Bekasi — Tidak
berhenti pada penandatanganan kerja sama (MoU), Dila Novita, S.Sos., M.Si.,
dosen Ilmu Administrasi Negara (IAN) Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia,
mengimplementasikan kolaborasi internasional dengan mengisi kuliah umum di
empat kampus di Filipina pada 13–18 Februari 2026.
Keempat perguruan tinggi tersebut yakni Southern Luzon State
University (SLSU), Cagayan State University (CSU), Apayao State College (ASC),
dan Saint Antony's College (SAC). Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama
akademik yang dibangun untuk memperkuat jejaring global antar perguruan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Dila Novita menjadi narasumber dalam
kuliah umum dengan menyampaikan materi yang berfokus pada penguatan riset dan
pengembangan keilmuan.
Di Southern Luzon State University (SLSU) dan Saint Antony’s
College (SAC), materi yang dibawakan berjudul “Exploring Meaning: An Introduction to
Qualitative Research”, yang membahas dasar-dasar penelitian
kualitatif serta pentingnya memahami makna dalam proses riset.
Sementara itu, di Cagayan State University (CSU) dan Apayao
State College (ASC), materi difokuskan pada peningkatan kapasitas akademik dan
riset yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi di era global. Kuliah
umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan staf dari berbagai program studi di
keempat kampus tersebut
Dila Novita menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
langkah nyata dalam membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan.Ke
depan, kerja sama ini diharapkan berkembang ke berbagai program lanjutan,
seperti joint research, student exchange,
hingga publikasi ilmiah bersama. Upaya ini menjadi bagian dari strategi UM
Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing lulusan di
tingkat global.
“Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi upaya untuk
membangun kerja sama jangka panjang antar kampus. Kami berharap kerja sama ini
tidak hanya berhenti di sini, namun bisa diwujudkan melalui program kolaborasi
lainnya seperti riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan kerja sama penulisan
karya ilmiah,” ujarnya.
Melalui implementasi ini, UM Indonesia menegaskan
komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dan memperluas
jejaring akademik di kancah internasional. (*)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Tiaran Rosita - Ratih Firdiyah (ed)
