*Bekasi* — Standarisasi pengukuran kondisi fisik atlet di Indonesia mulai diperkuat melalui Pelatihan Tenaga Keolahragaan Tester Tes Fisik pertama di Indonesia yang digelar di kampus UM Indonesia (UNISMA Bekasi), guna membantu atlet mencapai performa optimal secara terukur.
Program yang diselenggarakan oleh Tes You bekerja sama dengan UM Indonesia (UNISMA Bekasi) ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari guru olahraga, pelatih, hingga praktisi kebugaran. Para peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai tester tes fisik setelah mengikuti pelatihan berjenjang yang mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan berlangsung aktif dan aplikatif dengan fokus pada akurasi pengukuran serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pembinaan atlet.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya dosen UM Indonesia Dr. Aridhotul Haqiyah, Guru Besar Kondisi Fisik Olahraga Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidiq, serta Founder Tes You Abi Hasbullah atau yang dikenal sebagai Coach Abi yang berpengalaman sebagai pelatih di ajang SEA Games, Asian Games, hingga PON.
Founder Tes You, Abi Hasbullah, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun standar nasional tes fisik di Indonesia. “Ini adalah pelatihan tester tes fisik pertama di Indonesia. Ke depan, kami ingin membangun standar nasional agar pengukuran kondisi fisik atlet lebih akurat dan berdampak langsung pada performa,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UM Indonesia, Prof. Ir. Sri Atmaja, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting dalam mencetak tenaga profesional di bidang pengujian kondisi fisik atlet. “Melalui pelatihan ini, kami ingin menghadirkan pelatih tes fisik yang mampu membantu atlet mencapai kondisi optimal secara terukur dan ilmiah,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran perwakilan berbagai daerah seperti Bekasi, Bogor, Kalimantan Tengah, hingga Sorong, Papua. Salah satu peserta, Faris, guru olahraga dari SMA 8 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhannya. “Awalnya saya mencari pelatihan yang dekat, tetapi ternyata manfaatnya sangat besar karena materinya aplikatif dan berbasis standar,” katanya.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional, khususnya dalam aspek pengukuran dan evaluasi kondisi fisik atlet yang selama ini belum sepenuhnya terstandar.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat diperluas secara nasional dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas atlet Indonesia dan daya saing di berbagai ajang olahraga internasional.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
Abidin Nurfaizi - Ratih Firdiyah (ed)


