangan (IMPLIS 2026)” Kegiatan tersebut digelar di Gedung L UM Indonesia, sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan kewirausahaan, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta literasi keuangan,  Kamis (8/10). 


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku usaha sebagai narasumber. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bagaimana membangun ide bisnis, tetapi juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan ide, memahami strategi pemasaran, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta membangun karakter profesional yang mampu beradaptasi dengan dunia kerja dan bisnis yang semakin kompetitif.


Kepala Biro Administrasi dan Kemahasiswaan UM Indonesia, Dr. Hasan Basri, M.Pd., mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh agar dapat diterapkan dalam dunia nyata.

IMG_5959

Menurut Dhika, salah satu hal yang kerap menghambat seseorang untuk berkembang adalah tuntutan terhadap kondisi ideal yang terlalu tinggi. Karena itu, mahasiswa didorong untuk menerapkan prinsip “start small”, yakni memulai dari pekerjaan atau kemampuan yang sudah dapat dilakukan, kemudian terus belajar dan meningkatkan kapasitas.


“Start small, lakukan apa yang bisa kita kerjakan lebih dahulu. Selama kita mau bekerja, menyerap ilmu, punya skill, dan mencari lebih tinggi lagi, maka peluang akan terbuka. Yang penting, jadilah orang yang bisa dipercaya,” tutur Dhika.


Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman dari pekerjaan yang sederhana dapat menjadi bagian dari proses membangun nilai diri. Kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan konsisten, menurutnya, dapat menjadi modal untuk memperoleh kepercayaan dan kesempatan yang lebih besar.


Materi kewirausahaan juga disampaikan oleh La Ode Haerun Ghowe, Founder & CEO PT Dcika Prima Mahkota. Ia membagikan pengalaman dalam mengembangkan ide bisnis yang berawal dari hobi hingga menjadi peluang usaha.


La Ode menekankan bahwa ide bisnis tidak akan memberikan hasil apabila tidak segera diwujudkan. Ia mendorong mahasiswa untuk berani memulai, termasuk ketika menghadapi keterbatasan modal.


Pengalamannya dalam mengembangkan bisnis menjadi contoh bahwa sebuah ide dapat berkembang melalui proses, ketekunan, dan kemampuan melihat peluang. Ia menceritakan bagaimana usaha yang pada awalnya dijalankan dengan strategi sederhana kemudian berkembang hingga memiliki puluhan cabang.


Menurutnya, mahasiswa perlu membiasakan diri untuk segera mengimplementasikan ide yang dimiliki dan terus melakukan evaluasi terhadap peluang yang muncul.


“Kalau punya ide bisnis, cepat direalisasikan dan cari peluang. Ide awal bisa datang dari hobi, kemudian menjadi peluang. Begitu ada peluang, langsung diimplementasikan,” ungkap La Ode.


Selain membahas ide bisnis, para narasumber juga menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar dan mengembangkan kemampuan. Dunia kerja dan bisnis yang terus berubah menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil langkah.


Melalui kegiatan IMA Goes To Campus IMPLIS 2026, UM Indonesia berharap kolaborasi dengan mitra eksternal dapat terus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis, sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, meningkatkan literasi keuangan digital, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Humas UM Indonesia