UM Indonesia (UNISMA Bekasi) Akselerasi Karier Dosen Menuju Guru Besar Lewat Program GBIM

BEKASI – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) terus berkomitmen meningkatkan mutu akademik dan tata kelola karier dosennya. Langkah nyata ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan berbagi pengalaman mengenai strategi, perencanaan, dan proses kenaikan jabatan fungsional dosen hingga mencapai jenjang Guru Besar, bekerja sama dengan Program Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM).

 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, S.T., M.Sc.Eng., PG-Certf., Ph.D., P.Eng., IPU., ASEAN.Eng., CPPM., APRM., Dip. Project Management., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Beliau menyambut baik kegiatan ini dan mendukung peningkatan karier dosen hingga menjadi Guru Besar.

 

“Pengalaman setiap Guru Besar tentu berbeda, oleh karena itu pentingnya mempelajari strategi, trik dan tips dalam menyiapkan usulan kenaikan jabatan dari Guru Besar Pembina,” ujar Prof. Sri Atmaja.

 

Dukungan penuh terhadap kemajuan karier dosen ini juga ditegaskan oleh Dekan Fakultas Teknik, Bapak Yopi Handoyo, S.Si., M.T. Beliau menyatakan turut mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh Ketua Program Studi Informatika, Ibu Inna Ekawaty, S.Kom, MMSI untuk semua dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Indonesia.

 

Acara yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Rabu (1/7/2026) ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Prof. Dr. Uky Yudatama, S.Si., M.Kom., M.M., M.Psi. dari Universitas Muhammadiyah Magelang dan Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., MMSI. dari Universitas Nasional. Jalannya kegiatan diikuti oleh dosen dari berbagai program studi UNISMA Bekasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap tata kelola karier akademik, mulai dari penyusunan strategi publikasi ilmiah, pemenuhan angka kredit, hingga tahapan pencapaian jabatan akademik tertinggi.

 

Dalam paparannya, Prof. Uky Yudatama menekankan bahwa keberhasilan meraih jabatan Guru Besar tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga oleh konsistensi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen membangun budaya akademik yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, Prof. Septi Andryana memaparkan strategi dan tahapan perjalanan usulan jabatan akademik dosen mulai dari perencanaan karier, pengembangan kompetensi, penelitian dan publikasi, pengabdian dan kolaborasi, manajemen angka kredit hingga pengajuan dan penilaian. Ia mengingatkan bahwa setiap dosen hendaknya memahami regulasi yang berlaku saat ini, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen, serta Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.

 

Melalui forum diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta memperoleh wawasan praktis berdasarkan pengalaman nyata para narasumber dalam menapaki jenjang akademik. Kegiatan yang disponsori oleh Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Indonesia (UNISMA Bekasi) dan APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk merencanakan pengembangan karier akademik secara lebih sistematis, sehingga semakin banyak dosen yang berani menargetkan, mempersiapkan, dan mewujudkan cita-cita menjadi Guru Besar demi kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi nasional. (*)

 

Inna Ekawati - Ratih Firdiyah

Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)