Teliti Sport Science, Dosen UM Indonesia Masuk Nominasi Ilmuwan Muda Terbaik

Bekasi — Dosen Universitas Muhammadiyah Indonesia/UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Assoc. Prof. Dr. Aridhotul Haqiyah, M.Pd., masuk dalam nominasi Anugerah Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Sosial Humaniora LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2025. Nominasi ini diberikan atas konsistensinya dalam mengembangkan riset sport science berbasis teknologi, publikasi ilmiah, serta kontribusinya bagi pengembangan pendidikan dan olahraga nasional.

Selain produktif menghasilkan ratusan karya ilmiah, Dr. Aridhotul juga telah meraih tujuh hibah penelitian kompetitif nasional, mengikuti program Fellowship Postdoctoral di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2023, serta terlibat dalam program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pada 2025, ia juga dipercaya sebagai Reviewer Penelitian BRIN.

Lahir pada 23 Juli 1991, Dr. Aridhotul termasuk dosen muda dengan produktivitas akademik yang menonjol. Pada 2023, ia berhasil meraih jabatan fungsional Lektor Kepala melalui mekanisme loncat jabatan, sebuah capaian yang relatif jarang diraih dosen seusianya. Fokus riset yang dikembangkan meliputi sport science, biomekanika, serta inovasi teknologi olahraga.

Dalam risetnya, Dr. Aridhotul menempatkan sport science tidak hanya sebagai kajian performa fisik, tetapi juga sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan dan olahraga. Salah satu penelitiannya memetakan indeks massa tubuh (BMI) dan tingkat kebugaran mahasiswa pendidikan jasmani. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa memiliki berat badan normal, tingkat kebugaran mereka masih tergolong sedang hingga rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran olahraga yang lebih terarah dan aplikatif.

Selain itu, ia juga mengembangkan instrumen pengukuran partisipasi olahraga siswa yang telah teruji valid dan reliabel. Instrumen tersebut dinilai efektif digunakan di lingkungan sekolah maupun dalam penelitian, serta mendukung perumusan kebijakan olahraga yang lebih inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok dengan aktivitas fisik rendah.

Kinerja riset Dr. Aridhotul juga tercermin dari produktivitas publikasinya yang tinggi. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan 143 karya ilmiah, yang terdiri atas puluhan artikel di jurnal internasional bereputasi, jurnal nasional terakreditasi, serta 20 buku dan 21 hak paten. Sejumlah karyanya telah dipublikasikan di jurnal internasional ternama dan banyak dijadikan rujukan oleh peneliti lain.

Di lingkungan kampus, Dr. Aridhotul saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UM Indonesia (UNISMA Bekasi). Di bawah kepemimpinannya, Prodi PJKR berhasil meraih akreditasi Unggul pada 2025. Ia juga aktif membina Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat serta terlibat dalam pengelolaan jurnal ilmiah nasional.

Di luar kampus, Dr. Aridhotul terlibat dalam berbagai organisasi dan komunitas keolahragaan nasional, di antaranya KONI, PERPANI, serta forum akademik doktoral. Ia juga berperan sebagai editor dan reviewer pada sejumlah jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi. Upaya diseminasi keilmuan kepada publik dilakukan melalui kanal YouTube edukatif yang membahas olahraga, pembelajaran, dunia dosen, dan publikasi ilmiah.

Menurut Dr.Aridhotul, pengembangan karier akademik perlu dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. “Prinsip saya adalah terus belajar, meneliti, dan berkolaborasi, serta berupaya memberikan kontribusi terbaik di setiap kesempatan,” ujarnya.

Ke depan, ia menargetkan pencapaian Profesor Muda pada 2028, seiring komitmennya membangun riset yang berdampak bagi pendidikan dan olahraga nasional.

Masuknya Dr. Aridhotul Haqiyah dalam nominasi Ilmuwan Muda Terbaik LLDIKTI Wilayah IV 2025 menegaskan peran dosen muda dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang sosial humaniora, khususnya yang terintegrasi dengan pengembangan sport science dan teknologi olahraga di Indonesia. (*)

Humas UM Indonesia  (UNISMA Bekasi)

(Tiaran Rosita/Ratih Firdiyah)