Bekasi — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Indonesia/UM Indonesia (UNISMA Bekasi) memperkuat kualitas pendidikan melalui penerapan
Kurikulum Outcome-Based Education
(OBE) 2026 sebagai upaya menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia
industri dan teknologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan
Kurikulum Berbasis OBE yang digelar pada Kamis (5/2/2026) dengan menghadirkan
Dr. Ir. Samin, MT, IPM., dosen Universitas Muhammadiyah Malang yang
berpengalaman dalam pengembangan kurikulum, penjaminan mutu, serta riset di
bidang teknik dan lingkungan.
Dalam paparannya, Dr. Samin menjelaskan bahwa pendekatan
pembelajaran tradisional yang berfokus pada proses belum sepenuhnya menjamin
kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“OBE mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar
penyampaian materi menjadi pencapaian kompetensi nyata yang dibutuhkan
industri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan OBE sejalan dengan
Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Sistem Penjaminan Mutu Internal, serta
Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pengukuran
mutu berbasis capaian pembelajaran.
Workshop ini membahas secara sistematis tahapan penyusunan
kurikulum, mulai dari evaluasi kurikulum eksisting, perumusan profil lulusan,
penetapan capaian pembelajaran lulusan, pemetaan mata kuliah, penyusunan RPS
berbasis OBE, hingga evaluasi berkelanjutan melalui sistem Continuous Quality
Improvement (CQI).
Sebagai bentuk keseriusan dalam implementasi, seluruh
program studi di Fakultas Teknik UM Indonesia (UNISMA Bekasi) juga
menandatangani Form Komitmen Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dokumen tersebut
memuat tahapan kerja, target waktu penyelesaian, serta penanggung jawab dalam
penyusunan dokumen kurikulum OBE.
Dekan Fakultas Teknik UM Indonesia (UNISMA Bekasi), Yopi
Handoyo, S.T., M.T., menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum OBE 2026 tidak
hanya bersifat administratif, tetapi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata
dunia kerja.
“Kami ingin memastikan lulusan Fakultas Teknik tidak hanya
unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang
relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Melalui penerapan kurikulum ini, UM Indonesia (UNISMA Bekasi) menargetkan peningkatan daya serap lulusan di dunia kerja, penguatan akreditasi program studi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan tinggi. Ke depan, implementasi kurikulum OBE 2026 akan terus dievaluasi secara berkala guna memastikan relevansi dan keberlanjutannya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global.
Humas UM Indonesia (UNISMA Bekasi)
