Bandung – Di tengah tuntutan peningkatan prestasi olahraga nasional yang semakin kompetitif, pendekatan pembinaan atlet berbasis data dan riset ilmiah dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Universitas Muhammadiyah Indonesia/UM Indonesia (UNISMA Bekasi) merespons tantangan tersebut dengan pengukuhan Prof. Dr. Bujang, M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Analisis Performa Olahraga. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Besar berlangsung di LLDIKTI Wilayah IV Bandung , Rabu, 4 Februari, 2026. Pada acara itu, hadir Wakil Rektor I UNISMA Bekasi, Prof. Latipun, Ph.D., dan jajaran dosen Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UM Indonesia (UNISMA Bekasi).
Prof. Bujang dikenal sebagai akademisi dan praktisi yang aktif mengintegrasikan pendekatan ilmiah dalam pembinaan olahraga. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Bekasi sejak 2010 dan terlibat sebagai asesor nasional di berbagai cabang olahraga seperti bulu tangkis, renang, pencak silat, wushu, squash, dan biliar. Pengalaman tersebut memperkuat perannya dalam mengembangkan sistem evaluasi performa atlet yang lebih objektif dan terukur, sekaligus menjembatani dunia akademik dengan praktik pembinaan di lapangan.
Dalam ranah akademik, Prof. Bujang menaruh fokus penelitian pada analisis performa atlet berbasis data ilmiah, terutama dalam teknik biomekanik dan kinematika olahraga kompetitif. Beberapa karya ilmiahnya menyoroti bagaimana gerakan atlet pada olahraga seperti bola voli dapat diukur dan dievaluasi melalui data tiga dimensi untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi performa, cedera, dan kelelahan otot.
“Analisis performa bukan sekadar mencatat angka, tetapi bagaimana data digunakan untuk memperbaiki kualitas latihan, meminimalkan cedera, dan memaksimalkan potensi atlet,” ujar Prof. Bujang. Temuan-temuan dalam risetnya menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah dapat membantu pelatih dan atlet memahami variabel teknis dan fisiologis yang tidak tampak oleh pengamatan mata, sehingga latihan dan strategi pertandingan bisa disesuaikan secara lebih efektif.
Menurutnya, selama ini pembinaan atlet di berbagai daerah masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan data dan teknologi secara optimal. Padahal, di tingkat internasional, sport science telah menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi yang berkelanjutan.
“Di level internasional, sport science sudah menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi yang berkelanjutan. Kita perlu mempercepat adopsi pendekatan tersebut di tingkat nasional,” tambahnya.
Ia menegaskan, sinergi antara perguruan tinggi, federasi olahraga, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar sistem pembinaan atlet Indonesia semakin modern dan kompetitif.
Bidang analisis performa olahraga kini menjadi faktor strategis dalam menghadapi kompetisi global seperti SEA Games dan Olimpiade, di mana perbedaan antara medali dan non-medali sering kali ditentukan oleh detail performa mikroskopis atlet. Kehadiran guru besar di bidang ini diharapkan mendorong implementasi sport science tidak hanya di kampus, tetapi juga dalam pembinaan prestasi nasional.
Melalui penguatan bidang analisis performa olahraga, UM Indonesia (UNISMA Bekasi) diharapkan dapat berkontribusi dalam memperbaiki sistem pembinaan atlet nasional sekaligus mendorong lahirnya atlet berdaya saing global.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
