Pelajar Jabodetabek Adu Kemampuan MTQ, MHQ, dan Dakwah di UM Indonesia (UNISMA Bekasi)

Bekasi — Suasana syiar Ramadan terasa kuat di kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) saat pelajar SMA dan sederajat dari berbagai wilayah Jabodetabek mengikuti lomba MTQ, MHQ, dan Dakwah yang digelar pada 3–4 Maret 2026.


Ajang yang diselenggarakan oleh Panitia Ramadan UM Indonesia (UNISMA Bekasi) ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal Al-Qur’an, sekaligus menyampaikan pesan dakwah di depan publik.


Dekan Fakultas Agama Islam UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Assoc. Prof. Dr. Akmal Rizki Gunawan HSB, yang juga menjadi dewan juri lomba dakwah, menilai kegiatan tersebut berhasil menjadi bagian dari syiar Ramadan di lingkungan kampus.


“Lomba Da’i tingkat SMA se-Jabodetabek kemarin berhasil menjadi syiar Ramadan di UM Indonesia (UNISMA Bekasi). Meskipun ini pertama kali lomba dakwah diadakan, antusiasme peserta sangat baik,” ujarnya.


Menurutnya, kualitas para peserta cukup merata sehingga dewan juri harus melakukan diskusi mendalam sebelum menentukan pemenang.


“Secara umum semua peserta bagus sehingga para juri sempat kewalahan menentukan juara. Penilaian akhirnya dilakukan berdasarkan standar pidato yang baik, seperti penguasaan materi, intonasi, adab, serta interaksi dengan audiens,” kata Akmal.


Ia juga memberi motivasi kepada peserta yang belum meraih juara agar tetap semangat berdakwah. “Teruslah belajar dan berdakwah. InsyaAllah suatu saat akan meraih kesempatan menjadi juara di ajang berikutnya,” tambahnya.


Selain Akmal, kategori dakwah juga dinilai oleh dosen FAI UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Musyaffa Amin Ash Shabah, S.H.I., M.H. serta pendakwah muda Indonesia Ustadz Rizki Tamami (finalis Akademi Sahur Indonesia di Indonesia dan Asia).


Musyaffa menilai ajang ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap dakwah masih sangat besar.


“Banyak peserta sudah berani menyampaikan pesan dakwah dengan gaya mereka sendiri. Ini bagus, karena dakwah generasi muda perlu pendekatan yang relevan dengan zamannya,” ujarnya.


Sementara itu, Ustadz Rizki Tamami melihat panggung seperti ini penting sebagai tempat latihan bagi calon dai muda.


“Beberapa peserta sudah punya karakter dakwah yang kuat. Tinggal terus diasah pengalaman tampil dan memperdalam materi. Ajang seperti ini bisa menjadi langkah awal lahirnya dai muda,” katanya.


Pada cabang MTQ dan MHQ, penilaian dilakukan oleh Ketua LPTQ Kota Bekasi KH. Muhammad Idrus Al Hafidz, pengurus LPTQ Kota Bekasi H. Nasrulloh, serta dosen FAI UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Dr. Acep Mulyadi, M.Pd..


Idrus menilai kemampuan tilawah dan hafalan Al-Qur’an para peserta menunjukkan pembinaan yang baik dari sekolah.


“Banyak peserta memiliki bacaan yang baik dan hafalan yang terjaga. Ini menandakan pembinaan Al-Qur’an di kalangan pelajar terus berjalan,” ujarnya.


Salah satu peserta yang berhasil meraih juara pada cabang MHQ adalah Fayid Zahran dari MA Miftahul Ulum Cikarang Barat. Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tersebut.


“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa mengikuti MHQ di UNISMA ini. Saya mencoba menampilkan hafalan dengan tenang dan luwes. Intinya kalau ingin hafalan kuat harus istiqomah dalam murajaah. Tidak apa-apa setoran sedikit, yang penting rutin,” ujar Fayid.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta dakwah Islam di kalangan pelajar.

Pelajar Jabodetabek Adu Kemampuan MTQ, MHQ, dan Dakwah di UM Indonesia (UNISMA Bekasi) (1)
Pelajar Jabodetabek Adu Kemampuan MTQ, MHQ, dan Dakwah di UM Indonesia (UNISMA Bekasi) (3)