Bekasi- Krisis regenerasi tenaga kerja yang tengah dihadapi Jepang membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melihat potensi tersebut, Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia)/UNISMA Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kota Susaki, Jepang, mulai merintis kerja sama berkelanjutan di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.
Inisiatif ini dinilai dapat menjadi model kerja sama Indonesia–Jepang dalam memanfaatkan bonus demografi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas. Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam Diskusi Potensi Kerja Sama (FGD) yang digelar pada Rabu, 4 Januari 2024, di Gedung Rektorat Lantai 3 UM Indonesia/UNISMA Bekasi. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan UM Indonesia/UNISMA Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, serta delegasi Pemerintah Kota Susaki.
Bilang Nauli Harahap, ST, MSE., selaku Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Bekasi, pertemuan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Bekasi dalam memperluas jejaring internasional.
“Selama ini kerja sama dengan Jepang lebih banyak berjalan melalui sektor industri. Ke depan, kami ingin mendorong kolaborasi yang lebih resmi dan berkelanjutan antar pemerintah, khususnya di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini program penyiapan tenaga kerja lebih banyak melibatkan lembaga pelatihan kerja (LPK) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kota Bekasi mulai mendorong keterlibatan perguruan tinggi secara lebih aktif.
“Selama ini kerja sama banyak dilakukan melalui LPK dan SMK. Sekarang kami mulai mengembangkan pola kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk UM Indonesia/UNISMA Bekasi, agar penyiapan tenaga kerja bisa lebih terstruktur, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat internasional.
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula kondisi Jepang yang tengah menghadapi penurunan signifikan jumlah penduduk usia produktif akibat rendahnya angka kelahiran dan urbanisasi. Situasi ini membuat banyak daerah membutuhkan dukungan sumber daya manusia agar tetap mampu berkembang.
Wali Kota Susaki, Kosaku Kusunose, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Indonesia melalui perguruan tinggi menjadi opsi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
“Jepang saat ini sangat membutuhkan generasi muda. Karena itu, kami melihat kerja sama dengan UM Indonesia/UNISMA Bekasi sebagai peluang penting, tidak hanya dalam penyediaan tenaga kerja, tetapi juga penguatan pendidikan dan pemahaman budaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengenalan budaya sejak dini melalui pertukaran pelajar dan program pendidikan bersama menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kolaborasi jangka panjang.
“Interaksi antar generasi muda akan membangun pemahaman yang lebih kuat dan positif di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UM Indonesia/UNISMA Bekasi, Prof. Dr. Muhammad Dai, M.Si., Apt., menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Jepang diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya kerja internasional agar mampu bersaing secara global dan berkontribusi secara profesional di Jepang. Kolaborasi ini bukan hanya tentang penempatan kerja, tetapi juga membangun human capital dan kemitraan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, kedua pihak juga membahas rencana pengembangan fasilitas pendukung, seperti pusat pelatihan, asrama, serta pusat bahasa Jepang yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2027.
Meski demikian, seluruh pihak sepakat bahwa realisasi kerja sama harus dilakukan melalui kajian bersama, pemetaan minat mahasiswa, serta perencanaan yang matang.
“Kerja sama ini tidak bisa berjalan secara instan. Diperlukan riset, komunikasi intensif, dan perencanaan berkelanjutan. Namun, pertemuan ini menjadi langkah awal yang sangat penting,” ujar salah satu perwakilan delegasi Jepang.
Ke depan, komunikasi lanjutan akan dilakukan melalui pembentukan tim khusus dan penunjukan person in charge (PIC) kerja sama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi kolaborasi pendidikan dan pengembangan SDM yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.
Melalui inisiatif ini, UM Indonesia/UNISMA Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam mendukung penyiapan tenaga kerja unggul, adaptif, dan berdaya saing global untuk menjawab kebutuhan pasar kerja internasional.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
