Bekasi — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UNISMA Bekasi), Hendra Kurniawan, berhasil menorehkan prestasi di level internasional dengan memperkuat tim nasional voli Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja. Perjalanan tersebut berawal dari lapangan sederhana di kampung halamannya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, Hendra mengenal voli hanya sebagai aktivitas santai bersama teman dan keluarga. “Saya bermain voli saat kelas 1 SMP, hanya sebatas main sore bersama teman dan abang,” ujarnya.
Bakatnya mulai terlihat ketika ia mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) saat kelas 2 SMP dan berhasil meraih medali perunggu mewakili Kabupaten Rokan Hulu. Dari titik tersebut, ia mulai menapaki jalur kompetitif di dunia bola voli.
Lompatan besar dalam kariernya terjadi pada 2020 saat direkrut oleh klub bola voli Jakarta LavAni. Bersama tim tersebut, Hendra berkembang pesat dan turut membawa LavAni meraih gelar juara Proliga 2022 dan 2023, serta menjadi salah satu kekuatan utama di lini tengah.
Performa konsisten Hendra juga tercermin dari berbagai penghargaan individu yang diraihnya, antara lain Best Blocker Proliga 2023 dan Best Middle Blocker Proliga 2025. Ia juga meraih penghargaan serupa di ajang SEA V League serta Livoli Divisi Utama, menegaskan posisinya sebagai salah satu middle blocker terbaik Indonesia saat ini.
Di level internasional, selain SEA Games, Hendra juga berkontribusi dalam berbagai kejuaraan regional seperti SEA V League, memperkuat posisi Indonesia sebagai tim yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai seorang middle blocker dengan tinggi badan mendekati 196 cm, Hendra memiliki peran krusial dalam pertahanan tim, khususnya dalam membendung serangan lawan di depan net. Namun menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada aspek fisik. “Yang paling sulit itu membaca arah umpan dari tosser lawan, bukan sekadar melakukan blok,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet nasional, Hendra tetap melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UNISMA Bekasi). Bagi Hendra, pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia bahkan menjadi yang pertama di keluarganya yang menempuh pendidikan tinggi. “Di keluarga saya sebelumnya belum ada yang kuliah. Saya memulai, lalu diikuti adik saya,” tuturnya.
Perjalanan Hendra mencerminkan bahwa prestasi di tingkat nasional hingga internasional dapat diraih melalui proses panjang, disiplin, dan konsistensi, bahkan dari titik awal yang sederhana.
Ia pun mendorong generasi muda untuk berani bermimpi dan terus mengembangkan diri. “Bagi adik-adik yang ingin berkuliah, ayo kuliah, apalagi sambil berprestasi,” pesannya. (*)
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfarizi - Ratih Firdiyah (ed)
